Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Penggunaan Media Quizizz Untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Teks Prosedur Pada Peserta Didik SD Katolik I Woloan Steven Mandey; Juliana K. Tagupia; Marcelina Sixvani Silalahi
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.209

Abstract

Marcelina Sixvani Silalahi. 22 105 147. Penggunaan Media Quizizz Untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Teks Prosedur Pada Peserta Didik Kelas IV SD Katolik I Woloan. Skripsi, Program Studi PGSD Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi Universitas Negeri Manado. Pembimbing (I). Dra. Juliana K. Tagupia, S.Pd, M.Pd dan pembimbing (II). Steven Mandey, S.Pd, M.Hum. Penelitian ini diarahkan untuk mengoptimalkan penerapan media Quizizz dalam rangka memperbaiki kemampuan menyusun teks prosedural pada siswa kelas IV di SD Katolik I Woloan secara lebih efektif dan terukur. Cara yang dipilih untuk melaksanakan proses ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan merujuk pada kerangka kerja Kemmis & McTaggart, yang mencakup fase perencanaan matang, implementasi tindakan bersamaan dengan pengamatan, serta evaluasi reflektif guna mengidentifikasi berbagai kendala dalam proses pembelajaran di kelas (Ndiung, Helmon, & Nendi, 2021). Subjek kajian melibatkan 25 peserta didik yang terdiri atas 11 siswa laki-laki dan 14 siswa perempuan. Proses penghimpunan informasi dilakukan melalui teknik observasi langsung dan pengukuran hasil belajar melalui tes. Hasil pengolahan data memperlihatkan adanya perkembangan signifikan setelah penggunaan media Quizizz. Hal tersebut tampak dari peningkatan nilai rata-rata, yakni dari 32% pada siklus pertama menjadi 100% pada siklus kedua. Dengan demikian, temuan ini menegaskan bahwa pemanfaatan media Quizizz terbukti efektif dalam memperbaiki keterampilan menulis teks prosedural pada siswa kelas IV SD Katolik I Woloan.
Penerapan Model Explicit Instruction untuk Meningkatkan Keterampilan Membaca Puisi Kelas V SD GMIM VI Tomohon Revalina Felya Merentek; Norma N. Monigir; Juliana K. Tagupia
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.301

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan membaca puisi peserta didik kelas V SD GMIM VI Tomohon melalui penerapan model pembelajaran Explicit Instruction pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Studi ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan mengimplementasikan alur siklus yang dikembangkan oleh Kemmis dan McTaggart. Secara operasional, rangkaian tindakan ini diselenggarakan dalam dua siklus, dengan masing-masing siklus mengalir melalui empat fase berkesinambungan, yang meliputi perencanaan, pelaksanaan aksi, pengamatan, serta aktivitas refleksi. Meskipun total subjek dalam riset ini berjumlah 20 peserta didik, pada saat implementasi tindakan dilakukan di kelas, tercatat hanya 18 siswa yang hadir dan aktif mengikuti proses pembelajaran. Data penelitian diperoleh melalui lembar observasi dan penilaian keterampilan membaca puisi yang mencakup aspek lafal, intonasi, tempo, ekspresi, dan percaya diri. Proses analisis data dalam penelitian ini bertumpu pada kalkulasi rata-rata capaian belajar serta tingkat ketuntasan belajar klasikal siswa, dengan merujuk pada standar KKTP yang berada di angka 75. Temuan pada tahap siklus I menunjukkan bahwa nilai rata-rata capaian belajar siswa berada di angka 65. Sementara itu, tingkat ketuntasan klasikal yang diraih baru mencapai 55%, yang berarti hanya 10 dari total 18 peserta didik yang dinyatakan berhasil memenuhi standar kelulusan. Pasca-pelaksanaan tindakan perbaikan pada siklus II, nilai rerata capaian belajar siswa mengalami lonjakan hingga menyentuh angka 90. Sejalan dengan itu, persentase ketuntasan klasikal juga berhasil menembus 89%, di mana 16 dari total 18 peserta didik telah dinyatakan lulus kriteria. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Explicit Instruction efektif dalam meningkatkan keterampilan membaca puisi peserta didik kelas V SD GMIM VI Tomohon.
Penggunaan Media Quizizz Untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Teks Prosedur Pada Peserta Didik SD Katolik I Woloan Steven Mandey; Juliana K. Tagupia; Marcelina Sixvani Silalahi
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.209

