Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Efektivitas Pemantauan Tekanan Darah Berbasis Aplikasi Mobile dalam Mencegah Krisis Hipertensi pada Pasien Rawat Inap Supriadin
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2619

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas global. Salah satu komplikasi yang berbahaya adalah krisis hipertensi, yaitu peningkatan tekanan darah mendadak ≥180/120 mmHg yang dapat mengancam jiwa. Pasien hipertensi yang dirawat inap memiliki risiko tinggi mengalami fluktuasi tekanan darah akibat kondisi penyakit yang mendasari, terapi obat, dan faktor psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pemantauan tekanan darah berbasis aplikasi mobile dalam menurunkan kejadian krisis hipertensi pada pasien rawat inap. Penelitian menggunakan desain quasi-experiment dengan kelompok intervensi (n=30) yang dipantau menggunakan aplikasi mobile dan kelompok kontrol (n=30) dengan metode pencatatan manual. Tekanan darah diukur setiap 4 jam selama perawatan. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square dan uji t independen. Kelompok intervensi hanya mengalami 1 kasus krisis hipertensi (3,3%), sedangkan kelompok kontrol mengalami 7 kasus (23,3%) (p=0,018). Rata-rata tekanan darah sistolik pada kelompok intervensi lebih rendah signifikan dibandingkan kelompok kontrol (135 mmHg vs. 145 mmHg, p=0,04). Pemantauan tekanan darah berbasis aplikasi mobile efektif mencegah krisis hipertensi, meningkatkan kepatuhan pemantauan tekanan darah, dan mempercepat respon tenaga kesehatan. Rekomendasi: Rumah sakit disarankan mengadopsi aplikasi mobile sebagai bagian dari manajemen pasien hipertensi di ruang rawat inap.
PRODUKSI RUMPUT LAUT UNTUK MENCEGAH RISIKO DIABETES DAN PEMBERDAYAAN KELUARGA PADA KELUARGA NONPRODUKTIF DI KECAMATAN LANGGUDU Supriadin Supriadin
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 6 (2025): Vol. 6 No. 6 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i6.55759

Abstract

Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat dan dipengaruhi oleh pola konsumsi masyarakat. Rumput laut merupakan bahan pangan lokal yang kaya serat, antioksidan, dan senyawa bioaktif yang berpotensi membantu mengendalikan kadar glukosa darah. Di sisi lain, banyak keluarga nonproduktif di Kecamatan Langgudu yang memiliki keterbatasan akses ekonomi dan belum memanfaatkan potensi sumber daya lokal secara optimal. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang manfaat rumput laut dalam pencegahan risiko diabetes sekaligus memberdayakan keluarga nonproduktif melalui pelatihan produksi dan pengolahan rumput laut. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan, pelatihan teknis produksi dan pengolahan rumput laut, pendampingan, serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta tentang pencegahan diabetes, keterampilan produksi rumput laut, serta munculnya peluang usaha berbasis keluarga. Program ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap peningkatan kesehatan dan kemandirian ekonomi keluarga di Kecamatan Langgudu.
Hubungan Pola Konsumsi Garam Dan Aktivitas Fisik Dengan Kejadian Hipertensi Pada Masyarakat Pesisir Supriadin; Imam Fajlurrahman; Arif Rahman; Anas Kiki Anugrah
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1476

