Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Persalinan Aman dan Bayi Lahir Sehat Melalui Edukasi Tentang Kehamilan Risiko Tinggi serta Perawatannya di Masa Kehamilan R. Khairiyatul Afiyah; Farida Umamah; Rusdianingseh Rusdianingseh; Fariska Zata Amani
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA Vol. 2 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : BERKARYA DAN MENGABDI
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/snpm.v2i1.1017

Abstract

Ibu dengan Kehamilan risiko tinggi adalah ibu hamil yang mempunyai risiko atau bahaya yang lebih besar pada kehamilan/persalinan dibandingkan dengan kehamilan atau persalinan normal. Kondisi ini bisa disebabkan karena komplikasi saat kehamilan namun bisa juga disebabkan oleh suatu kondisi medis yang sudah ibu miliki sejak sebelum hamil. Kehamilan risiko tinggi merupakan salah satu penyebab tingginya angka kematian. Tujuan kegiatan ini adalah Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat tentang kehamilan risiko tinggi serta perawatannya, Metode yang diterapkan dalam pengabdian masyarakat ini adalah model edukasi dan memberikan keterampilan kepada kader, ibu hamil dan keluarga dan setelah satu bulan dievaluasi hasil pre dan post pemberian edukasi. Hasil analisa data dengan menggunakan uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test didapatkan hasil p value < 0,05 yang berarti ada perbedaan pengetahuan dan keterampilan pre dan post pemberian edukasi dan keterampilan. Hasil dari kegiatan didapatkan bahwa pengetahuan dan keterampilan tentang kehamilan risiko tinggi serta perawatannya pada kader, ibu hamil dan keluarga sebelum diberikan intervensi 37% kurang, 14,8% cukup. Hasil post pemberian edukasi dan keterampilan didapatkan hasil 18,5% cukup dan 29,6% baik. Pemberian edukasi dan keterampilan tentang perawatan kehamilan risiko tinggi bermanfaat meningkatkan perilaku sehat dalam merawat kehamilan. Pengetahuan merupakan faktor utama dalam merubah perilaku untuk mencapai derajat kesehatan ibu hamil yang optimal dan hal ini sesuai dengan konsep dari Theory Planned of Behavior. Kesimpulan dalam kegiatan ini adalah pemberian edukasi dan keterampilan dapat mempengaruhi perilaku sehat yaitu ibu hamil dan keluarga mampu merawat dirinya selama kehamilan. Keterlibatan keluarga dan kader kesehatan sangat berpengaruh dalam mewujudkan perilaku tersebut dengan cara berkolaborasi dengan baik dengan tim kesehatan. Keterlibatan masyarakat dan keluarga berperan penting dalam mengurangi bahaya kehamilan risiko tinggi pada ibu hamil dan dukungan petugas kesehatan merupakan kunci keberhasilan mewujudkan keberhasilan program pemerintah dalam mengurangi Angka Kematian Ibu Hamil dan Bayi.
PENINGKATAN EFIKASI DIRI IBU DALAM MEMPERSIAPKAN PERSALINAN GENTLE BIRTH Fritria Dwi Anggraini; Nur Zuwariyah; Nur Masruroh; Farida Umamah; Fariska Zata Amani
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023): Volume 4 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i3.18181

Abstract

Banyak persalinan yang berakhir dengan induksi dan seksio cesaria (SC). Salah satu penyebab tertinggi SC yaitu partus lama, dimana partus lama sangat dipengaruhi faktor ibu yaitu kondisi psikologis seperti kecemasan berlebihan dan ibu merasa tidak mampu melahirkan secara normal. Stress, kecemasan dan kekhawatiran adalah faktor-faktor yang berkontribusi terhadap persepsi nyeri yang mempengaruhi persalinan dan pengalaman atau trauma melahirkan. Pengabdian masyarakat yang dilakukan dengan melakukan edukasi guna meningkatkan pengetahuan dan self efikasi ibu hamil serta bagi kader kesehatan agar bisa selalu memotivasi ibu. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah dengan memberikan penyuluhan Kesehatan tentang gentle birth dan self efikasi pada ibu hamil. Kegiatan ini dilaksanakan selama 3 minggu dan diikuti oleh 30 ibu hamil dan kader kesehatan. Sebelum diberikan edukasi, dilakukan pre test dan post test mengenai gentle birth dan self efikasi. Didapatkan hampir seluruhnya 97% ibu hamil dan kader memiliki tingkat pengetahuan dan self efikasi yang baik setelah dilakukan edukasi. Seorang Ibu hamil yang mampu mempersiapkan dan meyakinkan dirinya secara terus menerus untuk dapat melaksanakan persalinan gentle birth maka akan cukup besar peluangnya untuk berhasil dalam melaksanakan persalinan gentle birth
Pemberian Blended Aromaterapi Lemon dan Sereh Untuk Meningkatkan Kualitas Tidur Pada Ibu Hamil Trimester III Fritria Dwi Anggraini; Yunik Windarti; Nanik Handayani; Farida Umamah; Fariska Zata Amani
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i1.3774

