Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Penerapan Probem Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Pancasila Siswa Kelas IV SD GMIM VIII Tomohon Tabita Sinaga; Richard D. H. Pangkey; Steven Mandey
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.352

Abstract

Tujuan utama penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar Pendidikan Pancasila melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengacu pada model Kemmis dan McTaggart, yang terdiri dari empat tahap: perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SD GMIM VIII Tomohon yang berjumlah 19 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi aktivitas guru dan siswa, serta tes hasil belajar di setiap akhir siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL dapat meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan. Pada siklus I, ketuntasan belajar siswa hanya mencapai 65,3% dengan rata-rata nilai yang belum memenuhi Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) sebesar 75. Namun, setelah dilakukan perbaikan pada siklus II, hasil belajar siswa mengalami peningkatan yang memenuhi standar ketuntasan klasikal yang ditetapkan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model Problem Based Learning efektif dalam meningkatkan hasil belajar Pendidikan Pancasila pada siswa kelas IV SD GMIM VIII Tomohon.
Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas V SD Negeri Ampreng Veronika Elisabeth Sengkey; Jeane M. Mangangantung; Steven Mandey
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.369

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model Problem Based Learning untuk meningkatkan hasil belajar IPAS siswa kelas V SD Negeri Ampreng. Penelitian dilaksanakan di SD Negeri Ampreng, pada tahun ajaran 2025/2026. Subjek penelitian berjumlah 18 siswa, kelas V. Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas menggunakan model Kemmis dan McTaggart yang terdiri atas dua siklus, di mana setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, tes hasil belajar, dokumentasi, dan data hasil yang dicapai. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa melalui penerapan Model Problem Based Learning (PBL). Pada siklus I, persentase ketuntasan belajar mencapai 62,77% (5 dari 18 siswa). Setelah dilakukan perbaikan pada siklus II, ketuntasan belajar meningkat menjadi 86,94% (16 dari 18 siswa). Peningkatan ini menunjukkan bahwa model Problem Based Learning efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep IPAS, membangun keaktifan siswa, serta mendorong kemampuan pemecahan masalah. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model Problem Based Learning berpengaruh positif dan efektif dalam meningkatkan hasil belajar IPAS siswa kelas V SD Negeri Ampreng.
Penerapan Model Pembelajaran Demontrasi untuk Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Siswa Kelas IV SD Negeri Kopiwangker Berliana F. Towoliu; Deysti Trifena Tarusu; Steven Mandey
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.383

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia melalui penerapan model pembelajaran Demonstrasi pada siswa kelas IV SD Negeri Kopiwangker. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa pada materi teks prosedur, di mana sebagian siswa belum mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) yang ditetapkan. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, yang masing-masing terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SD Negeri Kopiwangker. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes hasil belajar dan lembar observasi aktivitas guru serta siswa. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I rata-rata hasil belajar siswa mencapai 70,62 dengan tingkat ketuntasan 43,75%. Aktivitas siswa berada pada kategori cukup (60%) dan aktivitas guru pada kategori cukup (65%). Setelah dilakukan perbaikan pada siklus II, rata-rata hasil belajar siswa meningkat menjadi 86,56 dan telah melampaui KKTP. Aktivitas siswa meningkat menjadi 80% dengan kategori baik, sedangkan aktivitas guru meningkat menjadi 83,33% dengan kategori sangat baik. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Demonstrasi efektif dalam meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia pada materi teks prosedur siswa kelas IV SD Negeri Kopiwangker. Model ini membantu siswa memahami materi secara lebih konkret melalui pengamatan dan praktik langsung sehingga pembelajaran menjadi lebih interaktif dan bermakna.
Penerapan Model Project Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Menulis Puisi Siswa Kelas IV SD Lisa M. Hendrik; Juliana M. Sumilat; Steven Mandey
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.393

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar menulis puisi siswa kelas IV SD melalui penerapan model Project Based Learning (PjBL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PjBL mampu meningkatkan hasil belajar siswa secara bertahap dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I, capaian ketuntasan belajar masih tergolong rendah karena sebagian siswa masih mengalami kesulitan dalam memahami unsur-unsur puisi, memilih diksi yang tepat, serta merevisi hasil tulisan berdasarkan umpan balik. Setelah dilakukan perbaikan pembelajaran pada siklus II melalui penyempurnaan instruksi proyek, bimbingan guru yang lebih intensif, penggunaan contoh puisi, dan kegiatan peer review, terjadi peningkatan yang signifikan sehingga seluruh siswa mencapai kriteria ketuntasan yang ditetapkan. Temuan ini menunjukkan bahwa model PjBL efektif dalam meningkatkan hasil belajar menulis puisi karena mendorong siswa untuk berpikir kritis, menganalisis, memecahkan masalah secara kreatif, dan menyelesaikan proyek pembelajaran secara aktif. Dengan demikian, PjBL dapat dijadikan alternatif model pembelajaran yang relevan untuk mengembangkan keterampilan menulis puisi sekaligus menumbuhkan kemampuan berpikir kritis dan kreativitas siswa dalam menghadapi tantangan pembelajaran yang lebih kompleks.