Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

IMPLEMENTASI EVALUASI PEMBELAJARAN SEJARAH PASCA PANDEMI DI SMA NEGERI 2 PADANGSIDIMPUAN Deka Maita Sandi; Ali Yusron
Jurnal TAROMBO Vol 4 No 1 Februari (2023): Jurnal Tarombo
Publisher : Pendidikan Sejarah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji pelaksanaan evaluasi pembelajaran sejarah dalam pembelajaran tatap muka pasca pandemi covid-19 di SMA Negeri 2 Padangsidimpuan. Penelitian bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan evaluasi, faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan evaluasi, serta upaya meningkatkan pelaksanaan evaluasi. Penelitian mengadopsi pendekatan kualitatif berbasis metode deskriptif. Sumber data dihimpun dari sumber primer dan sekunder. Pengumpulan data berorientasi pada teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Data dianalisa melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan, sedangkan uji keabsahan menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian memperlihatkan evaluasi pembelajaran sejarah pasca pembelajaran daring dilaksanakan mengacu pada prosedur evaluasi pembelajaran meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, dan pengolahan, pelaporan, maupun pemanfaatan hasil evaluasi. Faktor pendukung pelaksanaan evaluasi pembelajaran meliputi kompetensi guru, kondisi intern siswa, dan ketersedian sumber belajar, sedangkan faktor penghambat terkait jumlah kelas dan siswa, keterbatasan alokasi waktu, dan kepedulian orangtua. Upaya meningkatkan efektivitas pelaksanaan evaluasi pembelajaran dilakukan dengan membangun sinergi guru dan orangtua siswa, pengembangan asesmen alternatif, dan dukungan kepala sekolah
Pengaruh Kecerdasan Emosional, Perilaku Kepemimpinan Kepala Sekolah, Dan Iklim Kerja Terhadap Pengelolaan Stres Kerja Guru Sd Negeri Muhammad Ade Kurnia; Siti Hasnah; Muhammad Subhan Iswahyudi; Ali Yusron
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.13818

Abstract

Penelitian ini mempunyai tujuan untuk memahami (1) pengaruh secara langsung kecerdasan emosional pada pengelolaan stres kerja guru (2) pengaruh langsung perilaku kepemimpinan kepala sekolah pada pengelolaan stres kerja guru (3) pengaruh langsung iklim kerja pada pengelolaan stres kerja guru (4) pengaruh langsung kecerdasan emosional terhadap iklim kerja (5) pengaruh langsung perilaku kepemimpinan kepala sekolah terhadap iklim kerja. Kajian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei serta tehnik analisa jalur (path analysis). Hasil kajian menunjukkkan jika (1) kecerdasan emosional memberi pengaruh langsung positif serta signifikan pada pengelolaan stress kerja guru SD Negeri (2) perilaku kepemimpinan kepala sekolah memberi pengaruh langsung positif serta signifikan pada pengelolaan stress kerja guru SD Negeri (3) iklim kerja memberi pengaruh langsung positif serta signifikan pada pengelolaan stress kerja guru SD Negeri (4) kecerdasan emosional memberi pengaruh langsung positif serta signifikan pada iklim kerja pada SD Negeri serta (5) Perilaku kepemimpinan kepala sekolah memberi pengaruh langsung positif serta signifikan pada iklim kerja di SD Negeri. Para penulis menyarankan supaya dijalankan usaha yang maksimal untuk mengendalikan pengaruh stres kerja yang dialami oleh guru dan perlu dijalankan pengembangan kajian lebih lanjut guna memahami variabel lainnya yang memberi pengaruh pengelolaan stres kerja guru serta dampaknya pada siswa.
Islamic Education Leadership Management In Independent Learning Educational Curriculum Quality : Challenge Analysis And Solutions Rini Werdiningsih; Ali Yusron; Muhammad Hafiz; Sumarni Rumfot; Madaling Madaling
At-Tarbiyat Vol 6 No 1 (2023): Islamic Education In Indonesia
Publisher : Institut Agama Islam An-Nawawi Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37758/jat.v6i1.332

