Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

The Smoking Behavior of Health Workers in Asia: A Literature Review Arif Rahman; Titih Huriah
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 24 No 2 (2021): July
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v24i2.864

Abstract

Health workers are role models in preventing smoking behavior, yet many are smokers themselves. This study reviews and analyzes the smoking behavior of health workers in Asian countries, based on databases such as PubMed, EBSCO, and Google Scholar in 2013–2018. It is shown that the prevalence of smoking amongst health workers was 4.6–44%, with the nursing profession showing a higher level than other health professions and with a higher ratio of male to female smokers. Health workers are aware of the dangers of smoking, including the effects of cardiovascular disease, respiratory disease, oral cancer, atherosclerosis, hypertension, fetal disorders, and infertility. However, the factors that lead to smoking include stress, the influence of friends or family who smoke, and addiction. Health workers are responsible for providing smoking prevention education. However, there are still obstacles to its implementation due to their smoking habits and lack of expertise in educating others. Smoking prohibition policies in the workplace, the training of health workers, and smoking prevention service facilities need to be considered by Asian countries to prevent smoking. Abstrak Analisis Perilaku Merokok pada Petugas Kesehatan di Asia: Literatur Review. Petugas kesehatan merupakan role model dalam pencegahan perilaku merokok, akan tetapi masih banyak petugas kesehatan yang merokok. Studi ini meninjau dan menganalisis perilaku merokok petugas kesehatan di negara-negara Asia, bersumber pada basis data seperti PubMed, EBSCO, dan Google Scholar, tahun 2013–2018. Hasil studi menunjukkan perilaku merokok petugas kesehatan memiliki prevalensi sebesar 4,6–44% dengan profesi keperawatan menunjukkan tingkat yang lebih tinggi daripada profesi kesehatan lainnya, dan dengan rasio perokok laki-laki lebih tinggi dari perokok perempuan. Petugas kesehatan menyadari bahaya merokok dan dampak penyakitnya seperti penyakit kardiovaskuler, penyakit pernapasan, kanker mulut, aterosklerosis, hipertensi, gangguan janin, dan kemandulan. Faktor yang memengaruhi merokok adalah stres, pengaruh teman atau keluarga yang merokok, dan kecanduan. Petugas kesehatan bertanggung jawab untuk memberikan pendidikan pencegahan merokok. Namun, masih terdapat kendala dalam pelaksanaannya karena kebiasaan pribadi merokok mereka dan kurangnya keahlian dalam mendidik orang lain. Kebijakan larangan merokok di tempat kerja, pelatihan tenaga kesehatan, dan fasilitas layanan pencegahan merokok perlu diperhatikan oleh negara-negara Asia untuk pencegahan perilaku merokok. Kata kunci: perilaku merokok, petugas kesehatan, role model
Analisis Persepsi Masyarakat Dengan Sikap Memilih Pengobatan Tradisional Lo’i Keta Daripada Ke Rumah Sakit Di Era Pandemi Covid-19 Junai din; Sri yuliana; Arif rahman
Citra Delima Scientific journal of Citra Internasional Institute Vol. 5 No. 2 (2022): Citra Delima Scientific journal of Citra Internasional Institute
Publisher : Institut Citra Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33862/citradelima.v5i2.261

Abstract

Covid-19 pandemic era change people’s behavior looking for alternative medicine to increase body immunity in prevention Covid-19 transmission. Lo’i Keta is tradisional medicine trusted by society as prevention and treatment various diseases and increase the body’s immunity moment Covid-19 pandemic. This research to analyze perception and people’s attitudes in choosing treatment traditional Lo’i Keta during the Covid-19 pandemic. The research is qualitative using purposive sampling. A sample of 15 participants. Results: return of behavior drug consuption traditional Lo’i Keta during the Covid-19 pandemic, for fear infected with covid in healt facilities. Lo’i Keta can be trusted increase body immunity, safe to use and easy to get by society. Utilization of Lo’i Keta trusted by society as prevention and treatment skin disease, boils (furucles), water defect (varicella) Gastritis, Liver, Cancer, Fever and increase antibody immunity. How to use Lo’i Keta that is drink, chewed and covered at the site of the disease. Usage optimazation Lo’i Keta tradisional medicine need to be tested in the laboratory to find out the content of Lo’i Keta.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Remaja Tentang HIV-AIDS Arif rahman; Nurul Jannah; Aya tullah
Citra Delima Scientific journal of Citra Internasional Institute Vol. 6 No. 2 (2023): Citra Delima Scientific journal of Citra Internasional Institute
Publisher : Institut Citra Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33862/citradelima.v6i2.331

