Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Pengaruh Abdominal Stretching Exercise terhadap Penurunan Dismenore pada Remaja Putri Novita Mansoben; Maylar Gurning; Irtan H Sikowai
Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKA) Vol. 3 No. 3 (2021): Volume 3 Nomor 3 Desember 2021
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (930.463 KB) | DOI: 10.36590/jika.v3i3.201

Abstract

Angka kejadian dismenore di dunia sebesar 90% dan 15% berada pada klasifikasi nyeri berat. Dan dismenore yang terjadi di Indonesia berjumlah 64,25% yang terklasifikasi menjadi 54,89% wanita dengan nyeri primer dan sekunder 9,36%. Dismenoreprimer diderita oleh remaja sebesar 75% dengan tingkat nyeri yang berbeda-beda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh abdominal stretching exercise terhadap penurunan dismenore pada remaja putri di SMA Negeri 1 Kabupaten Sorong. Metode penelitian adalah pre-eksperimental dengan design one group pre test – post test melibatkan 42 remaja putri yang mengalami dismenore. Penggambilan sampel menggunakan teknik Accidental Sampling dengan penggumpulan data menggunakan SOP  abdominal stretching exercise dan numeric rating scale untuk mengetahui skala dismenore. Hasil analisis data menggunakan uji Wilcoxon didapatkan nilai penurunanskala dismenore untuk pre-test intervensi dan post-test intervensi adalah 42 dengan mean rank 21,50 dan  sum of ranks 903,00 yang berarti bahwa semua responden mengalami penurunan tingkat nyeri haid dari sebelum ke setelah tindakan. Selain itu didapatkan nilai ? 0,05 yang berartiabdominal stretching exercise efektif untuk menurunkan dismenore.Kesimpulan bahwa adanya pengaruh abdominal stretching exercise terhadap penurunan dismenore. Saran diharapkan remaja putri untuk menerapkan abdominal stretching exercise saat nyeri haiddan mengajarkan tentang teknik ini kepada teman sebaya yang juga mengalami dismenore.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN PENCEGAHAN OSTEOPOROSIS PADA WANITA PREMENOPAUSE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MALAWEI KOTA SORONG Novita Mansoben; Maylar Gurning; Veronika T. Soka
Journal of Nursing and Health Vol. 6 No. 2 (2021): Journal Of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52488/jnh.v6i2.147

Abstract

Pendahuluan : wanita premenopause mempunyai risiko untuk terkena osteoporosis dimana risikonya lebih tinggi yaitu 21,7 persen, dibandingkan dengan laki-laki yang hanya beresiko terkena osteoporosis sebanyak 14,8 persen. Tujuan penelitian : adalah mengetahui hubungan pengetahuan dengan pencegahan osteoporosis pada wanita premenopause di Wilayah Kerja Puskesmas Malawei Kota Sorong. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Penelitian dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Malawei Kota Sorong pada tanggal 25 Februari -17 Maret 2020 dengan populasi sebanyak 264 respoden dan sampel sebanyak 159 responden diambil dari sebagian populasi dan menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dengan uji chi square. Hasil penelitian : ini menunjukkan bahwa pengetahuan dengan pencegahan osteoporosis diperoleh nilai p value 0,001 artinya ada hubungan pengetahuan dengan pencegahan osteoporosis pada wanita premenopause di Wilayah Kerja Puskesmas Malawei Kota Sorong. Kesimpulan : bahwa ada hubungan pengetahuan dengan pencegahan osteoporosis di Wilayah Kerja Puskesmas Malawei Kota Sorong. Saran : bahwa Puskesmas sebagai wadah pelayanan kesehatan masyarakat dapat memberikan edukasi atau konseling tentang osteoporosis dan pencegahannya kepada wanita premenopause, sehingga lebih dini mengetahui dampak masalah dan pencegahan segera. Kata kunci: Pencegahan osteoporosis, Pengetahuan, Wanita premenopause
KARAKTERISTIK MASYARAKAT TERHADAP PENGETAHUAN MENCUCI TANGAN DALAM PENCEGAHAN COVID-19 DI KELURAHAN MAKLALUT KABUPATEN SORONG Maylar Gurning; Dirgantari Pademme; Tince Hutubessy
Journal of Nursing and Health Vol. 6 No. 2 (2021): Journal Of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52488/jnh.v6i2.149