Abstract

This study examines the leadership management of Islamic education in the quality of education in the Free Learning Curriculum in terms of the analysis of challenges and solutions. The research used in this study is a qualitative research type of descriptive research. Primary data sources are school principals, teachers at SDN 01 Kota Bangun and secondary data from books, journals and websites related to the research title. Data collection techniques using observation, interviews and documentation. Data analysis using data reduction, triangulation, member checks and making data conclusions. The results of this study indicate that school leadership identifies and validates the pathways through which leadership impacts key teaching and learning processes in schools. In addition, it was found that the use of digital technology provides new challenges in the world of education today. Innovation is needed especially for school principals as leaders in the school sector to realize the various aspirations of the nation's education. The leadership model most relevant to educational issues. Based on the results of leadership management research by school principals acculturated with a humanist approach to making technological innovation programs with an independent learning curriculum. One aspect that is realized is creating teacher human resources with high character and innovation in the digital era.
The Impact of Classroom Action Research (CAR) and Innovation on Teacher Professionalism: an Intervention of Competence Ali Yusron; Junita Irawati; Teguh Setiawan Wibowo; Husen; Sudadi
Jurnal Informatika Ekonomi Bisnis Vol. 5, No. 2 (June 2023)
Publisher : SAFE-Network

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37034/infeb.v5i2.594

Abstract

The objective of this study is to examine the influence of Classroom Action Research and Innovation on Incentives, with Competence serving as the mediating variable. The variables investigated in the research are Classroom Action Research, Innovation, Competence, and Teacher Professionalism. The data collection method employed was a survey conducted through the distribution of questionnaires. The analysis was conducted using Smart PLS 3.2.8 software, specifically utilizing Partial Least Squares (PLS) analysis. The research findings is a) Classroom Action Research has a positive and significant impact on teacher professionalism, b) Innovation has a positive and significant effect on teacher professionalism, c) Competence shows a positive and significant association with teacher professionalism, d) Classroom Action Research has a positive and significant effect on teacher professionalism through Competence, e) Innovation has a positive and significant effect on teacher professionalism through Competence. Based on these results, it is recommended that teachers at Mandailing Natal Regency Elementary School prioritize and enhance the influence of Classroom Action Research, Innovation, and Competence on Teacher Professionalism. This will contribute to the overall improvement of teacher professionalism in the school. By emphasizing the importance of Classroom Action Research and Innovation, teachers can enhance their professional development and contribute to the advancement of education quality.
Kesiapan Belajar Siswa Sekolah Dasar Melalui Implementasi Kegiatan Pra-Pembelajaran Ahmad Husein; Ali Yusron; Arianto Arianto; Atika Atika; Nurmaida Sari
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 9 No. 1 (2026): Januari - Maret 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.9.1.2026.8266

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran kegiatan pra-pembelajaran dalam membentuk kesiapan belajar siswa sekolah dasar, yang mencakup aspek kognitif, fisik, emosional, dan sosial. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan serta menganalisis implementasi kegiatan pra-pembelajaran dalam meningkatkan kesiapan belajar siswa di SD Negeri 116 Percontohan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian ini adalah siswa dan guru SD Negeri 116. Percontohan dengan jumlah siswa 25 dan 4 guru sebagai informan Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dalam penelitian ini dijaga melalui teknik triangulasi sumber dan triangulasi teknik, yaitu dengan membandingkan informasi yang diperoleh dari berbagai informan serta menggunakan beberapa metode pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pra-pembelajaran yang dilaksanakan secara rutin dan terstruktur, seperti upacara, senam pagi, kegiatan keagamaan, literasi, dan seni, memberikan kontribusi positif terhadap kesiapan belajar siswa. Kegiatan tersebut terbukti mampu meningkatkan kedisiplinan, konsentrasi, kestabilan emosi, kemampuan berpikir, serta motivasi belajar siswa. Secara keseluruhan, integrasi berbagai kegiatan tersebut membentuk sistem kesiapan belajar yang holistik dan mendukung terciptanya proses pembelajaran yang lebih optimal. Penelitian ini memberikan kontribusi secara teoretis dalam memperkaya kajian tentang strategi pembelajaran berbasis kesiapan belajar, serta secara praktis menjadi rujukan bagi guru dan sekolah dalam merancang kegiatan pra-pembelajaran yang efektif dan berkelanjutan.
Peran Komunikasi Terhadap Hubungan Sosial Guru Dengan Peserta Didik Di SMA Negeri 1 Panyabungan Zulhan Sukri; Ali Yusron; Reni Septrisia
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 1 (2024): Oktober
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i1.2569

