Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Edukasi Kesehatan Lingkungan Sebagai Upaya Pencegahan ISPA Pada Anak di SDN Inpres Bakan Fachry Rumaf; Hairil Akbar; Henny Kaseger; Besse Rismayani; Mohammad Fauzi Pratama Putra Dadu; Tarissa Amelia Podomi; Refalina Mamonto; Tisa Marsa Lamaluta
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1274

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan dengan prevalensi 9,3% di Indonesia dan tertinggi pada kelompok usia 1-4 tahun (13,7%). Di wilayah kerja Puskesmas Tanoyan, khususnya Desa Bakan Kecamatan Lolayan, ISPA tercatat sebagai salah satu dari 10 penyakit dengan angka kejadian tertinggi. Anak usia sekolah dasar merupakan kelompok rentan terhadap ISPA karena sistem kekebalan tubuh yang belum optimal dan kesadaran terkait kesehatan lingkungan yang masih rendah. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa SDN Inpres Bakan tentang ISPA meliputi definisi, penyebab, gejala, dan cara pencegahan melalui penyuluhan kesehatan. Kegiatan dilaksanakan di SDN Inpres Bakan selama 120 menit. Metode yang digunakan adalah ceramah interaktif, diskusi, dan tanya jawab dengan media presentasi PowerPoint dan poster. Siswa menunjukkan antusiasme tinggi dengan partisipasi aktif dalam sesi tanya jawab mengenai cara penularan, perbedaan gejala, cara pencegahan, dan kapan harus memeriksakan diri. Penyuluhan kesehatan dengan metode ceramah interaktif, diskusi, dan tanya jawab efektif meningkatkan pengetahuan siswa tentang ISPA. Keberhasilan didukung oleh dukungan sekolah, materi yang sesuai tingkat kognitif anak, dan metode interaktif-partisipatif. Disarankan mengintegrasikan materi kesehatan ke dalam kurikulum rutin, membentuk kader kesehatan sekolah, menyediakan sarana PHBS, serta melibatkan orang tua dalam mendukung edukasi kesehatan.
Edukasi Gizi Berbasis Pangan Lokal dalam Mendukung Ketahanan Gizi Keluarga Petani Moh Rizki Fauzan; Hairil Akbar; Sarman Sarman; Fachry Rumaf; Wahyu Pratama Putra Mokotoloy; Refalina Mamonto; Wana Fadila Hasan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1627

Abstract

Ketahanan pangan dan gizi keluarga merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Meskipun Desa Bombanon memiliki potensi pangan lokal yang melimpah, pemanfaatannya sebagai sumber pangan bergizi masih belum optimal akibat rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai ketahanan pangan, gizi seimbang, dan pengolahan pangan lokal. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan keluarga petani mengenai ketahanan pangan dan gizi seimbang serta mendorong pemanfaatan pangan lokal sebagai sumber pangan bergizi untuk mendukung ketahanan gizi keluarga. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan edukatif-partisipatif yang melibatkan 120 keluarga petani, Kelompok Wanita Tani (KWT), kader kesehatan, serta anggota PKK dan Posyandu di Desa Bombanon. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi interaktif, demonstrasi pemanfaatan pangan lokal, pembagian booklet edukasi, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta pada seluruh aspek yang diukur. Rata-rata tingkat pengetahuan meningkat dari 31% sebelum edukasi menjadi 87% setelah edukasi, atau mengalami peningkatan sebesar 56%. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa metode ceramah dan diskusi efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai Pedoman Gizi Seimbang, pemanfaatan pangan lokal, teknik pengolahan pangan, serta pentingnya mengalokasikan sebagian hasil panen untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga. Selain meningkatkan pengetahuan, kegiatan ini juga mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam mendiskusikan permasalahan gizi dan pemanfaatan hasil pertanian lokal. Dengan demikian, edukasi gizi berbasis pangan lokal dapat menjadi salah satu strategi pemberdayaan masyarakat yang efektif untuk memperkuat ketahanan pangan dan gizi keluarga petani secara berkelanjutan.