Abstract

Pendahuluan Covid-19 adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh corona virus jenis virus terbaru yang ditemukan pada tahun 2019 yang selanjutnya disebut Covid-19. Provinsi Papua Barat, per tanggal 2 September 2020 terdapat 868 pasien positif. Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sorong pertanggal 2 September 2020, jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19 sebanyak 108 pasien, dengan 4 pasien masih dalam perawatan, 103 telah dinyatakan sembuh dan 1 pasien meningga. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan karakteristik masyarakat tehadap pengetahuan mencuci tangan dalam pencegahan penularan Covid-19 di Kelurahan Maklalut Kabupaten Sorong. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional study. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Maklalut Kabupaten Sorong. pada bulan Desember 2020 – Januari 2021. Populasi masyarakat Kelurahan Maklalut Kabupaten Sorong berjumlah 238 responden dengan Sampel berjumlah 149 responden dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Serta uji yang digunakan adalah uji chi square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan karakteristik (usia, pendidikan dan jenis kelamin) masyarakat tehadap pengetahuan mencuci tangan dalam pencegahan penularan Covid-19 di Kelurahan Maklalut Kabupaten Sorong. Kesimpulan bahwa tidak ada hubungan karakteristik (usia, pendidikan dan jenis kelamin) masyarakat tehadap pengetahuan mencuci tangan dalam pencegahan penularan Covid-19 di Kelurahan Maklalut Kabupaten Sorong. Saran bahwa perlu masyarakat semakin meningkatkan kesadaran diri untuk mencuci tangan, bukan hanya dalam masa Covid-19 saja tetapi sampai masa Covid-19 ini pun berlalu. Kata kunci: Hipertensi; Dukungan Keluarga; Lansia
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG TOXIC RELATIONSHIP PADA REMAJA Maylar Gurning; Dirgantari Pademme; Novita Mansoben; Inggerid Agnes Manoppo
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i3.878-883

Abstract

Manusia merupakan mahluk sosial yang saling membutuhkan dalam berinteraksi dan berhubungan dengan orang lain. Anak usia remaja sering terjebak dalam hubungan yang tidak sehat atau  disebut toxic relationship, baik itu hubungan dengan teman atau sahabat,  saudara, orang tua bahkan lingkungannya. Toxic relationship pada masa remaja sering dilakukan dalam bentuk kekerasan dalam beracaran yang merupakan masalah yang sering terjadi dan meluas di masyarakat. Bukti menunjukkan bahwa adanya kekerasan dalam berpacaran (KDP) sudah semakin meluas. Data menunjukkan bahwa rata-rata KDP dalam lingkup siswa SMA dan mahasiswa adalah 22% dan 32%. Fakta yang didapat setelah survei kepada 300 remaja, bahwa satu dari lima remaja mengalami kekerasan seksual, sedangkan dari sejumlah 8.234 kasus yang ditangani oleh Lembaga Layanan Mitra Komnas Perempuan, kekerasan dalam pacaran menempati posisi kedua dengan 1.309 kasus, sebagai jenis kekerasan terhadap perempuan yang ditangani oleh Lembaga Layanan Mitra Komnas Perempuan sepanjang tahun 2021. Oleh karena itu pemberian edukasi terkait toxic relationship dapat memberikan masukan dan pengetahuan pada remaja tentang bahaya dan dampak yang ditimbulkan dari hubungan yang toxic. Metode pelaksanaan pengabdian dengan memberikan pre dan post test untuk mengukur pengetahuan remaja tentang toxic relationship. Hasil dari kegiatan pengabdian ini menunjukan peningkatkan pengetahuan remaja sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan.
A HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN LANSIA DENGAN NYERI RHEUMATOID ATRITIS DI PUSKESMAS AITINYO BARAT KABUPATEN MAYBRAT Gurning, Maylar; Simong, Merlis; Bosawer, Bertha A
An Idea Health Journal Vol 2 No 01 (2022): FEBRUARY
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ihj.v3i01.66