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan peran komunikasi dalam membangun hubungan sosial antara guru dan peserta didik di SMA Negeri 1 Panyabungan. Komunikasi terbuka antara guru dan peserta didik di sekolah ini menjadi dasar dalam menciptakan hubungan sosial yang baik. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini melibatkan 1 kepala sekolah, 2 wakil kepala sekolah, 1 komite, 7 guru bidang studi, 1 guru BK, dan 34 peserta didik sebagai informan utama. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi, sedangkan data sekunder diperoleh dari studi kepustakaan dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi yang diterapkan oleh guru di SMA Negeri 1 Panyabungan sudah efektif, tercermin dari sikap keterbukaan guru terhadap keluhan dan aspirasi peserta didik. Hal ini turut memperkuat hubungan sosial yang positif antara guru dan peserta didik, baik dalam lingkungan kelas maupun di luar kelas. Peran komunikasi yang baik ini juga menjadi faktor penunjang dalam proses pembelajaran yang efektif dan membangun kedisiplinan serta tanggung jawab peserta didik.
Perspektif Guru tentang Peran Sistem Manajemen Pembelajaran dalam Meningkatkan Kualitas Pengajaran Ali Yusron; Teti Berliani; Indrojiono; Henny Sri Astuty; Pierre Marcello Lopulalan
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (April - Mei 2026)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v7i3.8053

Abstract

Perubahan paradigma pendidikan di era digital menempatkan Learning Management Systems (LMS) sebagai instrumen strategis dalam mendukung pembelajaran. Namun, efektivitasnya dalam meningkatkan kualitas pengajaran sangat dipengaruhi oleh perspektif guru sebagai pelaku utama di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perspektif guru mengenai peran LMS dalam meningkatkan kualitas pengajaran di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Medan, Sumatera Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, melibatkan 16 guru dari empat SMK (dua negeri dan dua swasta) yang dipilih melalui purposive sampling dengan kriteria pengalaman penggunaan LMS minimal satu tahun. Data dikumpulkan melalui observasi terhadap praktik pembelajaran yang memanfaatkan LMS, kemudian dilanjutkan dengan wawancara mendalam untuk memperkaya pemahaman tentang persepsi guru. Analisis data dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi pola pengalaman dan pandangan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memandang LMS berperan penting dalam meningkatkan kualitas pengajaran melalui perencanaan yang lebih terstruktur, penyediaan materi yang mudah diakses, transparansi evaluasi, serta peningkatan interaksi dengan siswa. Meski demikian, keterbatasan infrastruktur digital dan variasi kompetensi teknologi guru masih menjadi kendala signifikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perspektif guru menegaskan pentingnya dukungan berkelanjutan berupa peningkatan kapasitas digital pendidik dan kebijakan pendidikan yang konsisten agar pemanfaatan LMS benar-benar optimal dalam meningkatkan kualitas pengajaran vokasi.
Memaknai Istilah: Pendekatan Model Strategi Metode Teknik pada Pembelajaran Zulpan Zulpan; Rahmi Seri Hanida; Ali Yusron; Ummy Qalsum Nasution; Ismi Risqi; Salsabila Ahmad Lubis; Monica Niken Wulandari; Muhammad Rizky Rochmawan
Teaching and Learning Research Journal Vol. 1 No. 4 (2025): November
Publisher : Permata Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66770/tlrj.v1i4.83

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk membantu pemahaman konsep dasar tentang pendekatan, model, strategi, metode, teknik pembelajaran. Pemahaman konsep ini dilakukan dengan telaah secara mendalam dari referensi artikel ilmiah jurnal dan buku, seterusnya dilakukan sintesis untuk merekonstruksi teori-teori lebih mudah dipahami. teknik pembelajaran merupakan langkah spesifik metode pembelajaran, artinya teknik pembelajaran menekankan penggunaan karakteristik. Teknik pembelajaran idealnya mempertimbangkan kondisi, situasi, karakteristik kelasnya agar tercipta optimal dan tujuan pembelajaran menjadi efektif dan efisien. teknik pembelajaran diartikan sebagai cara yang dilakukan seseorang mengimplementasikan suatu metode secara spesifik. Jadi, teknik pembelajaran itu lebih fokus pada pilihan yang dilakukan agar metode-metode pembelajaran lebih efektif dan efisien, sehingga guru dapat memastikan proses penyampaian metode sesuai dengan situasi yang tepat. Hasil artikel ini berupa konstruksi konsep menggunakan bahasa sederhana berupa narasi paragraf dan peta konsep terhadap pemahaman konsep pendekatan, model, strategi, metode, teknik pada pembelajaran. Artikel ini diharapkan berkontribusi terhadap pengetahuan khususnya guru-guru untuk dapat lebih mudah memahami, sehingga guru memiliki kemampuan berpikir terstruktur.
A Curriculum Full of Love in Learning Indonesian Literature: Cultivating A Sense of Love for Culture and National Identity Junita Irawati; Kholidah Nur; Ali Yusron
Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Vol. 7 No. 01 (2026)
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/tabasa.v7i01.14336

