Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Hubungan Motivasi Perawat Dengan Tingkat Kepatuhan Perawat Dalam Melaksanakan Prosedur Tetap Pemasangan Infus Di IGD RSUD Bima . Supriadin; Sri Yuliana
PEDAGOGOS : Jurnal Pendidikan Vol 3 No 2 (2021): Pedagogos : Jurnal Pendidikan
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/gg.v3i2.555

Abstract

Motivasi adalah suatu kebutuhan yang mendorong seseorang untuk melakukan serangkaian kegiatan yang mengarah ketercapaiannya tujuan tertentu. Hal ini menimbulkan motivasi suatu variabel yang ikut campur dalam faktor-faktor yang mengelola , membangkitkan, mempertahankan, dan menyalurkan tingkah laku menuju suatu sasaran. Kepatuhan merupakan sejauh mana perilaku seseorang atau pasien sesuai dengan ketentuan yang diberikan oleh professional kesehatan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan motivasi perawat dengan tingkat kepatuhan perawat dalam melaksanakan prosedur tetap pemasangan infus di IGD RSUD Bima. Instrumen pengumpulan data Motivasi pada penelitian ini menggunakan kousioner, sedangkan pengumpulan data kepatuhan perawat menggunakan observasi langsung pemasangan infus, Populasi dalam penelitian ini semua perawat di IGD RSUD Bima yang berjumlah 25 orang. Tehnik pengambilan sampel total sampling dengan design cross sectional. Hasil penelitian didapatkan perawat dengan motivasi baik sebanyak 14 orang dan cukup sebanyak 11 orang, tingkat kepatuhan sebanyak 13 orang dan tidak patuh sebanyak 12 orang. Sesuai dengan hasil perhitungan menggunakan SPSS 16 for windows untuk n = 25 didapatkan uji chi square tingkat penerimaan p< 0,05 dengan didapat hasil α = 0,028. Artinya Ha diterima sehingga terdapat hubungan yang bermakna motivasi perawat dengan tingkat kepatuhan perawat dalam melaksanakan prosedur tetap pemasangan infus, sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin baik motivasi perawat maka semakin patuh perawat dalam melaksanakan prosedur tetap pemasangan infus. Peneliti menganjurkan kepada petugas kesehatan khususnya perawat, agar melakasanakan pemasangan infus sesuai dengan standar operasional prosedur yang ada di rumah sakit tempat mereka bekerja.
Hubungan Motivasi Perawat Dengan Tingkat Kepatuhan Perawat Dalam Melaksanakan Prosedur Tetap Pemasangan Infus Di IGD RSUD Bima . Supriadin; Sri Yuliana
PEDAGOGOS : Jurnal Pendidikan Vol 3 No 2 (2021): Pedagogos : Jurnal Pendidikan
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.982 KB) | DOI: 10.33627/gg.v3i2.555

Abstract

Motivasi adalah suatu kebutuhan yang mendorong seseorang untuk melakukan serangkaian kegiatan yang mengarah ketercapaiannya tujuan tertentu. Hal ini menimbulkan motivasi suatu variabel yang ikut campur dalam faktor-faktor yang mengelola , membangkitkan, mempertahankan, dan menyalurkan tingkah laku menuju suatu sasaran. Kepatuhan merupakan sejauh mana perilaku seseorang atau pasien sesuai dengan ketentuan yang diberikan oleh professional kesehatan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan motivasi perawat dengan tingkat kepatuhan perawat dalam melaksanakan prosedur tetap pemasangan infus di IGD RSUD Bima. Instrumen pengumpulan data Motivasi pada penelitian ini menggunakan kousioner, sedangkan pengumpulan data kepatuhan perawat menggunakan observasi langsung pemasangan infus, Populasi dalam penelitian ini semua perawat di IGD RSUD Bima yang berjumlah 25 orang. Tehnik pengambilan sampel total sampling dengan design cross sectional. Hasil penelitian didapatkan perawat dengan motivasi baik sebanyak 14 orang dan cukup sebanyak 11 orang, tingkat kepatuhan sebanyak 13 orang dan tidak patuh sebanyak 12 orang. Sesuai dengan hasil perhitungan menggunakan SPSS 16 for windows untuk n = 25 didapatkan uji chi square tingkat penerimaan p< 0,05 dengan didapat hasil α = 0,028. Artinya Ha diterima sehingga terdapat hubungan yang bermakna motivasi perawat dengan tingkat kepatuhan perawat dalam melaksanakan prosedur tetap pemasangan infus, sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin baik motivasi perawat maka semakin patuh perawat dalam melaksanakan prosedur tetap pemasangan infus. Peneliti menganjurkan kepada petugas kesehatan khususnya perawat, agar melakasanakan pemasangan infus sesuai dengan standar operasional prosedur yang ada di rumah sakit tempat mereka bekerja.
Pengaruh Dance Movement Therapy terhadap Perubahan Tekanan Darah pada Lansia Hipertensi Supriadin Supriadin; Agung Waluyo; Rohman Azzam
Journal of Telenursing (JOTING) Vol 1 No 2 (2019): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.182 KB) | DOI: 10.31539/joting.v1i2.511

