Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Peran Lingkungan dalam Mendukung Perkembangan Sosial Anak di Masyarakat Arya Nanta Aribi; Debi Debi; Mutia Mahfira; Suhartini Suhartini; Lily Sardiani Daulay
JURNAL TIPS Vol 4, No 1 (2026)
Publisher : UIN SU Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menjelaskan kontribusi lingkungan masyarakat dalam mendukung perkembangan social serta pembentukan anak usia dini
Pengaruh Lingkungan Keluarga Terhadap Regulasi Emosi dan Perilaku Sosial Anak Muflih Fathin; Ega Aldani Lubis; Novi Miranda Sipayung; Nurhasanah Nurhasanah; Muhammad Fadhil Azhar; Lily Sardiani Daulay
Jurnal Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan (JITK) Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/jitk.v4i1.1809

Abstract

Lingkungan keluarga memiliki peran penting dalam membentuk regulasi emosi dan perilaku sosial anak. Interaksi yang berlangsung dalam keluarga, termasuk pola asuh dan pendampingan emosional orang tua, menjadi fondasi awal bagi perkembangan kemampuan anak dalam mengelola emosi serta berinteraksi secara sosial. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh lingkungan keluarga terhadap regulasi emosi dan perilaku sosial anak melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa lingkungan keluarga yang suportif, ditandai dengan pola asuh demokratis dan pendampingan emosional yang responsif, berkontribusi positif terhadap kemampuan regulasi emosi anak. Regulasi emosi yang baik selanjutnya berperan sebagai mediator dalam membentuk perilaku sosial anak yang adaptif di lingkungan sekolah. Temuan ini menegaskan pentingnya peran keluarga dalam mendukung perkembangan sosial-emosional anak.
PERAN LINGKUNGAN BELAJAR DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BAHASA ANAK Nabilla Orianda; Seftia Amanda Nasution; Viola Anastasya; La Ari Nurdiansyah; Lily Sardiani Daulay
Analysis Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/j.analysis.v4i1.1812

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran lingkungan belajar dalam meningkatkan kemampuan bahasa anak. Lingkungan belajar yang kondusif merupakan faktor penting dalam perkembangan kemampuan berbahasa anak usia dini hingga remaja. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) melalui penelusuran dan analisis berbagai sumber yang relevan, seperti buku, jurnal, dan artikel ilmiah tentang lingkungan belajar dan perkembangan bahasa anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan belajar yang efektif mencakup aspek fisik, sosial, dan psikologis yang saling berinteraksi. Karakteristik lingkungan belajar yang baik meliputi ketersediaan sumber belajar, interaksi sosial yang positif, suasana yang aman dan nyaman, serta dukungan dari pendidik dan orang tua. Strategi menciptakan lingkungan belajar yang efektif mencakup optimalisasi ruang belajar, penciptaan iklim sosial yang kondusif, dan pemanfaatan teknologi secara bijak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penciptaan lingkungan belajar yang berkualitas memerlukan kolaborasi antara pendidik, orang tua, dan pemangku kepentingan lainnya untuk mendukung perkembangan bahasa anak secara holistik.
Pandangan Islam Terhadap Pendidikan Seni Ayu Wandira Maulidya; Hanifah Fathin Ritonga; Dwi Ananda Nst; Mhd Imran; Siska Purba; Lily Sardiani Daulay
Edukatif Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/je.v4i1.1830

