Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Adaptasi Elong Bugis Dalam Teater Musik Eksperimental: Studi Practice-Based Research Pada Karya Mattajeng Arjun Subbanul Akbar; Prusdianto Prusdianto
JURNAL PAKARENA Vol 10, No 2 (2025): Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/p.v10i2.83765

Abstract

This study aims to examine the adaptation of Bugis Elong into experimental music theatre through the work MATTAJENG as an effort to revitalize oral tradition within the context of contemporary performing arts. As the practice of Elong has gradually declined in Bugis society due to social change and the growing influence of popular culture, creative strategies are needed to ensure that this tradition remains alive, relevant, and accessible to contemporary generations. The study employs a qualitative method using a Practice-Based Research (PBR) approach and a case study strategy, positioning the artistic creation process as the primary medium for knowledge production. Data were collected through literature review, participant observation, audiovisual documentation, cultural discussions, and artistic reflection throughout the creative process. The adaptation process was carried out through the stages of reception, creation, and transposition, which included the reading of Elong Toto Maruddani, vocal and bodily exploration, sound experimentation, and the development of the performance’s musical dramaturgy. The findings reveal that the adaptation of Bugis Elong produced a musical dramaturgical structure consisting of five main phases: initiation, exploration, interaction, ritualization, and resolution. The study demonstrates that the vocal qualities, repetition, and emotional intensity of Elong were preserved, while its musical and dramaturgical structures were transformed into a performative system integrating body, voice, instruments, and performance space. Furthermore, everyday Bugis activities, the Mappadendang tradition, and Makkelong practices were transformed into sound compositions and performative actions that construct experiences of waiting, longing, and collective memory. This study confirms that experimental music theatre can serve as a strategy for cultural revitalization while offering a model for adapting oral traditions into musical dramaturgy within contemporary performance practices rooted in local traditions.
Pelatihan Pembuatan Keramik Berbasis Teknik Cetak Gips pada Siswa SMKN 3 Gowa Jenny Ratna Ika Setia Wati; Sudarmawansyah Nurman; Arjun Subbanul Akbar; Buyung Pardamean
MAMMIRI: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 3 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/mammiri.v3i2.5066

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan siswa SMKN 3 Gowa dalam pembuatan keramik menggunakan teknik cetak. Permasalahan utama mitra meliputi keterbatasan kemampuan teknis siswa dalam proses pembuatan keramik, khususnya pada penggunaan teknik cetak, sehingga proses produksi belum efisien dan hasil karya yang dihasilkan masih kurang seragam. Kegiatan pelatihan diikuti oleh 20 orang siswa dan dilaksanakan melalui metode demonstrasi, praktik langsung, serta pendampingan intensif. Materi pelatihan mencakup pengenalan alat dan bahan, proses pembuatan cetakan berbahan gips, teknik pencetakan keramik, proses pengeringan, pelepasan hasil cetakan, hingga tahap finishing produk keramik. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan siswa dalam menerapkan teknik cetak pada proses pembuatan keramik, yang sebelumnya dapat membuat 2 karya dalam satu pertemuan, dengan menggunakan teknik cetak, karya yang dihasilkan bisa dua kali lipat menjadi 3-4 karya . Hal ini ditunjukkan melalui kemampuan peserta dalam membuat cetakan gips secara mandiri, menghasilkan bentuk keramik yang lebih seragam, serta meningkatkan efisiensi waktu produksi dibandingkan sebelum pelatihan dilaksanakan. Selain itu, peserta menunjukkan antusiasme dan kemampuan praktik yang baik selama kegiatan berlangsung. Kegiatan ini berkontribusi terhadap penguatan kompetensi kejuruan siswa di bidang kriya keramik serta mendukung pengembangan keterampilan produksi keramik berbasis teknik cetak di lingkungan pendidikan kejuruan.