Abstract

HIV(Human Immunodeviciency Virus) is a major global health problem has taken its toll died 40.1 lives so far. Indonesian Health Ministry recorded HIV cases in 2021 as many as 36.902 cases, majority patients are of productive age. Health education plays an important role in early HIV prevention. The purpose of this research to analyze the influence of health promotion on knowledge and attitudes of adolescents about HIV-AIDS. This research is a pre-Experimental study using One Group Pre-test-Post-Test Design. The research sample was 73 student. Knowledge level research results shows that respondents who have a high level of Pre-Test knowledge are 41.1% and Post-Tes results have increased are 61.6%, and respondents who have a low level of knowledge Pre-Test are 58.9% and Post-Test result. In respondents who have a positive attitude Pre-Test are 52.1% and Post-Test results have an increase are 71.2%. And respondents who have a low attitude Pre-Test are 47.9% and Post-Test results have decreased to 28.8%. Based on the Paired T-Test test, the level of knowledge and attitudes of adolescents towards HIV-AIDS before and after health promotion obtained each Asymptotic Significance Two Tails value or P Value are 0.000 <0.05. It is hoped that health education in schools can be carried out routinely to increase students' knowledge and attitudes in preventing HIV-AIDS.
Discharge Planning dan Dukungan Keluarga Terhadap Kualitas Hidup Pasien Stroke: Penelitian Cross-Sectional Jannah, Nurul; Rahman, Arif; Anugrah, Anas Kiki; Kadafi, Amirul; M, Renaldi; Gandhi, Gina Sonia
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 4 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss4.2125

Abstract

Perawat memiliki peran penting dalam memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif, termasuk melalui pelaksanaan discharge planning. Discharge planning adalah proses sistematis untuk membantu pasien dan keluarga mengidentifikasi kebutuhan serta menyusun rencana perawatan setelah pasien pulang dari rumah sakit. Hal ini sangat penting bagi pasien stroke yang memerlukan perawatan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan discharge planning dan dukungan keluarga dengan peningkatan kualitas hidup pasien stroke di Ruang Rawat Inap RSUD Bima Tahun 2025. Desain penelitian menggunakan cross sectional dengan 30 pasien stroke yang dipilih melalui accidental sampling. Data diperoleh menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara discharge planning dengan kualitas hidup pasien stroke (ρ = 0,011) dan terdapat hubungan signifikan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien stroke (ρ = 0,004). Dengan demikian, Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan: Discharge planning dan dukungan keluarga berhubungan secara signifikan dengan peningkatan kualitas hidup pasien stroke, sehingga dengan meningkatkan mutu discharge planning secara terstruktur dan dukungan dari keluarga diharapkan lebih aktif memberikan dukungan serta rumah sakit perlu memperkuat edukasi berkelanjutan bagi pasien stroke.
Edukasi dan Pendampingan sebagai Upaya Peningkatan Literasi Kesehatan HIV/AIDS dalam Pencegahan Dini pada Siswa SMP 3 Monta Anas Kiki Anugrah; Nurul Jannah; Muh. Nur Syamsu; Muhammad Ifadh Arifqy Jayusman; Arif Rahman
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 7 No 2 (2026): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v7i2.1416

Abstract

HIV/AIDS masih menjadi masalah kesehatan masyarakat global yang serius. Data UNAIDS menunjukkan sekitar 39 juta orang hidup dengan HIV di dunia, dengan jutaan infeksi baru setiap tahun. Di Indonesia, laporan Kementerian Kesehatan RI mencatat lebih dari 500.000 kasus kumulatif HIV, dengan banyak kasus terjadi pada usia muda produktif. Kondisi ini menunjukkan pentingnya pencegahan sejak usia sekolah melalui peningkatan literasi kesehatan yang terstruktur dan berbasis bukti. Remaja awal, termasuk siswa SMP, berada pada fase dengan rasa ingin tahu tinggi dan paparan media digital yang meningkat. Namun, literasi kesehatan tentang HIV/AIDS masih rendah, disertai miskonsepsi tentang penularan dan stigma terhadap ODHA, sehingga diperlukan edukasi yang tepat. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan literasi kesehatan siswa SMP tentang HIV/AIDS sebagai upaya pencegahan dini. Kegiatan dilaksanakan pada 6 Februari 2026 di SMP 3 Monta dengan melibatkan 30 siswa menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) melalui edukasi dan pendampingan. Evaluasi menggunakan kuesioner pre-test dan post-test dan dianalisis dengan uji paired sample t-test. Hasil menunjukkan peningkatan skor pengetahuan dari 5,67 (SD=1,156) menjadi 8,47 (SD=1,252) dengan p-value <0,001. Kegiatan ini diharapkan memperkuat pencegahan primer melalui edukasi HIV/AIDS yang ilmiah, interaktif, dan ramah remaja.
Peningkatan Penerapan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) Berbasis Masyarakat Arif Rahman; Nurul Jannah; Imam Fajlurrahman; Anas kiki Anugrah
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i1.3915