Abstract

This study aims to determine the effect of dance movement therapy on changes in blood pressure in hypertensive elderly. The research design used a quasi-experimental pre-post control group. The results showed a significant difference in changes in systolic and diastolic blood pressure after being given dance movement therapy (t = 2.781, p = 0.013), t = 2.465, p = 0.025), as well as changes in systolic and diastolic blood pressure after the intervention at control group (t = 1.458, p = 0.163), t = 0.606, p = 0.552). In conclusion, dance movement therapy can significantly reduce systolic blood pressure in hypertensive patients. Keywords: Dance Movement Therapy, Primary Hypertension, Blood Pressure
Pengaruh Terapi Dingin Kompres Es Terhadap Perubaha Intesitas Nyeri Pada Penderita Nyeri Punggung Bawah Di Desa Risa Wilayah Kerja Puskesmas Woha Tahun 2019 Supriadin, Supriadin; Wahidah, Wahidah; Lestari, Ayu Wahyuni
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2024): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v2i3.444

Abstract

Background : Lower back pain is one of the musculoskeletal disorders that often occurs and causes a decrease in work productivity and disability . Low back pain is a major cause of disability that affects work and general well-being. One way to reduce lower back pain is by giving cold compresses to cold compresses. Cold compresses can provide changes to the skin, subcutaneous tissue, kular itramus and temperature in the joints. Method : The research design used in this study was the One Group Pre-Test-Post Test Design. The independent variable is cold compress ice therapy while the dependent variable is low back pain. Sampling was done based on inclusion criteria with a sample of 30 people. Analysis of data using the Wilcoxon Signed Rank Test. Results : After being given cold compress ice therapy, low back pain which was originally severe pain dropped to moderate pain. Conclusion : There is an effect of cold compress ice therapy on changes in low back pain in patients with low back pain in the risa village work area of ​​Woha Puskesmas.
TELENURSING INNOVATION IN EDUCATION TO PREVENT THE INCIDENCE AND COMPLICATIONS OF DIABETES MELLITUS CHANGING THE HEALTH BEHAVIOR OF DIABETES PATIENTS Kurniadi, Kurniadi; Muhtar, Muhtar; Supriadin, Supriadin; Jannah, Nurul; Vitasari, Dian
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 3 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i3.2673

Abstract

Edukasi mencegah kejadian dan komplikasi penyakit DM menggunakan media telenursing dapat menjadi strategi yang efektif untuk meningkatkan perilaku kesehatan penderita DM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak edukasi yang diberikan melalui telenursing terhadap perilaku kesehatan pasien diabetes melitus. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan metode quasi-eksperimen menggunakan rencana pre-test dan post-test dengan desain kelompok kontrol. Jumlah sampel dihitung menggunakan rumus Slovin, dengan total 172 responden yang dibagi menjadi 2 kelompok.  Kelompok intervensi diberikan kegiatan edukasi kesehatan menggunakan aplikasi EGP (edukasi Gadis pendiam) dengan mengirimkan video edukasi tentang DM. Sebaliknya, kelompok kontrol hanya mengikuti arahan normatif yang diberikan oleh pegawai puskesmas tanpa adanya pendekatan edukasi yang lebih mendalam. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Uji yang digunakan adalah Wilcoxon, Fisher Exact, dan McNemar. Perbedaan antara pre dan post test signifikan secara statistik (p = 0,001) yang menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada perilaku kesehatan pada kelompok intervensi. Perbandingan antara kelompok intervensi dan kontrol sebelum diberikan edukasi menunjukkan nilai p=0,000, yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok. Perbandingan antara kelompok intervensi dan kontrol setelah diberikan edukasi menunjukkan nilai p=0,000, yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p=0,001, yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara perilaku kesehatan sebelum dan sesudah diberikan edukasi antara kelompok intervensi dan kontrol. Kesimpulannya, pendidikan memberikan dampak yang signifikan terhadap perilaku kesehatan pada kelompok intervensi dibandingkan dengan kelompok kontrol. Oleh karena itu, disarankan untuk terus melakukan program edukasi yang dapat meningkatkan perilaku kesehatan masyarakat.  
Efektivitas Pemantauan Tekanan Darah Berbasis Aplikasi Mobile dalam Mencegah Krisis Hipertensi pada Pasien Rawat Inap Supriadin
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2619