Abstract

Marcelina Sixvani Silalahi. 22 105 147. Penggunaan Media Quizizz Untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Teks Prosedur Pada Peserta Didik Kelas IV SD Katolik I Woloan. Skripsi, Program Studi PGSD Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi Universitas Negeri Manado. Pembimbing (I). Dra. Juliana K. Tagupia, S.Pd, M.Pd dan pembimbing (II). Steven Mandey, S.Pd, M.Hum. Penelitian ini diarahkan untuk mengoptimalkan penerapan media Quizizz dalam rangka memperbaiki kemampuan menyusun teks prosedural pada siswa kelas IV di SD Katolik I Woloan secara lebih efektif dan terukur. Cara yang dipilih untuk melaksanakan proses ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan merujuk pada kerangka kerja Kemmis & McTaggart, yang mencakup fase perencanaan matang, implementasi tindakan bersamaan dengan pengamatan, serta evaluasi reflektif guna mengidentifikasi berbagai kendala dalam proses pembelajaran di kelas (Ndiung, Helmon, & Nendi, 2021). Subjek kajian melibatkan 25 peserta didik yang terdiri atas 11 siswa laki-laki dan 14 siswa perempuan. Proses penghimpunan informasi dilakukan melalui teknik observasi langsung dan pengukuran hasil belajar melalui tes. Hasil pengolahan data memperlihatkan adanya perkembangan signifikan setelah penggunaan media Quizizz. Hal tersebut tampak dari peningkatan nilai rata-rata, yakni dari 32% pada siklus pertama menjadi 100% pada siklus kedua. Dengan demikian, temuan ini menegaskan bahwa pemanfaatan media Quizizz terbukti efektif dalam memperbaiki keterampilan menulis teks prosedural pada siswa kelas IV SD Katolik I Woloan.
Penerapan Model Explicit Instruction untuk Meningkatkan Keterampilan Membaca Puisi Kelas V SD GMIM VI Tomohon Revalina Felya Merentek; Norma N. Monigir; Juliana K. Tagupia
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.301

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan membaca puisi peserta didik kelas V SD GMIM VI Tomohon melalui penerapan model pembelajaran Explicit Instruction pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Studi ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan mengimplementasikan alur siklus yang dikembangkan oleh Kemmis dan McTaggart. Secara operasional, rangkaian tindakan ini diselenggarakan dalam dua siklus, dengan masing-masing siklus mengalir melalui empat fase berkesinambungan, yang meliputi perencanaan, pelaksanaan aksi, pengamatan, serta aktivitas refleksi. Meskipun total subjek dalam riset ini berjumlah 20 peserta didik, pada saat implementasi tindakan dilakukan di kelas, tercatat hanya 18 siswa yang hadir dan aktif mengikuti proses pembelajaran. Data penelitian diperoleh melalui lembar observasi dan penilaian keterampilan membaca puisi yang mencakup aspek lafal, intonasi, tempo, ekspresi, dan percaya diri. Proses analisis data dalam penelitian ini bertumpu pada kalkulasi rata-rata capaian belajar serta tingkat ketuntasan belajar klasikal siswa, dengan merujuk pada standar KKTP yang berada di angka 75. Temuan pada tahap siklus I menunjukkan bahwa nilai rata-rata capaian belajar siswa berada di angka 65. Sementara itu, tingkat ketuntasan klasikal yang diraih baru mencapai 55%, yang berarti hanya 10 dari total 18 peserta didik yang dinyatakan berhasil memenuhi standar kelulusan. Pasca-pelaksanaan tindakan perbaikan pada siklus II, nilai rerata capaian belajar siswa mengalami lonjakan hingga menyentuh angka 90. Sejalan dengan itu, persentase ketuntasan klasikal juga berhasil menembus 89%, di mana 16 dari total 18 peserta didik telah dinyatakan lulus kriteria. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Explicit Instruction efektif dalam meningkatkan keterampilan membaca puisi peserta didik kelas V SD GMIM VI Tomohon.
Penerapan Model Pembelajaran Direct Instruction untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara Siswa Kelas V di Sekolah Dasar Negeri II Tomohon Lidya Hasibuan; Non Norma Monigir; Juliana K. Tagupia
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.565