Abstract

The Maybrat District Health Office based on the records of the Maybrat District health office during 2019 Rheumatoid Arthritis disease was included in the top 10 most cases in Maybrat District, and Rheumatoid Arthritis was in 4th place. suffering from Rheumatoid Arthritis. The purpose of the study was to determine the relationship between the level of knowledge of the elderly with Rheumatoid Arthritis pain in the Work Area of ??the Aitinyo Barat Health Center, Maybrat Regency. This type of research is quantitative research. The research design used was cross sectional. This research was conducted at Aitinyo Barat Health Center, Maybrat Regency. The time of the study was carried out on November 20 - December 02, 2020. The sample of the study was the elderly who came to visit the Aitinyo Barat Health Center, Maybrat Regency with complaints of joint pain (Rheumatoid Arthritis) as many as 42 elderly people. The results of the research that has been carried out with the Chi Square test obtained p = 0.000 <0.05, which means that there is a relationship between the level of knowledge of the elderly and Rheumatoid Arthritis pain in the Work Area of ??the West Aitinyo Public Health Center, Maybrat Regency. The conclusion of this study is that there is a relationship between the level of knowledge of the elderly with rheumatoid arthritis pain at the Aitinyo Barat Health Center, Maybrat Regency. Therefore, it is hoped that the puskesmas officers will provide counseling in the working area of ??the West Aitinyo Public Health Center, Maybrat Regency about Rheumatoid Arthritis disease so that they can increase public knowledge and provide information to the community in handling and how to deal with pain in rheumatoid arthritis sufferers.  
A A Banna, Triani; Gurning, Maylar; Sahetapy, Viona
An Idea Health Journal Vol 2 No 01 (2022): FEBRUARY
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ihj.v3i01.68

Abstract

At the beginning of 2020, the world was shocked by the corona virus (Covid-19) outbreak which infected almost all countries in the world. The Word Health Organization (WHO) said that there were more than 215 countries that had confirmed Covid-19 on October 21, 2020, with 40,766,671 infected patients. Indonesia infected reached 368,842 people. West Papua Province infected with 3,688 people. Sorong Regency shows a total of 380 close contacts. The impact of mental health on Covid-19 on medical personnel as a whole, namely the presence of worry and feeling anxious about contracting the corona virus, worry of spreading it to family members, difficulty sleeping related to excessive anxiety, fear of contracting because of working in a risky unit and worrying because PPE is not up to standard in treatment for Covid-19. The purpose of this study was to describe the level of anxiety of nurses in health services during the Covid-19 pandemic at Dr. Jhon Piet Wanane, Sorong Regency. This type of research is a quantitative study using descriptive methods. The population was all nurses who served in RSUD Dr. Jhon Piet Wanane, Sorong Regency. A sample of 180 people. This research was conducted for 1 month. The results showed that out of 180 respondents, it was found that nurses experienced a severe level of anxiety, namely 71 (39.4), moderate anxiety, namely 59 (32.8%), mild anxiety, namely 37 (20.6%) and the least anxious, namely 13 (7.2%). The conclusion of this study is that most nurses experience moderate and severe anxiety. Suggestions for the nursing department of the hospital to form a stress management team to deal with the stress or anxiety experienced by nurses during the Covid-19 pandemic.
TINGKAT PENGETAHUAN MENGENAI KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA: LITERATURE REVIEW: LEVEL OF KNOWLEDGE REGARDING REPRODUCTIVE HEALTH ADOLESCENTS: LITERATURE REVIEW Sabarofek, Willem M.; Yesnath, Amandus R.; Gurning, Maylar; Manoppo, Inggerid A.
Jurnal Keperawatan Notokusumo Vol. 12 No. 1 (2024): Juni
Publisher : LPPM STIKES NOTOKUSUMO YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja merupakan masa dimulainya perkembangan organ-organ reproduksi, kurangnya pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi dapat menimbulkan masalah dalam kesehata reprodusi, masalah yang akan timbul jika remaja tidak mengetahui pengetahuan yang cukup tentang kesehatan reproduksi yaitu penyakit menular seksual. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi. Metode pencarian database menggunakan NIH public Access, Google Scholar yang dibatasi dari tahun Januari 2019 sampai Januari 2024 selama 5 tahun dengan mereview 10 jurnal. Hasil yang ditemukan dalam literatur review ini diapatkan masih banyak sekali sekali pengetahuan remaja yang kurang tentang kesehatan reproduksi pada remaja laki laki dan remaja perempuan. Remaja memiliki pengetahuan yang cukup dan kurang tentang kesehatan reproduksi pada remaja.   Adolescence is the period when the development of reproductive organs begins. Lack of knowledge about reproductive health in adolescents can cause problems in reproductive health, problems that will arise if adolescents do not have sufficient knowledge about reproductive health, namely sexually transmitted diseases. The aim of the research is to determine the level of knowledge of adolescents about reproductive health. The database search method used NIH public Access, Google Scholar which was limited from January 2019 to January 2024 for 5 years by reviewing 10 journals. The results found in this literature review show that there is still a lot of adolescent knowledge that is lacking regarding reproductive health in male and female adolescents. Adolescents have insufficient and insufficient knowledge about reproductive health in adolescents.
Pendidikan Kesehatan Tentang Kesehatan Jiwa Emosional Pada Remaja Gurning, Maylar; Pademme, Dirgantari; Mansoben, Novita; Manoppo, Inggerid Agnes; Banna, Triani
BERBAKTI : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 2 (2023): BERBAKTI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat | September 2023
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30822/berbakti.v1i2.2644

