Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Pemanfaatan Media Pembelajaran Digital Berbasis Google Sites Bagi Guru Sujarwo; Desy Safitri; Ajeng Ginanjar; Nurzengky Ibrahim; Arita Marini
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2026): MEI-JUNI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/6237rf75

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan tuntutan pembelajaran abad ke-21 menuntut guru memiliki kompetensi dalam merancang pembelajaran yang inovatif, interaktif, dan berbasis teknologi. Namun, masih banyak guru yang menghadapi keterbatasan dalam mengembangkan media pembelajaran digital yang mudah diakses, terintegrasi, dan berkelanjutan. Media pembelajaran yang digunakan umumnya masih bersifat konvensional dan parsial, sehingga belum optimal dalam mendukung pembelajaran yang kolaboratif, kreatif, dan berpusat pada peserta didik di era digital. Kondisi ini menunjukkan bahwa  kompetensi guru harus terus diupgrade sehingga dapat melakukan inovasi dalam pembelajaran digital dengan melakukan pendampingan sistematis untuk meningkatkan kompetensi guru dalam pengembangan media pembelajaran digital yang praktis dan relevan dengan kebutuhan pembelajaran abad ke-21. Metode yang digunakan adalah melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan kepada guru dalam mengembangkan media pembelajaran digital berbasis Google Sites. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru di SMP Negeri 20 Jakarta dalam memanfaatkan dan mengembangkan media pembelajaran digital berbasis Google Sites. Hasil kegiatan ini menunjukan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan guru dalam menggunakan  Google Sites sebagai media pembelajaran digital. Kelebihan pengbdian yang dilakukan adalah dengan simulasi dan pembimbingan langsung sehingga peserta dapat secara langsung mampraktekkan penggunaan Google Sites sebagai media pembelajaran digital
Smart Parenting Gen Alpha: Pendampingan Orang Tua dalam Mengelola Screen Time dan Emosi Anak Ajeng Ginanjar; Rini Riris Setyowati; Saipiatuddin Saipiatuddin; Ayu Mardalena
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 3 (2026): JULI-SEPTEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/nk0tkz58

Abstract

Generasi Alpha yang lahir dan tumbuh sebagai digital natives murni menghadapi tantangan perkembangan kognitif dan afektif akibat interaksi intens dengan gawai. Paparan layar (screen time) yang melampaui batas kewajaran kerap memicu kelebihan beban sensorik (sensory overload) dan fenomena tantrum digital pada anak usia dini. Sementara itu, terdapat kesenjangan literasi yang signifikan di kalangan orang tua, khususnya di wilayah urban padat penduduk, terkait manajemen gawai dan strategi meregulasi emosi anak secara tepat. Untuk merespons permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan literasi digital keluarga melalui implementasi program pendampingan Smart Parenting. Pengabdian ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dengan melibatkan mitra sebanyak 40 orang ibu rumah tangga di wilayah Jatinegara Kaum, Jakarta Timur. Instrumen intervensi utama yang digunakan adalah Handbook Smart Parenting Gen Alpha, yang dirancang khusus dengan mengedepankan tata letak visual yang minimalis dan bersih untuk memudahkan pemahaman peserta. Tingkat efektivitas program diukur menggunakan instrumen pre-test dan post-test. Hasil analisis data menunjukkan adanya lonjakan pemahaman kognitif yang sangat signifikan pasca-intervensi, di mana skor rata-rata peserta meningkat drastis dari 48 menjadi 88,3, atau setara dengan peningkatan sebesar 83,9%. Seluruh peserta juga terbukti berhasil menyimulasikan teknik komunikasi 3M (Menenangkan, Memvalidasi, dan Mengalihkan) dengan presisi. Lebih jauh, evaluasi partisipatif mengonfirmasi komitmen perubahan perilaku komunal melalui kesepakatan penerapan "Jam Wajib Matikan Gawai Keluarga" setiap pukul 18.00 hingga 20.00 WIB. Program ini terbukti efektif dalam merestrukturisasi pola asuh keluarga secara komprehensif.