Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMANFAATAN JAMU HERBAL UNTUK KESEHATAN TERNAK RUMINANSIA DI DESA SRIKATON -BENGKULU TENGAH Tatik Suteky; Dwatmadji Dwatmadji; Nurazizah Ramadhanti; Rizky Amrullah Chaniago; Julianti Ardania; Dani Aprian
Jurnal Media Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Volume 5 Nomor 1, Mei 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jm-pkm.v5i1.3472

Abstract

Penggunaan jamu herbal dalam peternakan ruminansia menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan kesehatan ternak secara alami dan berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan keterampilan kepada peternak di Desa Srikaton, Bengkulu Tengah, dalam memanfaatkan tanaman herbal lokal sebagai jamu untuk ternak ruminansia (sapi, kambing, dan domba). Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, pelatihan pembuatan jamu herbal, serta pendampingan aplikasi langsung pada ternak. Jenis herbal yang digunakan antara lain kunyit, temulawak, sereh, molases dan EM4. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan ketrampilan peternak.  Pemberian jamu herbal pada ternak meningkatkan nafsu makan serta meningkatkan kesehatan ternaknya . Kegiatan ini membuktikan bahwa jamu herbal efektif mendukung kesehatan ternak ruminansia serta mudah diterapkan dengan memanfaatkan sumber daya lokal di Desa Srikaton.
The Dilemma of Food Sovereignty and Supply Gaps: A Socio-Economic Analysis of the Free Nutritious Meals Program and Its Impact on the Resilience of Local Farmers: Dilema Kedaulatan Pangan dan Kesenjangan Pasokan: Analisis Sosio-Ekonomi Program Makan Bergizi Gratis terhadap Ketahanan Peternak Lokal Arif Rahman Azis; Woki Bilyaro; Muhammad Dani; Nurazizah Ramadhanti; Rizky Amrullah Chaniago; Akbar Abdurrahman Mahfudz; Muhammad Subhan Hamka; Muhammad Hakim
Buletin Peternakan Tropis Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.7.1.1-7

Abstract

The Free Nutritious Meal Program (MBG), positioned as a "Big Push Strategy" to eradicate stunting and accelerate human capital development towards the Golden Indonesia 2045 vision, introduces an unprecedented demand shock to the national macroeconomic architecture. With a target of 82.9 million beneficiaries and an initial fiscal commitment of Rp71 trillion, the policy mandates the daily provision of massive animal protein, thereby exposing severe structural vulnerabilities within the domestic livestock supply chain. This study evaluates the socio-economic impact of the MBG program on the resilience of local farmers, transitioning the analytical lens from conventional clinical health outcomes to rural agrarian economics. Utilizing an Explanatory Sequential Design, the research integrates macro-statistical time-series data of livestock production and the Farmer's Terms of Trade for the Livestock subsector (NTP-T) with institutional political economy analysis. The findings reveal a critical supply-demand gap, notably an 8.5 million-ton deficit in fresh milk and a structural reliance on beef imports, which forces a policy dilemma between pragmatic mass importation and the philosophical pursuit of food sovereignty. While excessive imports risk marginalizing smallholder farmers and distorting farm-gate prices, decentralized local procurement demonstrates a profound multiplier effect. The NTP-T index recorded a consistent appreciation, peaking at 125.35 points in December 2025, validating that localized fiscal injections via nutrition service units significantly enhance farmers' purchasing power. To mitigate the structural asymmetry of smallholder farming and prevent corporate hegemony, the study concludes that the revitalization of Village Unit Cooperatives (KUD) and the implementation of the People's Animal Husbandry School (SPR) model are imperative. Policy recommendations emphasize mandatory local sourcing quotas, menu flexibility, and targeted capital expenditures for cold chain infrastructure.
Pengaruh Rasio Campuran Silase Tithonia diversifolia dan Panicum maximum terhadap Kandungan Senyawa Antinutrisi: Asam Fitat, Tanin, dan Asam Oksalat: Effect of Tithonia diversifolia and Panicum maximum silage ratio on the content of antinutritional compounds: Phytic Acid, Tannins, and Oxalic Acid Dwi Ananta; Fadilla Meidita; Nadia Rahma; Nurazizah Ramadhanti; Yudha Endra Pratama
Journal of Livestock and Animal Health Vol. 8 No. 2 (2025): August
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jlah.v8i2.101

Abstract

Ketersediaan hijauan segar sebagai pakan ruminansia bersifat musiman, sehingga diperlukan teknologi pengawetan seperti silase untuk menjamin kontinuitas pakan. Tithonia diversifolia memiliki kandungan nutrisi tinggi namun mengandung senyawa antinutrisi, sementara Panicum maximum dikenal rendah antinutrisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh rasio campuran Tithonia diversifolia dan Panicum maximum terhadap kadar asam fitat, tanin, dan asam oksalat dalam silase setelah fermentasi selama 21 hari. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan lima perlakuan rasio campuran (0:100, 25:75, 50:50, 75:25, dan 100:0) dan tiga ulangan. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan proporsi Tithonia diversifolia secara signifikan meningkatkan kadar asam fitat (P kecil dari 0,05), dari 21,30 mg/100 g (100% Panicum) menjadi 52,00 mg/100 g (100% Tithonia). Kandungan tanin dan asam oksalat tidak berbeda nyata antar perlakuan (P besar dari 0,05), dengan nilai yang tetap rendah di seluruh rasio campuran. Dengan demikian, rasio campuran hijauan mempengaruhi kadar asam fitat namun tidak berpengaruh terhadap tanin dan oksalat. Silase campuran dengan proporsi Tithonia yang moderat dapat menjadi alternatif pakan hijauan bergizi tinggi dengan risiko antinutrisi yang masih dalam batas aman bagi ternak.