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang prevalensinya terus meningkat dan menjadi faktor risiko utama penyakit kardiovaskular, stroke, serta penyakit ginjal. Kejadian hipertensi dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik yang tidak dapat dimodifikasi maupun faktor gaya hidup. Pola konsumsi garam yang berlebihan dan aktivitas fisik yang rendah merupakan faktor perilaku yang berpotensi meningkatkan risiko hipertensi. Masyarakat pesisir memiliki karakteristik sosial, budaya, dan pola konsumsi yang beragam, termasuk kebiasaan mengonsumsi makanan yang diawetkan atau diolah dengan kandungan garam tinggi. Oleh karena itu, identifikasi hubungan pola konsumsi garam dan aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi penting dilakukan sebagai dasar upaya pencegahan dan pengendalian hipertensi di masyarakat pesisir. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pola konsumsi garam dan aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi pada masyarakat pesisir. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan pada masyarakat pesisir di salah satu wilayah pesisir Indonesia. Populasi penelitian adalah masyarakat dewasa yang tinggal di wilayah pesisir. Sampel penelitian berjumlah 120 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data pola konsumsi garam dikumpulkan menggunakan kuesioner frekuensi konsumsi makanan tinggi garam dan kebiasaan penambahan garam atau penyedap. Aktivitas fisik diukur menggunakan International Physical Activity Questionnaire (IPAQ). Tekanan darah diukur menggunakan tensimeter sesuai prosedur standar. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil: Berdasarkan data simulasi, sebanyak 67 responden (55,8%) memiliki pola konsumsi garam tinggi dan 53 responden (44,2%) memiliki pola konsumsi garam rendah. Sebanyak 64 responden (53,3%) memiliki aktivitas fisik rendah, sedangkan 56 responden (46,7%) memiliki aktivitas fisik sedang atau tinggi. Sebanyak 54 responden (45,0%) mengalami hipertensi. Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pola konsumsi garam dengan kejadian hipertensi (p = 0,003) dan terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi (p = 0,012). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pola konsumsi garam dan aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi pada masyarakat pesisir. Upaya pencegahan hipertensi perlu diarahkan pada pengurangan konsumsi garam dan peningkatan aktivitas fisik secara teratur melalui edukasi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat.
Dampak Dukungan Keluarga Terhadap Pengendalian Tekanan Darah Pada Pasien Stroke Rawat Jalan Supriadin; Imam Fajlurrahman; Zulkarnain Zulkarnain; Amirul Kadafi
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1477

Abstract

Latar Belakang: Stroke merupakan salah satu penyakit tidak menular yang dapat menyebabkan gangguan fungsi neurologis dan membutuhkan perawatan jangka panjang. Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko utama stroke dan juga dapat menjadi masalah yang berkelanjutan setelah pasien mengalami stroke. Pengendalian tekanan darah pada pasien stroke rawat jalan membutuhkan kepatuhan terhadap pengobatan, pola hidup sehat, pemeriksaan tekanan darah secara rutin, dan dukungan keluarga. Keluarga memiliki peran penting dalam membantu pasien menjalankan pengobatan dan mempertahankan perilaku kesehatan. Dukungan keluarga yang baik diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pasien dalam mengendalikan tekanan darah dan mencegah terjadinya stroke berulang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan dukungan keluarga dengan pengendalian tekanan darah pada pasien stroke rawat jalan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan pada pasien stroke yang menjalani rawat jalan di salah satu fasilitas pelayanan kesehatan. Sampel penelitian berjumlah 100 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Dukungan keluarga diukur menggunakan kuesioner yang mencakup dukungan emosional, informasional, instrumental, dan penghargaan. Pengendalian tekanan darah dinilai berdasarkan hasil pengukuran tekanan darah dan status tekanan darah pasien. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil: Berdasarkan data simulasi, sebanyak 62 responden (62,0%) memperoleh dukungan keluarga baik dan 38 responden (38,0%) memperoleh dukungan keluarga kurang. Sebanyak 57 responden (57,0%) memiliki tekanan darah terkendali dan 43 responden (43,0%) memiliki tekanan darah tidak terkendali. Hasil analisis menunjukkan bahwa pasien dengan dukungan keluarga baik lebih banyak memiliki tekanan darah terkendali dibandingkan pasien dengan dukungan keluarga kurang. Uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan pengendalian tekanan darah pada pasien stroke rawat jalan (p = 0,001). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan pengendalian tekanan darah pada pasien stroke rawat jalan. Dukungan keluarga perlu diperkuat sebagai bagian dari intervensi keperawatan dan program pengelolaan pasien stroke untuk membantu meningkatkan kepatuhan pengobatan dan pengendalian faktor risiko.