Abstract

Abstract During the pregnancy process there are changes in anatomical physiology which result in discomfort, especially in the third trimester of pregnancy, such as sleep disturbances and anxiety before delivery, especially during the current Covid 19 pandemic, where many policies have changed regarding family assistance during the birth process. The purpose of this community service activity is to reduce anxiety complaints and sleep disturbances in third trimester pregnant women. The method is to provide complementary midwifery care in the form of inhalation aromatherapy using a diffuser (Essential oil diffuser blend aromatherapy is given directly when the mother makes a visit and then is evaluated, if complaints decrease or the mother feels more relaxed assistance can be continued by the mother at home. Evaluation of the results of community service through The success of providing care will be measured by measuring the degree of morning sickness which will be measured before and after the administration of aromatherapy is carried out. The instrument that uses the sleep quality questionnaire is the Pittsburg Sleep Quality Index (PSQI). This community service activity found that aromatherapy can effectively improve the sleep quality of pregnant women. Evidenced by an increase in good sleep quality from 35.7% before giving aromatherapy to 78.6% after giving aromatherapy. This step is not only effective but also very practical, easy and can be done by pregnant women themselves or their families. Keywords: Aromatheraphy;Lemon and lemongrass;Sleep Quality Abstrak Proses kehamilan terjadi perubahan anatomi fisiologi yang mengakibatkan ketidaknyamanan terutama pada kehamilan trimester III, seperti gangguan istirahat tidur dan kecemasan menjelang persalinan, terlebih pada kondisi pandemi Covid 19 seperti yang terjadi saat ini, dimana banyak perubahan kebijakan terkait pendampingan keluarga saat proses persalinan. Tujuan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini untuk mengurangi keluhan cemas dan gangguan tidur pada ibu hamil trimester III. Metode dengan memberikan asuhan kebidanan komplementer berupa pemberian aromaterapi inhalasi menggunakan diffuser (Essential oil diffuser blend aromatherapy diberikan secara langsung saat ibu melakukan kunjungan dan kemudian di evaluasi, jika keluhan berkurang atau ibu merasa lebih rileks asuhan dapat dilanjutkan oleh ibu di rumah. Evaluasi hasil pengabdian masyarakat melalui pemberian asuhan akan di ukur keberhasilannya melalui pengukuran derajat morning sickness yang akan di ukur sebelum dan setelah pemberian aromaterapi dilakukan. Instrumen menggunakan kuesioner kualitas tidur adalah Pittsburg Sleep Quality Index (PSQI). Kegiatan pengabdian masyarakat ini didapatkan bahwa aromaterapi efektif dapat memperbaiki kualitas tidur ibu hamil. Dibuktikan dengan peningkatan kualitas tidur baik dari 35,7% saat sebelum pemberian aromatherapy menjadi 78,6% setelah pemberian aromatherapy. Langkah ini selain efektif juga sangat praktis, mudah dan dapat dilakukan oleh ibu hamil sendiri sendiri ataupun keluarga. Kata Kunci: Aromatheraphy;lemon dan sereh;kualitas tidur
Kesehatan Optimal di Masa Kehamilan Melalui Kegiatan Olahraga dan Rekreasi di Wilayah Kerja Puskesmas Banyu Urip Surabaya R. Khairiyatul Afiyah; Farida Umamah; Rusdianingseh
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : MEMAKSIMALKAN POTENSI
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/snpm.v3i1.1294

