Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Kesenjangan Antara Teori dan Praktik Hukum Sebagai Kritik Terhadap Pemikiran Tokoh Sosiologi Hukum Atikah Ramadhani; Sabrina Birri Sintia; Najua Fauzani; Yashinta Zahra Alfitri; Komang Windasari; Malikah Alya Azzahra; Febra Anjar Kusuma; Putut Ari Sadewo; Fitrah Endi Fernanda
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2026): APRIL-JUNI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/qv79rs74

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesenjangan antara teori dan praktik hukum sebagai bentuk kritik terhadap pemikiran tokoh-tokoh sosiologi hukum. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui pengumpulan dan analisis berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat berbagai problematika dalam praktik hukum, seperti disfungsi solidaritas sosial, melemahnya legitimasi hukum, dominasi pendekatan positivistik, kekakuan hukum, serta keterbatasan peran hakim dalam mewujudkan keadilan substantif. Pemikiran tokoh seperti Durkheim, Ibnu Khaldun, Weber, Comte, Ibnu Qayyim, Marx, Holmes, dan Cardozo memberikan kontribusi penting, namun memiliki keterbatasan dalam menjelaskan realitas hukum kontemporer yang kompleks. Kesenjangan antara hukum normatif dan empiris menunjukkan bahwa hukum tidak dapat dipahami secara kaku, melainkan harus kontekstual, adaptif, dan responsif terhadap dinamika sosial. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan hukum yang lebih kritis dan integratif agar hukum mampu mewujudkan keadilan sosial, memperkuat legitimasi, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem hukum.
Penguatan Identitas Budaya Lokal Melalui Sosialisasi Program Kamis Ber-Adat dalam Kajian Sosiologi Hukum pada Peserta Didik SMA Negeri 14 Bandar Lampung Atikah Ramadhani; Edi Siswanto; Zaskia Falia Putri; Fina Tri Nur Maharani; Irma Yunita; Komang Windasari; Ratri Pramudita; Della Soraya; Adinda Salsabila Rizki Oktavia; Najua Fauzani; Nourel Islamay Diandra; Yashinta Zahra Alfitri; Raden Muhammad Setiawan; Teki Prasetyo Sulaksono
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2026): APRIL-JUNI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/aq722a61

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penguatan identitas budaya lokal melalui sosialisasi Program Kamis Ber-Adat dalam kajian sosiologi hukum pada peserta didik SMA Negeri 14 Bandar Lampung. Program Kamis Ber-Adat merupakan kebijakan Pemerintah Provinsi Lampung yang mendorong penggunaan Bahasa Lampung dan pemakaian atribut budaya daerah sebagai upaya pelestarian budaya lokal di tengah arus globalisasi. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan penyebaran angket kepada peserta didik kelas X.6 dan X.7 SMA Negeri 14 Bandar Lampung. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif melalui perhitungan frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosialisasi Program Kamis Ber-Adat memberikan dampak positif terhadap peningkatan pemahaman dan kesadaran budaya peserta didik. Sebagian besar siswa memahami tujuan program serta menyadari pentingnya Bahasa Lampung sebagai identitas budaya daerah yang perlu dilestarikan. Program ini juga berperan sebagai sarana rekayasa sosial yang membentuk kesadaran budaya melalui proses pembiasaan di lingkungan sekolah. Meskipun demikian, penggunaan Bahasa Lampung dalam kehidupan sehari-hari masih menghadapi kendala berupa rendahnya pembiasaan di lingkungan keluarga, dominasi penggunaan Bahasa Indonesia, serta pengaruh globalisasi dan media digital. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara sekolah, keluarga, pemerintah, dan masyarakat untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan Program Kamis Ber-Adat sehingga pelestarian budaya Lampung dapat berjalan secara berkelanjutan.  
PELATIHAN ANSAMBEL MUSIK SEKOLAH BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER DI SMP NEGERI 41 BANDAR LAMPUNG Prisma Tejapermana; Erizal Barnawi; Water Zalin Zalukhu; Atikah Ramadhani; Denisya Anta Adilla
Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/ela.v5i1.1986

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan musikal peserta didik sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter melalui pelatihan ansambel musik sekolah di SMP Negeri 41 Bandar Lampung. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tahap observasi, penyampaian materi, demonstrasi, praktik ansambel musik, pendampingan, dan evaluasi. Peserta kegiatan berjumlah 20 siswa yang mengikuti pelatihan secara langsung dan didampingi oleh tim pengabdian dari Program Studi Pendidikan Musik FKIP Universitas Lampung. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan ansambel musik mampu meningkatkan kemampuan peserta dalam memainkan alat musik secara individu maupun kelompok. Selain itu, terjadi perkembangan karakter positif yang ditunjukkan melalui meningkatnya sikap disiplin, tanggung jawab, kerja sama, toleransi, serta rasa percaya diri peserta selama proses latihan berlangsung. Kegiatan ini membuktikan bahwa pembelajaran ansambel musik dapat menjadi sarana yang efektif dalam mengintegrasikan pengembangan keterampilan musikal dan pendidikan karakter secara bersamaan. Dengan demikian, pelatihan ansambel musik berbasis pendidikan karakter dapat dijadikan sebagai alternatif model pembelajaran seni musik yang mendukung pengembangan kompetensi dan karakter peserta didik secara holistik. This Community Service Program (PkM) aimed to improve students’ musical skills while instilling character values through school ensemble music training at SMP Negeri 41 Bandar Lampung. The implementation method consisted of several stages, including observation, material presentation, demonstration, ensemble music practice, mentoring, and evaluation. The participants were 20 students who took part in the training directly and were guided by the community service team from the Music Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Lampung. The results showed that ensemble music training was able to improve participants’ abilities in playing musical instruments both individually and in groups. In addition, positive character development was observed through increased discipline, responsibility, cooperation, tolerance, and self-confidence during the training process. This activity demonstrates that ensemble music learning can serve as an effective medium for integrating musical skill development and character education simultaneously. Therefore, character-based ensemble music training can be considered an alternative music learning model that supports the holistic development of students’ competencies and character.