Abstract

Manajemen Terpadu Balita Sakit merupakan strategi komprehensif yang dikembangkan untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian balita melalui penilaian terpadu, klasifikasi kasus, serta tata laksana awal yang tepat. Namun, penerapannya di tingkat komunitas masih menghadapi berbagai kendala, terutama keterbatasan kapasitas kader dan rendahnya pemahaman ibu balita. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan penerapan Manajemen Terpadu Balita Sakit Berbasis Masyarakat di Desa Penapali melalui pelatihan kader, edukasi ibu balita, simulasi penilaian balita sakit, dan pendampingan posyandu. Metode yang digunakan adalah pemberdayaan masyarakat dengan tahapan persiapan, pelatihan, edukasi, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Kegiatan dilaksanakan pada November 2025 dengan melibatkan 15 kader posyandu dan 30 ibu balita. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan dan keterampilan kader, ditandai dengan peningkatan nilai pengetahuan dari rata-rata 56 menjadi 87 serta kemampuan penilaian balita sakit yang mencapai 90% ketepatan. Pengetahuan ibu balita juga meningkat dari 48% menjadi 82%, khususnya terkait pengenalan tanda bahaya dan perawatan awal di rumah. Pendampingan posyandu berdampak pada peningkatan kualitas pelayanan, cakupan kunjungan balita, dan ketepatan rujukan. Kegiatan ini membuktikan bahwa penerapan Manajemen Terpadu Balita Sakit Berbasis Masyarakat secara terstruktur mampu memperkuat kapasitas kader dan ibu balita serta meningkatkan mutu pelayanan kesehatan anak di tingkat komunitas.
Hubungan Pola Konsumsi Garam Dan Aktivitas Fisik Dengan Kejadian Hipertensi Pada Masyarakat Pesisir Supriadin; Imam Fajlurrahman; Arif Rahman; Anas Kiki Anugrah
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1476

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang prevalensinya terus meningkat dan menjadi faktor risiko utama penyakit kardiovaskular, stroke, serta penyakit ginjal. Kejadian hipertensi dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik yang tidak dapat dimodifikasi maupun faktor gaya hidup. Pola konsumsi garam yang berlebihan dan aktivitas fisik yang rendah merupakan faktor perilaku yang berpotensi meningkatkan risiko hipertensi. Masyarakat pesisir memiliki karakteristik sosial, budaya, dan pola konsumsi yang beragam, termasuk kebiasaan mengonsumsi makanan yang diawetkan atau diolah dengan kandungan garam tinggi. Oleh karena itu, identifikasi hubungan pola konsumsi garam dan aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi penting dilakukan sebagai dasar upaya pencegahan dan pengendalian hipertensi di masyarakat pesisir. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pola konsumsi garam dan aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi pada masyarakat pesisir. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan pada masyarakat pesisir di salah satu wilayah pesisir Indonesia. Populasi penelitian adalah masyarakat dewasa yang tinggal di wilayah pesisir. Sampel penelitian berjumlah 120 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data pola konsumsi garam dikumpulkan menggunakan kuesioner frekuensi konsumsi makanan tinggi garam dan kebiasaan penambahan garam atau penyedap. Aktivitas fisik diukur menggunakan International Physical Activity Questionnaire (IPAQ). Tekanan darah diukur menggunakan tensimeter sesuai prosedur standar. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil: Berdasarkan data simulasi, sebanyak 67 responden (55,8%) memiliki pola konsumsi garam tinggi dan 53 responden (44,2%) memiliki pola konsumsi garam rendah. Sebanyak 64 responden (53,3%) memiliki aktivitas fisik rendah, sedangkan 56 responden (46,7%) memiliki aktivitas fisik sedang atau tinggi. Sebanyak 54 responden (45,0%) mengalami hipertensi. Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pola konsumsi garam dengan kejadian hipertensi (p = 0,003) dan terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi (p = 0,012). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pola konsumsi garam dan aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi pada masyarakat pesisir. Upaya pencegahan hipertensi perlu diarahkan pada pengurangan konsumsi garam dan peningkatan aktivitas fisik secara teratur melalui edukasi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat.