Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Deslenda’s Role in the Transformation of Minangkabau Dance Art Public Spaces: Representation of Identity and Creativity Valentania; Buyung Pardamean; Rahmi Juwita
Journal of Arts Education and Design Vol. 3 No. 1 (2026): Volume 03 Nomor 01 (Juni 2026)
Publisher : PT Ininnawa Paramacitra Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62330/artsedes.v3i1.689

Abstract

Penelitian ini membahas tentang salah satu koreografer perempuan Minangkabau Deslenda yang produktif dan inovatif dalam menciptakan sebuah karya. Melalui analisis proses kreatif, hasil karya serta kiprah professional Deslenda, penelitian ini terfokus dengan bagaimana Deslenda mampu mengembangkan ruang ekspresi khususnya bagi penari maupun koreografer perempuan di Minangkabau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif analisis dengan cara melihat kreativitas dalam karya tari Deslenda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya koreografi Deslenda yang menggabungkan tradisi Minangkabau dengan pendekatan kontemporer telah menghasilkan karya yang kuat secara estetis, sarat makna sosial, serta mampu beradaptasi mengikuti perkembangan zaman. Melalui komunitas tari Galang, Deslenda tidak hanya berperan sebagai koreografer saja, tetapi juga sebagai mentor sekaligus pemimpin komunitas seni Tari Galang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Deslenda merupakan representasi salah satu koreografer perempuan Minangkabau modern yang mampu merubah persepsi terhadap perempuan Minangkabau di publik seni.
Pelatihan Pembuatan Keramik Berbasis Teknik Cetak Gips pada Siswa SMKN 3 Gowa Jenny Ratna Ika Setia Wati; Sudarmawansyah Nurman; Arjun Subbanul Akbar; Buyung Pardamean
MAMMIRI: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 3 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/mammiri.v3i2.5066

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan siswa SMKN 3 Gowa dalam pembuatan keramik menggunakan teknik cetak. Permasalahan utama mitra meliputi keterbatasan kemampuan teknis siswa dalam proses pembuatan keramik, khususnya pada penggunaan teknik cetak, sehingga proses produksi belum efisien dan hasil karya yang dihasilkan masih kurang seragam. Kegiatan pelatihan diikuti oleh 20 orang siswa dan dilaksanakan melalui metode demonstrasi, praktik langsung, serta pendampingan intensif. Materi pelatihan mencakup pengenalan alat dan bahan, proses pembuatan cetakan berbahan gips, teknik pencetakan keramik, proses pengeringan, pelepasan hasil cetakan, hingga tahap finishing produk keramik. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan siswa dalam menerapkan teknik cetak pada proses pembuatan keramik, yang sebelumnya dapat membuat 2 karya dalam satu pertemuan, dengan menggunakan teknik cetak, karya yang dihasilkan bisa dua kali lipat menjadi 3-4 karya . Hal ini ditunjukkan melalui kemampuan peserta dalam membuat cetakan gips secara mandiri, menghasilkan bentuk keramik yang lebih seragam, serta meningkatkan efisiensi waktu produksi dibandingkan sebelum pelatihan dilaksanakan. Selain itu, peserta menunjukkan antusiasme dan kemampuan praktik yang baik selama kegiatan berlangsung. Kegiatan ini berkontribusi terhadap penguatan kompetensi kejuruan siswa di bidang kriya keramik serta mendukung pengembangan keterampilan produksi keramik berbasis teknik cetak di lingkungan pendidikan kejuruan.
PEMBELAJARAN TARI KREASI MELATIH KETERAMPILAN MENARI SISWA SMPN 4 SUNGGUMINASA KABUPATEN GOWA Heriyati Yatim; Syakhruni Syakhruni; Johar Linda; Muhammad Suyudi; Buyung Pardamean
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 5, No 1 (2026): Januari-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/srq.v5i1.84883

Abstract

Pelatihan tari ini adalah sebagai tindak lanjut dari hasil penelitian, observasi dan wawancara terhadap siswa SMP Neg 4 Gowa, Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan nilai tambah siswa secara signifikan dimana mereka memiliki kemampuan mengekspresikan diri melalui gerak tari yang aspiratif dan kreatif, disamping itu siswa diharapkan punya karya tari kreasi melalui kolaborasi dengan memadukan sentuhan budaya kearifan lokal yang terintegrasi ke dalam tari kreasi. Melalui pelatihan ini diharapkan siswa lebih berkompeten dalam  pembelajaran seni tari yang kreatif, inovatif dan aspiratif, khususnya bagaimana siswa dapat berkarya untuk pengembangan seni tari. Selain itu khasanah ilmu pengetahuan pendidikan dimana seni tari memiliki peran penting dalam perkembangan motorik pengetahuan, kognitif, sosial, dan emosional siswa SMP, disamping  sebagai  wujud  transformasi  ilmu dalam mencipta karya seni tari terhadap diri siswa pada mata Pelajaran seni budaya.  Dalam konteks dan realitas ini maka peran pelatihan  seni tari bagi siswa merupakan langkah penting dalam meningkatkan kompetensi dan kreativitas pendidik, sehingga dapat menciptakan banyak karya yang signifikan  baik dalam memahami aspirasi serta   suasana kebhatinan siswa   dalam metode proses pembelajaran langsung  yang indah dan  menyenangkan juga  ketercapaian sasaran pelatihan melalui transformasi ilmu dengan pengintegrasian nilai-nilai budaya kearifan lokal ke dalam seni tari kreasi budaya lokal. Proses pembelajaran dan pelatihan  yang meliputi  pelaksanaan sosialisasi, penerapan teknolog informasi, pendampingan dan evaluasi serta program yang berkelanjutan menunjukan hasil  bahwa, pembelajaran seni tari adalah upaya peningkatan kreativitas siswa  yang pembelajarannya dapat menyenangkan dan tidak menjemukan. Siswa mendapatkan kemerdekaan untuk mengembangkan daya imajinasi dan pribadinya  sehingga  gampang menyerap dan memainkan dengan baik  sebuah karya seni tari secara kreatif , aspiratif,  mandiri dan inovatif.   Workshop ini juga  menyoroti peran pentingnya  sekolah dalam merespons dan menindaklanjuti program pelatihan selanjutnya, mengingat bahwa nilai-nilai budaya tradisional khususnya melalui pengembangan seni tari dan semacamnya guna revitalisasi, validasi serta pelestarian warisan sejarah untuk kepentingan peningkatan kualitas pendidikan dan pengelolaan kepariwisataan di Kabupaten Gowa.