Abstract

Adolescence is a period marked by biological, psychological, and social development. These changing conditions often result in disharmony, so a balance is needed so that adolescents can achieve adequate and mature psychosocial development in accordance with age-level developments. It is estimated that 1 in 7 children aged 10 to 19 are likely to experience psychological problems. It is unfortunate that this emotional disorder is not recognized and often does not get proper treatment. The determinant of emotional mental symptoms in Indonesia in junior high school students is 60.17% of junior high school students, with the majority being between the ages of 13 and 15 who experience symptoms of mental emotional problems. Symptoms experienced, such as loneliness (44.45%), feeling anxious (40.75%), and even having suicidal ideation (7.33%), Therefore, the provision of related education can provide input and knowledge to adolescents about the benefits of managing emotional and mental health. The method of implementing community service is by giving pre- and post-tests to measure adolescent knowledge about emotional and mental health. The results of this service activity show that there is an increase in knowledge in adolescents before and after being given health education
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA TENTANG PERILAKU SEKSUAL BERISIKO Gurning, Maylar; Hardiyanti, Rina; Batara, Hadija
Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA
Publisher : Program Studi S1/DIII-Keperawatan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikeperawatan.v11i1.1730

Abstract

Perilaku seksual berisiko yang terjadi pada remaja dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius, seperti kehamilan tak diharapkan, penyakit menular seksual dan HIV AIDS. Remaja yang melakukan perilaku sekusal beresiko yang dilakukan pada remaja berdampak pada tingginya angka aborsi dan menjadi penyebab kematian tertinggi saat ini, selain itu ada masalah sosial dan menyebabkan penyakit menular seksual. Maka hal ini perlu dilakukan informasi untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang bahaya perilaku seksual beresiko. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan remaja tentang perilaku seksual berisiko. Metode pernelian menggunakan pre-experimental design One group pretest-posttest, sampel diambil dengan stratified random sampling dengan keterwakilan setiap kelas XI jurusan TKJ. Intervensi yang diberikan melalui video selama 15 menit yang diberikan kepada siswi, dimana kelompok diberi pretest dan psottest terkait kuesioner pengetahuan tentang perilaku seksual berisiko. Uji statistik  yang digunakan wilcoxon sign rank test. Hasil penelitian menjunjukkan sebelum responden diberikan pendidikan kesehatan tentang perilaku Seksual berisiko adalah sebanyak 61 (50,4%) memiliki pengetahuan kurang dan terjadi perubahan sesudah diberikan pendidikan kesehatan tentang perilaku seksual dengan jumlah responden sebanyak 71 (58,7%) dengan pengetahuan baik. Hasil uji statistik wilcoxon menunjukkan bahwa ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan perilaku seksual berisiko pada remaja di SMK Negeri 1 Kota Sorong dengan p-value = < 0,000 (<0,05). Kesimulan dari penelitian ini bahwa ada pengaruh pendidikan ksehatan terhadap pengetahuan siswi tentang perilaku seksual berisiko. Diharapkan agar remaja dapat mengendalikan dan mendapatkan informasi tentang bahaya dan dan dampak dari melakukan perilaku seksual berisiko.