Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penguatan Identitas Budaya Lokal Melalui Sosialisasi Program Kamis Ber-Adat dalam Kajian Sosiologi Hukum pada Peserta Didik SMA Negeri 14 Bandar Lampung Atikah Ramadhani; Edi Siswanto; Zaskia Falia Putri; Fina Tri Nur Maharani; Irma Yunita; Komang Windasari; Ratri Pramudita; Della Soraya; Adinda Salsabila Rizki Oktavia; Najua Fauzani; Nourel Islamay Diandra; Yashinta Zahra Alfitri; Raden Muhammad Setiawan; Teki Prasetyo Sulaksono
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2026): APRIL-JUNI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/aq722a61

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penguatan identitas budaya lokal melalui sosialisasi Program Kamis Ber-Adat dalam kajian sosiologi hukum pada peserta didik SMA Negeri 14 Bandar Lampung. Program Kamis Ber-Adat merupakan kebijakan Pemerintah Provinsi Lampung yang mendorong penggunaan Bahasa Lampung dan pemakaian atribut budaya daerah sebagai upaya pelestarian budaya lokal di tengah arus globalisasi. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan penyebaran angket kepada peserta didik kelas X.6 dan X.7 SMA Negeri 14 Bandar Lampung. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif melalui perhitungan frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosialisasi Program Kamis Ber-Adat memberikan dampak positif terhadap peningkatan pemahaman dan kesadaran budaya peserta didik. Sebagian besar siswa memahami tujuan program serta menyadari pentingnya Bahasa Lampung sebagai identitas budaya daerah yang perlu dilestarikan. Program ini juga berperan sebagai sarana rekayasa sosial yang membentuk kesadaran budaya melalui proses pembiasaan di lingkungan sekolah. Meskipun demikian, penggunaan Bahasa Lampung dalam kehidupan sehari-hari masih menghadapi kendala berupa rendahnya pembiasaan di lingkungan keluarga, dominasi penggunaan Bahasa Indonesia, serta pengaruh globalisasi dan media digital. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara sekolah, keluarga, pemerintah, dan masyarakat untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan Program Kamis Ber-Adat sehingga pelestarian budaya Lampung dapat berjalan secara berkelanjutan.  
Kemacetan Lalu Lintas Akibat Aktivitas Pedagang Kaki Lima Di Kawasan Politeknik Negeri Lampung Dalam Analisis Kebijakan Publik Rima Fadhilatunnisa; Nourel Islamay Diandra; Najua Fauzani; Nabila Laura; Abdul Halim
Jurnal Ilmu Pendidikan Pancasila, Kewarganegaraan, dan Hukum Vol. 3 No. 1 (2026): PAKEHUM- April
Publisher : CV. SINAR HOWUHOWU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70134/pakehum.v3i1.1616

Abstract

This study analyzes the problem of chronic traffic congestion around the Lampung State Polytechnic (Polinela) campus area due to high side friction from the activities of Street Vendors (PKL) who occupy the sidewalks and shoulders and are exacerbated by the large number of consumer vehicles parked irregularly on the roadside, the problem shows that congestion occurs systematically during the morning rush hour (06.30–08.00 WIB) and afternoon (15.00–17.00 WIB), where side friction categories of high to very high reduce the effective width of the road drastically, thus pushing the degree of saturation to approach or exceed the critical limit of 0.85–0.90 towards a fully saturated condition (oversaturated flow). The research method used is qualitative with a descriptive-analytical case study design. The solution to this problem is to encourage fundamental policy reform through the formulation of the "Four Pillars of Policy" which includes the planned relocation of street vendors to special off-street areas that are feasible and accessible, strengthening regulations through the formation of a Task Force Integrated cross-sectoral (Task Force), MSME-based economic empowerment program, and the implementation of a real-time data-based traffic monitoring system for adaptive traffic engineering to achieve a sustainable balance between smooth transportation and the economic welfare of the community.