Abstract

Rutinitas olahraga dan rekreasi pada ibu hamil banyak terganggu oleh pandemi, terutama di daerah metropolitan Kegiatan rekreasi bertujuan mempererat ikatan ibu dan janin sebelum kelahiran, serta liburan saat hamil juga membantu menghalau stres yang rentan menyerang. Waktu yang paling tepat saat melakukan liburan atau rekreasi yaitu ketika usia kehamilan memasuki trimester kedua, atau ketika usia kandungan antara 20-30 minggu dan disarankan ibu hamil pada waktu melakukan perjalanan setidaknya 2 jam sekali berhenti untuk mengurangi tekanan. Tujuan kegiatan ini adalah Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil dan masyarakat tentang pentingnya olahraga dan rekreasi di masa kehamilan. Metode yang diterapkan dalam pengabdian masyarakat ini adalah model edukasi dan memberikan keterampilan kepada kader, ibu hamil dan keluarga dan setelah satu bulan dievaluasi hasil pre dan post pemberian edukasi. Hasil analisa data dengan menggunakan uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test didapatkan hasil p value < 0,05 yang berarti ada perbedaan pengetahuan dan keterampilan pre dan post pemberian edukasi dan keterampilan. Hasil dari kegiatan didapatkan bahwa pengetahuan dan keterampilan tentang pentingnya olahraga dan rekreasi di masa kehamilan ibu hamil, keluarga dan kader sebelum diberikan intervensi 50 % kurang dan 50 % cukup. Hasil sesudah pemberian edukasi dan keterampilan didapatkan hasil 25% cukup dan 75 % baik. Pemberian edukasi dan keterampilan tentang tentang pentingnya olahraga dan rekreasi di masa kehamilan bermanfaat meningkatkan perilaku sehat dalam merawat kehamilan. Pengetahuan merupakan faktor utama dalam merubah perilaku untuk mencapai derajat kesehatan ibu hamil yang optimal dan hal ini sesuai dengan konsep dari Theory Planned of Behavior. Kesimpulan dalam kegiatan ini adalah pemberian edukasi dan keterampilan dapat mempengaruhi perilaku sehat yaitu ibu hamil dan keluarga mampu merawat dirinya selama kehamilan. Keterlibatan keluarga dan kader kesehatan sangat berpengaruh dalam mewujudkan perilaku tersebut dengan cara berkolaborasi dengan baik dengan tim kesehatan.
THE EFFECT OF COMBINATION PROGRESSIVE MUSCLE RELAXATION AND MUSIC THERAPY ON BLOOD PRESSURE AND PULSE IN PATIENTS WITH PRIMARY HYPERTENSION IN BABATAN RT 07 RW 01 SURABAYA Mayangsari, Vandarina Dwi; Septianingrum, Yurike; Khamida, Khamida; Umamah, Farida
Nurse and Holistic Care Vol. 2 No. 1 (2022): Nurse and Holistic Care
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/nhc.v2i1.3029

Abstract

Background: Hypertension is one of the causes of death in the world, which is also called a "silent killer". Hypertension does not cause symptoms in patients, but the incidence of hypertension as much as 90% is the event of primary hypertension. Hypertention that is not handled can be causing stroke, infarction myocardial, kidney failure and enselopathy. Objective: The study purpose aimed to analyse the effect of a combination of progressive muscle relaxation and music therapy on blood pressure and pulse in patients with primary hypertension in Babatan RT 07 RW 01 Surabaya. Methods: This research used Quasi-experiment with the design of a Non-equivalent Control Group Design. The population consists of 38 people with primary hypertension. The samples of 32 respondents with primary hypertension using nonprobability sampling with purposive sampling technique which was then divided into 2 groups, each of 16 respondents. Independent variable was a combination of progressive muscle relaxation and music therapy, while the dependent variables were blood pressure and pulse. The research instrument used a stethoscope, sphygmomanometer, and stopwatch for a pulse, and observation sheets to record the blood pressure and pulse results. Data analysis was using the paired t-test and independent t-test tests. Result: The results showed that there were differences in blood pressure and pulse in the treatment and control groups before and after the intervention of progressive muscle relaxation and music therapy relaxation. Conclusion: The independent T-test analysis results are obtained in systole, diastole, and the pulse value of ρ = 0,000 <α = 0.05, so that H0 is rejected means that there is an effect of a combination of progressive muscle relaxation and music therapy on blood pressure and pulse.
EVALUATING THE IMPACT OF EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE (EFT) ON POST-CESAREAN SECTION PAIN MANAGEMENT: A CASE STUDY AT JEMURSARI ISLAMIC HOSPITAL, SURABAYA Maiisa, Khotimatul Chusna; Afiyah, R. Khairiyatul; Umamah, Farida; Kartini, Yanis
Nurse and Holistic Care Vol. 4 No. 1 (2024): Nurse and Holistic Care
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/nhc.v4i1.5132