Abstract

The Full of Love Curriculum in Indonesian Literature learning aims to strengthen students' love for culture and national identity through a humanistic approach that prioritizes warm emotional relationships between teachers and students. This study aims to explore the implementation of this curriculum at MAN 1 Mandailing Natal and its impact on students' cultural identity and nationalism. This research uses a qualitative approach with a case study design. Data were collected through observation, in-depth interviews with teachers and students, and analysis of documents related to the curriculum and teaching materials. Researchers analyzed the impact of implementing the Full of Love Curriculum on strengthening students' cultural identity and their pride in Indonesia. The results of the study show that the implementation of the Full of Love Curriculum at MAN 1 Mandailing Natal is effective in fostering a sense of pride in Indonesian culture and strengthening students' national identity. Literary learning that integrates local Mandailing cultural values and Indonesian nationality encourages students to better understand and appreciate their cultural heritage. Students showed an increase in appreciation for Indonesian literature as well as increased participation in cultural activities related to the preservation of local culture. Theoretically, the Full of Love Curriculum can be positioned as a variant of the culture-based humanistic curriculum that can strengthen national identity. Empirically, these findings confirm that learning Indonesian Literature based on compassion and rooted in local wisdom can be an effective strategy in fostering a love of culture and national identity among madrasah students.   Kurikulum Penuh Cinta dalam pembelajaran Sastra Indonesia bertujuan untuk memperkuat kecintaan siswa terhadap budaya dan identitas nasional melalui pendekatan humanistik yang memprioritaskan hubungan emosional yang hangat antara guru dan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi kurikulum ini di MAN 1 Mandailing Natal dan dampaknya terhadap identitas budaya dan nasionalisme siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru dan siswa, serta analisis dokumen yang berkaitan dengan kurikulum dan bahan ajar. Peneliti menganalisis dampak implementasi Kurikulum Penuh Cinta terhadap penguatan identitas budaya siswa dan kebanggaan mereka terhadap Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Penuh Cinta di MAN 1 Mandailing Natal efektif dalam menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya Indonesia dan memperkuat identitas nasional siswa. Pembelajaran sastra yang mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal Mandailing dan nasionalisme Indonesia mendorong siswa untuk lebih memahami dan menghargai warisan budaya mereka. Siswa menunjukkan peningkatan apresiasi terhadap sastra Indonesia serta peningkatan partisipasi dalam kegiatan budaya yang berkaitan dengan pelestarian budaya lokal. Secara teoritis, Kurikulum Penuh Cinta dapat diposisikan sebagai varian dari kurikulum humanistik berbasis budaya yang dapat memperkuat identitas nasional. Secara empiris, temuan ini menegaskan bahwa pembelajaran Sastra Indonesia yang berlandaskan kasih sayang dan berakar pada kearifan lokal dapat menjadi strategi yang efektif dalam menumbuhkan kecintaan terhadap budaya dan identitas nasional di kalangan siswa madrasah.  
The Application of Cooperative Learning Model Type Index Card Match to Improve Student Learning Outcomes on The Subject Matter of The Proclamation of Independence Class V SD Negeri 025 Huraba Khodijah Nasution; Rahmi Seri Hanida; Ali Yusron
PEDAGOGIC: Indonesian Journal of Science Education and Technology Vol. 6 No. 3 (2026): PEDAGOGIC: Indonesian Journal of Science Education and Technology
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/ijset.v6i3.5850

Abstract

This study aims to improve the learning outcomes of fifth-grade students of SD Negeri 025 Huraba on the Proclamation of Independence material through the application of the Index Card Match cooperative learning model. The study used the Classroom Action Research (CAR) method which was implemented in two cycles, with each cycle including the planning stage, action implementation, observation, and reflection. The research subjects were 22 fifth-grade students of the 2023/2024 academic year. Data were collected through teacher and student activity observation sheets and learning outcome tests. Data were analyzed using qualitative and quantitative analysis techniques. The results showed that the application of the Index Card Match model was able to improve learning activities and student learning outcomes. The average teacher activity increased from 80.00 in cycle I to 95.71 in cycle II. Student activity also increased from 63.38 to 91.55. Meanwhile, the average student learning outcomes increased from 68.64 in the initial condition to 77.36 in cycle I and 84.55 in cycle II. These findings indicate that the Index Card Match type of cooperative learning model is effective in increasing student activity and learning outcomes on the Proclamation of Independence material in class V of SD Negeri 025 Huraba.