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas global. Salah satu komplikasi yang berbahaya adalah krisis hipertensi, yaitu peningkatan tekanan darah mendadak ≥180/120 mmHg yang dapat mengancam jiwa. Pasien hipertensi yang dirawat inap memiliki risiko tinggi mengalami fluktuasi tekanan darah akibat kondisi penyakit yang mendasari, terapi obat, dan faktor psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pemantauan tekanan darah berbasis aplikasi mobile dalam menurunkan kejadian krisis hipertensi pada pasien rawat inap. Penelitian menggunakan desain quasi-experiment dengan kelompok intervensi (n=30) yang dipantau menggunakan aplikasi mobile dan kelompok kontrol (n=30) dengan metode pencatatan manual. Tekanan darah diukur setiap 4 jam selama perawatan. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square dan uji t independen. Kelompok intervensi hanya mengalami 1 kasus krisis hipertensi (3,3%), sedangkan kelompok kontrol mengalami 7 kasus (23,3%) (p=0,018). Rata-rata tekanan darah sistolik pada kelompok intervensi lebih rendah signifikan dibandingkan kelompok kontrol (135 mmHg vs. 145 mmHg, p=0,04). Pemantauan tekanan darah berbasis aplikasi mobile efektif mencegah krisis hipertensi, meningkatkan kepatuhan pemantauan tekanan darah, dan mempercepat respon tenaga kesehatan. Rekomendasi: Rumah sakit disarankan mengadopsi aplikasi mobile sebagai bagian dari manajemen pasien hipertensi di ruang rawat inap.
PRODUKSI RUMPUT LAUT UNTUK MENCEGAH RISIKO DIABETES DAN PEMBERDAYAAN KELUARGA PADA KELUARGA NONPRODUKTIF DI KECAMATAN LANGGUDU Supriadin Supriadin
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 6 (2025): Vol. 6 No. 6 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i6.55759

Abstract

Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat dan dipengaruhi oleh pola konsumsi masyarakat. Rumput laut merupakan bahan pangan lokal yang kaya serat, antioksidan, dan senyawa bioaktif yang berpotensi membantu mengendalikan kadar glukosa darah. Di sisi lain, banyak keluarga nonproduktif di Kecamatan Langgudu yang memiliki keterbatasan akses ekonomi dan belum memanfaatkan potensi sumber daya lokal secara optimal. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang manfaat rumput laut dalam pencegahan risiko diabetes sekaligus memberdayakan keluarga nonproduktif melalui pelatihan produksi dan pengolahan rumput laut. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan, pelatihan teknis produksi dan pengolahan rumput laut, pendampingan, serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta tentang pencegahan diabetes, keterampilan produksi rumput laut, serta munculnya peluang usaha berbasis keluarga. Program ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap peningkatan kesehatan dan kemandirian ekonomi keluarga di Kecamatan Langgudu.
Mengungkap Stroke sebagai ‘Silent Killer’ pada Usia Produktif Supriadin Supriadin; Imam Fajlurrahman; Nurul Jannah; Dian Apri Nelyanti; Sri Yuliana
Journal of Telenursing (JOTING) Vol. 8 No. 3 (2026): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/5p769z24

Abstract

This study aims to identify and analyze various risk factors contributing to stroke among productive-age individuals and examine relevant preventive measures for this age group. This study employed a systematic literature review method, examining 70 scientific journals obtained through Google Scholar and PubMed databases. The search was conducted from December 1-3, 2025. Selected articles were evaluated The results indicate that the main risk factors for stroke among productive-age individuals include hypertension, diabetes mellitus, dyslipidemia, an unhealthy lifestyle (smoking, lack of exercise, alcohol consumption), stress, and family history. The majority of stroke cases among productive-age individuals are ischemic. Educational interventions such as counseling, stroke awareness communities, and youth empowerment have proven effective in increasing knowledge and encouraging healthy lifestyle changes. In conclusion, stroke among productive-age individuals is an urgent global health problem that requires urgent attention. A more intensive promotive and preventive approach is needed, including the active role of healthcare workers, especially nurses, as community educators. Early awareness and behavioral change are key to reducing the incidence of stroke among productive-age individuals.   Keywords: Risk Factors, Stroke Patients, Silent Killer Stroke, Young Stroke
Hubungan Pola Konsumsi Garam Dan Aktivitas Fisik Dengan Kejadian Hipertensi Pada Masyarakat Pesisir Supriadin; Imam Fajlurrahman; Arif Rahman; Anas Kiki Anugrah
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1476