Abstract

Introduction: Problems that arise during post-cesarean section procedures due to incisions caused by tearing of the abdominal wall tissue and uterine wall can cause changes in continuity so that the mother feels pain due to the surgery. Objective: This study analyzes the impact of the Emotional Freedom Technique (EFT) therapy on managing post-cesarean section pain in a patient at Jemursari Islamic Hospital, Surabaya. Methods: The research employed a case study design focusing on a single patient, Mrs. M, with acute post-operative pain. Data collection methods included assessment, observation, anamnesis, and interviews. The EFT intervention was administered once daily for three consecutive days, with each session lasting 30 minutes. Results: The results indicated a reduction in pain intensity from a score of 4 to 2 on the pain scale. Conclusions: While these findings suggest that EFT may be an effective non-pharmacological pain management tool, the study’s limitations—including the small sample size and absence of a control group—necessitate further research with larger, controlled trials to validate these results.
ANALYSIS OF NURSING CARE WITH THE APPLICATION OF THERMOTHERAPY TO OVERCOME PAIN ACUTE PROBLEMS AMONG ACUTE CORONARY SYNDROME PATIENTS AT ICU RSI JEMURSARI SURABAYA Handhayani, Riris Dwi; Umamah, Farida; Kamariyah, Nurul; Damawiyah, Siti
Nurse and Holistic Care Vol. 3 No. 3 (2023): Nurse and Holistic Care
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/nhc.v3i3.5218

Abstract

Background: Acute Coronary Syndrome (SKA) includes a heart emergency disease with clinical manifestations in the form of feelings of discomfort or chest pain. Objective: The purpose of this study was to analyze the application of thermotherapy in acute coronary syndrome patients to overcome acute pain problems in ICU RSI Surabaya Jemursari. Methods: This research uses a descriptive method of case studies. The subjects used were 1 patient with acute coronary syndrome who had acute pain nursing problems. Thermotherapy is given for 3 days every 15-20 minutes repeated twice a day or every 12 hours. Data were collected by direct interviews with patients and families, observation and physical examination. Data collection methods include assessment, diagnosis, intervention, implementation and evaluation. Result: After nursing care for 3 days with the application of thermotherapy, namely placing a compress bag containing warm water with a temperature of 50 ° C wrapped with a cloth to be attached to the back / posterior, and attaching a warm compress cloth to the patient's chest area for 15-20 minutes repeated 2x or per 12 hours making the pain felt by the patient can decrease until it does not feel evidenced by complaints of decreased pain, Grimacing decreases, restlessness decreases, difficulty sleeping decreases, pulse frequency improves, breathing patterns improve. Conclusion: The application of thermotherapy has proven effective in reducing acute pain in the chest in patients with acute coronary syndrome. For health services, this research can be applied in nursing services professionally in improving nursing care comprehensively, making thermotherapy one of the non-pharmacological therapies to overcome acute pain.
PENGEMBANGAN POLINDES MENJADI LAKTASI CENTER DI DESA KARANG ENTANG, KWANYAR, BANGKALAN, MADURA Fauziyatun Nisa; Farida Umamah; Paramitha Nerisafitra
Jurnal Penamas Adi Buana Vol 8 No 01 (2024): Jurnal Penamas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/penamas.vol8.no01.a9569

Abstract

Rendahnya capaian ASI eksklusif serta mempertimbangkan dampak kejadian stunting yang dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak sehingga perlu adanya berbagai upaya untuk melakukan terobosan dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Tujuan umum dalam kegiatan ini adalah mendirikan pusat informasi dan fasilitas tata laksana laktasi center yang dikelola oleh kader kesehatan sebagai upaya meningkatkan capaian ASI eksklusif dan status gizi bayi dan balita di desa Karang Entang dalam upaya pemanfaatan Polindes sebagai pusat rujukan kesehatan ibu dan bayi melalui laktasi center. Metode yang digunakan adalah penyuluhan, pelatihan dan pendampingan terkait tata kelola laktasi center (Manajemen laktasi, terapi komplementer dan aplikasi e laktasi) dengan mengukur indikator capaian menggunakan kuesioner pre tes dan post tes. Hasil yang didapat adalah perubahan tingkat pengetahuan sebelum edukasi sebesar 41% baik dan setelah edukasi menjadi 100% tingkat pengetahuan baik. Sedangkan keterampilan ibu dalam memberikan ASI eksklusif serta memberikan kemudahan untuk akses informasi tentang ASI melalui sosialisasi E-laktasi dari 29% menjadi 65%. Kesimpulan kegiatan ini adalah Pengembangan Polindes menjadi Laktasi Center merupakan upaya konkret untuk meningkatkan layanan kesehatan ibu dan anak di wilayah pedesaan.
Efektivitas Pijat Pada Titik Akupuntur Guanyuan (RN4) Dan Qihai (RN6) Terhadap Dismenore Pada Siswi SMKN 1 Surabaya Afiyah, Raden Khairiyatul; Umamah, Farida
JURNAL NERS LENTERA Vol. 7 No. 2 (2019): September
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v7i2.2131

