Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Role of the Tring by Pegadaian Application as a Digital Innovation at UPS Madina Alimuddin Alimuddin; Derliani Derliani; Dian Hidayat; Dia Lestari; Yenni Abdina Sari; Nur Amalia; Nurhadijah Nurhadijah; Samsir Alam
Jurnal Pengabdian Nusantara Vol. 4 No. 3 (2026): JUNI
Publisher : Konsorsium Nasional Pengelola Jurnal Pengabdian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/jpn.v4i3.246

Abstract

This study aims to analyze the role of the Tring by Pegadaian application as a digital innovation in improving service effectiveness at the Madina Sharia Service Unit (UPS). The study used a qualitative approach with a descriptive research type. Data were obtained through observation, in-depth interviews, and documentation involving unit leaders, employees, and customers. The results show that the implementation of the Tring application at UPS Madina is part of the digital transformation undertaken by PT Pegadaian to improve service quality. The Tring application plays a role in increasing service time efficiency, ease of transaction access, and information transparency for customers. The use of this application also contributes to reducing queues and increasing the accuracy of transaction recording through an integrated system. However, the application's utilization is not fully optimal due to obstacles in customer digital literacy, limited internet network, and people's habits that still prefer conventional services. Therefore, increased socialization, digital education, and infrastructure support are needed to maximize the implementation of this digital innovation. This research is expected to serve as a reference for developing service digitalization strategies at Islamic financial institutions at the regional level.
Moderasi Beragama Melalui Pengajian Rutin Masyarakat di Desa Siantona Rahma Siregar; Rizka Ayu Nasution; Nur Azizah; Majidah; Dian Hidayat; Nanda Auliadi; Riska Sofi Yanti; Muhammad Rasyid Siregar; Ahmad Sahril; Ali Yusron
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 5 (2025): SEPTEMBER-OKTOBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/v2wcfd59

Abstract

Salah satu masalah penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia adalah moderasi beragama, mengingat banyaknya agama, budaya, suku, dan adat istiadat di negara ini. Seseorang dapat menggambarkan moderasi beragama sebagai sikap tengah dalam menjalankan ajaran agama. Artinya tidak berlebihan (ekstrem kanan) atau mengabaikan ajaran (ekstrem kiri), tetapi mengambil jalan tengah yang mengutamakan toleransi, keseimbangan, dan keadilan. Penguatan prinsip moderasi beragama dalam masyarakat pedesaan dapat dicapai melalui penerapan pendekatan kultural dan keagamaan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Pengajian rutin masyarakat di Desa Siantona adalah contoh nyata dari kegiatan tersebut. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana pengajian rutin di Desa Siantona dapat menjadi cara yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai moderasi beragama kepada masyarakat. Pengajian mingguan tidak hanya membantu orang belajar lebih banyak tentang agama tetapi juga membangun masyarakat yang lebih toleran dan inklusif. Pengabdian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dan pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dengan tokoh agama, tokoh dan peserta masyarakat pengajian, serta dokumentasi kegiatan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pengajian teratur di Desa Siantona membantu meningkatkan pemahaman keagamaan yang moderat. Para ustaz dan tokoh agama tidak hanya membahas ibadah mahdhah mereka juga membahas hubungan ajaran Islam dengan kehidupan masyarakat, pentingnya mempertahankan persatuan, menghargai perbedaan, dan menolak kekerasan atas nama agama. Selain itu, kegiatan ini mendorong terbentuknya forum diskusi keagamaan yang sehat di mana masyarakat dapat mengajukan pertanyaan, berbagi pengalaman, dan mencari solusi bersama untuk masalah yang dihadapi sehari-hari.  Pengajian teratur di Desa Siantona juga membantu mempererat hubungan warga. Kegiatan ini mengajarkan masyarakat untuk berinteraksi secara damai, saling menghormati, dan menghindari konflik yang mungkin terjadi. Komitmen kebangsaan, toleransi, anti-kekerasan, dan pengakuan terhadap kearifan lokal adalah beberapa nilai moderasi umat yang ditanamkan melalui pengajaran secara teratur. Pada akhirnya, semua nilai ini membentuk kesadaran masyarakat bahwa agama datang untuk membawa kedamaian, bukan perpecahan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa pengajian teratur yang dilakukan oleh masyarakat Desa Siantona memainkan peran penting dalam menginternalisasi prinsip moderasi beragama. Pengajian tidak hanya memberi orang lebih banyak pemahaman tentang agama mereka, tetapi juga berfungsi sebagai alat untuk memastikan adanya keseimbangan sosial di tengah keberagaman. Pengajian ini dapat digunakan sebagai contoh atau model bagi desa lain untuk membangun kehidupan masyarakat yang religius, toleran, dan harmonis.