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang prevalensinya terus meningkat dan menjadi faktor risiko utama penyakit kardiovaskular, stroke, serta penyakit ginjal. Kejadian hipertensi dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik yang tidak dapat dimodifikasi maupun faktor gaya hidup. Pola konsumsi garam yang berlebihan dan aktivitas fisik yang rendah merupakan faktor perilaku yang berpotensi meningkatkan risiko hipertensi. Masyarakat pesisir memiliki karakteristik sosial, budaya, dan pola konsumsi yang beragam, termasuk kebiasaan mengonsumsi makanan yang diawetkan atau diolah dengan kandungan garam tinggi. Oleh karena itu, identifikasi hubungan pola konsumsi garam dan aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi penting dilakukan sebagai dasar upaya pencegahan dan pengendalian hipertensi di masyarakat pesisir. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pola konsumsi garam dan aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi pada masyarakat pesisir. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan pada masyarakat pesisir di salah satu wilayah pesisir Indonesia. Populasi penelitian adalah masyarakat dewasa yang tinggal di wilayah pesisir. Sampel penelitian berjumlah 120 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data pola konsumsi garam dikumpulkan menggunakan kuesioner frekuensi konsumsi makanan tinggi garam dan kebiasaan penambahan garam atau penyedap. Aktivitas fisik diukur menggunakan International Physical Activity Questionnaire (IPAQ). Tekanan darah diukur menggunakan tensimeter sesuai prosedur standar. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil: Berdasarkan data simulasi, sebanyak 67 responden (55,8%) memiliki pola konsumsi garam tinggi dan 53 responden (44,2%) memiliki pola konsumsi garam rendah. Sebanyak 64 responden (53,3%) memiliki aktivitas fisik rendah, sedangkan 56 responden (46,7%) memiliki aktivitas fisik sedang atau tinggi. Sebanyak 54 responden (45,0%) mengalami hipertensi. Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pola konsumsi garam dengan kejadian hipertensi (p = 0,003) dan terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi (p = 0,012). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pola konsumsi garam dan aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi pada masyarakat pesisir. Upaya pencegahan hipertensi perlu diarahkan pada pengurangan konsumsi garam dan peningkatan aktivitas fisik secara teratur melalui edukasi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat.
Dampak Dukungan Keluarga Terhadap Pengendalian Tekanan Darah Pada Pasien Stroke Rawat Jalan Supriadin; Imam Fajlurrahman; Zulkarnain Zulkarnain; Amirul Kadafi
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1477

Abstract

Latar Belakang: Stroke merupakan salah satu penyakit tidak menular yang dapat menyebabkan gangguan fungsi neurologis dan membutuhkan perawatan jangka panjang. Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko utama stroke dan juga dapat menjadi masalah yang berkelanjutan setelah pasien mengalami stroke. Pengendalian tekanan darah pada pasien stroke rawat jalan membutuhkan kepatuhan terhadap pengobatan, pola hidup sehat, pemeriksaan tekanan darah secara rutin, dan dukungan keluarga. Keluarga memiliki peran penting dalam membantu pasien menjalankan pengobatan dan mempertahankan perilaku kesehatan. Dukungan keluarga yang baik diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pasien dalam mengendalikan tekanan darah dan mencegah terjadinya stroke berulang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan dukungan keluarga dengan pengendalian tekanan darah pada pasien stroke rawat jalan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan pada pasien stroke yang menjalani rawat jalan di salah satu fasilitas pelayanan kesehatan. Sampel penelitian berjumlah 100 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Dukungan keluarga diukur menggunakan kuesioner yang mencakup dukungan emosional, informasional, instrumental, dan penghargaan. Pengendalian tekanan darah dinilai berdasarkan hasil pengukuran tekanan darah dan status tekanan darah pasien. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil: Berdasarkan data simulasi, sebanyak 62 responden (62,0%) memperoleh dukungan keluarga baik dan 38 responden (38,0%) memperoleh dukungan keluarga kurang. Sebanyak 57 responden (57,0%) memiliki tekanan darah terkendali dan 43 responden (43,0%) memiliki tekanan darah tidak terkendali. Hasil analisis menunjukkan bahwa pasien dengan dukungan keluarga baik lebih banyak memiliki tekanan darah terkendali dibandingkan pasien dengan dukungan keluarga kurang. Uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan pengendalian tekanan darah pada pasien stroke rawat jalan (p = 0,001). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan pengendalian tekanan darah pada pasien stroke rawat jalan. Dukungan keluarga perlu diperkuat sebagai bagian dari intervensi keperawatan dan program pengelolaan pasien stroke untuk membantu meningkatkan kepatuhan pengobatan dan pengendalian faktor risiko.