Abstract

Menstrual pain (dysmenorrhea) in students may interference daily activities. Handling menstrual pain (dysmenorrhea) can be done one of them with non-pharmalogical treatment of massage in Guanyuan (RN 4) and Qihai (RN 6) acupunture points. The purpose of this study to find out the effectiveness of massage in Guanyuan (RN 4) and Qihai (RN 6) acupunture points on dismenore in students of SMKN 1 Surabaya. Study design is Pre Experimental approaches One-group pre-post test design, the population 200 students of Class of XI with the number of respondents 100 who has menstrual pain (dysmenorrhea) and willing to become respondents. Using cluster sampling technique. The independent variables is massage in Guanyuan (RN 4) and Qihai (RN 6) acupunture points and the dependent variable is menstrual pain (dysmenorrhea). Instrument this study uses questionnaire NRS (Numerical Rating Scale), analysis of data use the Wilcoxon signed rank test with α < 0,05. Study results showed from 100 respondent, most of them The results obtained an average value of the level of menstrual pain (dysmenorrhea) prior to massage at the acupuncture points guanyuan (RN 4) and qihai (RN 6) which is 5.04. After doing massage at the acupuncture points guanyuan (RN 4) and qihai (RN 6) the average value of menstrual pain (dysmenorrhea) is 2.07. Wilcoxon signed rank test got P=0,000 < α = 0,05 so, H0 is rejected, means massage in Guanyuan (RN 4) and Qihai (RN 6) acupunture points is effective for decrasing menstrual pain (dysmenorrhea) on student of SMKN 1 Surabaya. Massage in Guanyuan (RN 4) and Qihai (RN 6) acupunture points effective in decreasing menstrual pain (dysmenorrhea). Expected nurses can participate in providing health education to perform massage in Guanyuan (RN 4) and Qihai (RN 6) acupunture points as a non-pharmalogical therapy in reducing menstrual pain (dysmenorrhea). Keywords: Guanyuan (RN 4) and Qihai (RN 6) acupunture points, Menstrual pain
EDUKASI SUPORTIF MELALUI AUDIO VISUAL TENTANG GENTLE BIRTH UNTUK MENINGKATKAN KESIAPAN IBU MENJELANG PERSALINAN PADA IBU HAMIL TRIMESTER III Anggraini, Fritria Dwi; Zuwariyah, Nur; Masruroh, Nur; Pratama, Aldilia Wyasti; Umamah, Farida; Amani, Fariska Zata
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.38305

Abstract

Kesiapan dalam menghadapi persalinan adalah suatu proses perencanaan persalinan serta antisipasi tindakan yang diperlukan untuk mempersiapkan fisik, psikologis, serta finansial ibu khususnya untuk ibu primigravida yang belum memiliki pengalaman persalinan dan sering merasa takut dan cemas dalam menghadapi persalinan. Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan memberikan edukasi suportif tentang gentle birth dengan menggunakan media audiovisual untuk meningkatkan kesiapan ibu dalam menghadapi persalinan. Kesiaoan dalam hal ini bukan hanya kesiapan fisik namun juga kesiapan psikologis. Kegiatan ini dilaksanakan selama 3 minggu dan diikuti oleh 28 ibu hamil dan pendamping/keluarga. Sebelum diberikan edukasi, dilakukan pre test dan post test mengenai kesiapan persalinan menggunakan RCS (Readiness Childbirth scale). Sebelum diberikan edukasi ddapatkan 67,8% ibu hamil memiliki kesiappan yang baik, setelah dilakukan edukasi jumlah ibu hamil dengan kesiapan yang baik meningkat menjadi 82,1%, dengan skor rata-rata kesiapan meningkat dari 34 menjadi 55. edukasi suportif juga memberikan dukungan kepada ibu untuk melaksanakan persalinan secara gentle birth. Untuk dapat menerapkan gentle birth ibu harus memiliki perencanaan persalinan dan kesiapan diri baik dari segi fisik maupun psikologis ibu sejak kehamilannya.