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas V SD Negeri II Tomohon melalui penerapan model pembelajaran Direct Instruction. Masalah utama dalam penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan berbicara siswa di mana dari 23 peserta didik, hanya 5 orang sebesar 22% yang mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP), sedangkan 18 peserta didik sebesar 78% belum mencapai ketuntasan dari target klasikal 75%. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) modifikasi model Kemmis dan McTaggart yang terdiri atas 2 siklus, di mana setiap siklus meliputi tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri II Tomohon dengan jumlah 23 siswa yang terdiri atas 13 siswa laki-laki dan 10 siswa Perempuan.Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi aktivitas guru dan peserta didik serta tes unjuk kerja keterampilan berbicara yang mencakup 7 aspek: lafal, kelancaran, jeda, kejelasan suara, intonasi, bahasa tubuh, dan kontak mata. Hasil penelitian membuktikan bahwa hasil rata-rata keterampilan berbicara peserta didik pada siklus I sebesar 68,48 dengan ketuntasan klasikal 52,17% dari 12 siswa tuntas. Setelah dilakukan perbaikan tindakan, pada siklus II nilai rata-rata meningkat signifikan menjadi 91,09 dengan ketuntasan klasikal mencapai 91,30% dari 21 siswa tuntas. Dengan demikian, penerapan model pembelajaran Direct Instruction efektif untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas V dalam proses belajar-mengajar.
Penerapan Model Pembelajaran Direct Instruction untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara Siswa Kelas V di Sekolah Dasar Negeri II Tomohon Lidya Hasibuan; Non Norma Monigir; Juliana K. Tagupia
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.565

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas V SD Negeri II Tomohon melalui penerapan model pembelajaran Direct Instruction. Masalah utama dalam penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan berbicara siswa di mana dari 23 peserta didik, hanya 5 orang sebesar 22% yang mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP), sedangkan 18 peserta didik sebesar 78% belum mencapai ketuntasan dari target klasikal 75%. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) modifikasi model Kemmis dan McTaggart yang terdiri atas 2 siklus, di mana setiap siklus meliputi tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri II Tomohon dengan jumlah 23 siswa yang terdiri atas 13 siswa laki-laki dan 10 siswa Perempuan.Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi aktivitas guru dan peserta didik serta tes unjuk kerja keterampilan berbicara yang mencakup 7 aspek: lafal, kelancaran, jeda, kejelasan suara, intonasi, bahasa tubuh, dan kontak mata. Hasil penelitian membuktikan bahwa hasil rata-rata keterampilan berbicara peserta didik pada siklus I sebesar 68,48 dengan ketuntasan klasikal 52,17% dari 12 siswa tuntas. Setelah dilakukan perbaikan tindakan, pada siklus II nilai rata-rata meningkat signifikan menjadi 91,09 dengan ketuntasan klasikal mencapai 91,30% dari 21 siswa tuntas. Dengan demikian, penerapan model pembelajaran Direct Instruction efektif untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas V dalam proses belajar-mengajar.