Abstract

Pendidikan seni berperan penting dalam mengembangkan potensi peserta didik secara holistik, mencakup aspek kognitif, emosional, sosial, dan spiritual. Dalam perspektif Islam, seni dipandang sebagai sarana mengekspresikan keindahan ciptaan Allah sekaligus media internalisasi nilai moral dan akhlak. Artikel ini bertujuan mengkaji pandangan Islam terhadap pendidikan seni serta implikasinya bagi perkembangan peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan dengan metode deskriptif-analitis. Data bersumber dari Al-Qur’an, hadis, kitab tafsir, buku pendidikan Islam, dan jurnal ilmiah, yang dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil kajian menunjukkan bahwa Islam tidak menolak seni, tetapi memberikan batasan agar selaras dengan nilai tauhid dan akhlak. Pendidikan seni Islami berfungsi mengembangkan kreativitas bernilai spiritual, membentuk akhlak mulia, dan memperkuat kesadaran religius. Dengan demikian, pendidikan seni dalam Islam menjadi bagian integral pembentukan manusia beriman, berilmu, dan berkepribadian seimbang.
Perkembangan Emosional Peserta Didik Serta Dampaknya Terhadap Proses Perkembangan Alya Nabila Guci; Farah Adiba; Mahyar Diana Nasution; Mohammad Harsyradja Harahap; Lily Sardiani Daulay
Komprehensif Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan emosional peserta didik dan implikasinya terhadap efektivitas proses perkembangan. Metode yang digunakan adalah studi literatur kualitatif dengan meninjau berbagai jurnal yang relevan, khususnya yang membahas perkembangan emosional. Hasil kajian menunjukkan bahwa esensi pendidikan holistik tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan, tetapi juga mencakup pengembangan aspek sosial dan emosional peserta didik. Perkembangan sosio-emosional sangat dipengaruhi oleh lingkungan terdekat, terutama keluarga, dan kemampuan regulasi diri menjadi kunci dalam memengaruhi hasil belajar akademik. Implementasi perkembangan emosional terbukti berdampak signifikan dalam meningkatkan motivasi belajar dan prestasi akademik siswa. Oleh karena itu, integrasi keterampilan sosial dan emosional ke dalam kurikulum sangat penting untuk mencapai kesuksesan siswa secara menyeluruh.
Peran Guru Dalam Mendorong Perkembangan Kognitif Anak di Era Digital Dwi Maharani; Cindy Zihan Gusmiranda; Mazdalifah Mazdalifah; Mufidah Hafidzah; Lily Sardiani Daulay
Pedagogik Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/pedagogik.v4i1.1825

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memahami peran strategis guru dalam memfasilitasi dan mendorong perkembangan kognitif anak ditengah masifnya penggunaan teknologi digital. Metode yang digunakan adalah studi literatur sistematis dan survei kualitatif terhadap guru taman kanak kanak (TK) di perkotaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 90% guru telah mengintegrasikan perangkat digital seperti tablet dan aplikasi eduktif dalam proses belajar mengajar, namun integrasi tersebut masih didominasi oleh penggunaan sebagai alat bantu visual, bukan alat interaksi kognitif. Ditemukan pula bahwa kurangnya pelatihan spesifik mengenai literasi digital dan desain pembelajaran berbasis kognitif merupakan hambatan utama. Integrasi digital yang tepat menjadi krusial karena teknologi, jika tidak dikelola dengan baik, berpotensi menghambat pengembangan keterampilan berfikir kritis dan pemecahan masalah (aspek kognitif Tingkat tinggi) pada anak. Kesimpuannya, guru harus bertransformasi dari sekadar penyedia konten menjadi fasiliator dan perancang pengalaman belajar digital yang berfokus pada stimulasi kognitif aktif. Perlunya modul pelatihan yang berkesinambungan bagi guru untuk memaksimalkan potensi perkembangan kognitif anak di era teknologi.
Peran Pola Asuh Demokratis dalam Perkembangan Sosial Emosional Anak Reni Indriani; Arni Darmayanti; Nada Muthi’ah Muthmainnah Lubis; Lily Sardiani Daulay
Khidmat Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/j.khidmat.v4i1.1821

Abstract

Pola asuh demokratis menciptakan lingkungan yang seimbang antara kebebasan dan bimbingan, membangun komunikasi dua arah, serta menanamkan disiplin diri dan rasa tanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran pola asuh demokratis dapat mengembangkan sosial emosional anak. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Teknik pengumpulan data menggunakan berbagai sumber seperti buku dan jurnal ilmiah. Pola asuh demokratis merupakan gaya pengasuhan orang tua dimana menyeimbangkan antara kasih sayang dan disiplin, orang tua menetapkan aturan yang jelas namun tetap mendengarkan, menghargai, dan melibatkan anak dalam pengambilan keputusan yang bertujuan membentuk anak yang mandiri, percaya diri, dan kritis dalam berpikir. Pola asuh demokratis sangat berperan bagi perkembangan sosial emosional anak karena membangun rasa percaya diri, kemampuan mengatur emosi, empati, dan keterampilan sosial, penuh kasih sayang namun tetap dengan batasan sehingga anak belajar mandiri sambil memahami tanggung jawabnya.