Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Stimulasi Motorik Halus Anak Tunadaksa melalui Kegiatan Mewarnai di SLB Negeri Bone Bolango Mum’min Al Ganis Toi; Nunung Suryana Jamin; Sri Yulan Umar; Fiola Indah Putri Pratama; Siti Muhaimin Ibrahim; Arifin Uduala; Nur Apni; Siti Fardianti Suli
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2026): MEI-JUNI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/xytk3x11

Abstract

Pendidikan inklusif bagi anak tunadaksa merupakan kebutuhan mendesak karena keterbatasan fisik sering berdampak pada perkembangan motorik halus, kemandirian, dan kepercayaan diri anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan stimulasi motorik halus melalui aktivitas mewarnai yang menyenangkan dan adaptif di SLB Negeri Bone Bolango. Metode yang digunakan adalah praktik langsung dengan pendekatan individual, meliputi tahap pembukaan (penciptaan suasana belajar kondusif), kegiatan inti (pembimbingan mewarnai dengan instruksi sederhana dan berulang), serta penutup (apresiasi hasil karya dan refleksi bersama). Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada kelas II dengan melibatkan anak tunadaksa berusia 8 tahun. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan menggenggam alat warna, koordinasi mata-tangan, serta keberanian anak dalam memilih dan mengombinasikan warna. Selain itu, aspek kognitif, bahasa, sosial, dan emosional anak turut berkembang melalui interaksi, pemahaman instruksi, serta motivasi yang diperoleh dari pujian guru. Kendala yang ditemukan berupa konsentrasi yang mudah teralihkan dan hasil mewarnai yang belum rapi, namun dapat diatasi dengan pendampingan sabar dan latihan berkelanjutan. Kesimpulannya, kegiatan mewarnai efektif sebagai stimulasi motorik halus sekaligus sarana pembelajaran yang menyenangkan, sehingga direkomendasikan untuk terus dilaksanakan secara konsisten baik di sekolah maupun di rumah dengan dukungan guru dan orang tua.
Pengaruh Permainan Peran Terhadap Kemampuan Komunikasi Anak Usia Dini di TK Karya Bakti Mita Sari; Nisa Ayu Lestari; Siti Nurmala Karlos; Windi Cahyani Dasa; Rosnawati Poloding; Arifin Uduala
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini dan Kewarganegaraan Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini dan Kewarganegaraan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/paud.v3i2.1139

Abstract

Effect of role-playing on the social and communication skills of early childhood. Role-playing activities are rarely implemented in a structured manner in kindergarten, even though they are crucial for brain development, social skills, and language during the golden age. The study used a quantitative quasi-experimental method with a Nonequivalent Control Group Pretest-Posttest Design. A sample of 40 children aged 4-6 years at Herlina Kindergarten was divided into an experimental group given eight role-play sessions and a control group. Data were collected through Likert-scale pretest-posttest observations. The Mann-Whitney test results showed a significant effect: the experimental group's average score of 7.1105 was higher than the control group's 6.4625. Communication skills increased from very low (50%) to very high (97.5%) after treatment. Indicators that developed included speaking courage, expressing opinions, using new vocabulary, interacting with peers, empathy, and self-confidence. Conclusion: The role-playing method is effective in improving the social and communication skills of early childhood because it facilitates interaction, imagination, and problem-solving in a fun way.