Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Accountability in The Maqashid Sharia Perspective Satria Darma; Sunardi Sunardi; Alimuddin HM Alimuddin HM
Al Mashaadir : Jurnal Ilmu Syariah Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : STIS Ummul Ayman, Meureudu, Pidie Jaya, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52029/jis.v3i2.93

Abstract

This study aims to analyze accountability in the perspective of maqashid sharia. In this study using exploratory study method, namely descriptive analysis in analyzing secondary data related to these problems, by determining the theory of Islamic companies, agency theory and information asymmetry, and the philosophy of justice in Islamic law. The results of the research show that accountability is carried out by the company as a form of accountability for the trust given. The goal is to create justice and prosperity for all parties.
Pendampingan Literasi Agama Pada Peserta Didik di SMPN 02 Panyabungan dalam Memperkuat Pendidikan Multikultural Nasution, Marlian Arif; Rahmat, Paisal; Harahap, Mufti Fahrizal; Hamdanil, Hamdanil; HM, Alimuddin
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 2 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i2.1408

Abstract

The increase in the number of violent incidents occurring in schools due to acts of intolerance indicates that the concept of multicultural education has not yet been fully implemented. Therefore, the aim of this service activity is to strengthen multicultural education through religious literacy. This can be a strategic effort to equip students with a good understanding of tolerance in diversity. In its implementation, this activity will adopt the Asset-Based Community Development (ABCD) methodology. The ABCD method was chosen with the consideration that this activity is more focused on guidance. The outcome of this activity is that religious literacy can be highly effective in strengthening multicultural education, with students showing openness, respecting different beliefs, and embracing diversity well.ABSTRAKMeningkatnya jumlah kekerasan yang terjadi di lingkungan sekolah disebabkan oleh tindakan-tindakan intoleransi, menunjukkan bahwa konsep dari pendidikan multikultural belumlah sepenuhnya diterapkan dengan baik. Oleh sebab itulah, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat pendidikan multikultural melalui literasi agama. Hal ini dapat menjadi upaya strategis dalam membekali peserta didik untuk memiliki pengetahuan yang baik mengenai toleransi dalam keberagaman. Dalam pelaksanaannya, Kegiatan ini akan mengimplementasikan metodologi Asset Bassed Community Develovment (ABCD). Metode ABCD ini dipilih dengan pertimbangan bahwa kegiatan ini lebih bersifat pendampingan. Adapun hasil kegiatan ini ialah literasi agama dapat sangat efektif memperkuat pendidikan multikultural, siswa menunjukkan sikap keterbukaan, menghormati keyakinan yang berbeda dan merangkul keberagaman dengan baik.
The Role of the Tring by Pegadaian Application as a Digital Innovation at UPS Madina Alimuddin Alimuddin; Derliani Derliani; Dian Hidayat; Dia Lestari; Yenni Abdina Sari; Nur Amalia; Nurhadijah Nurhadijah; Samsir Alam
Jurnal Pengabdian Nusantara Vol. 4 No. 3 (2026): JUNI
Publisher : Konsorsium Nasional Pengelola Jurnal Pengabdian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/jpn.v4i3.246

Abstract

This study aims to analyze the role of the Tring by Pegadaian application as a digital innovation in improving service effectiveness at the Madina Sharia Service Unit (UPS). The study used a qualitative approach with a descriptive research type. Data were obtained through observation, in-depth interviews, and documentation involving unit leaders, employees, and customers. The results show that the implementation of the Tring application at UPS Madina is part of the digital transformation undertaken by PT Pegadaian to improve service quality. The Tring application plays a role in increasing service time efficiency, ease of transaction access, and information transparency for customers. The use of this application also contributes to reducing queues and increasing the accuracy of transaction recording through an integrated system. However, the application's utilization is not fully optimal due to obstacles in customer digital literacy, limited internet network, and people's habits that still prefer conventional services. Therefore, increased socialization, digital education, and infrastructure support are needed to maximize the implementation of this digital innovation. This research is expected to serve as a reference for developing service digitalization strategies at Islamic financial institutions at the regional level.
REKONSTRUKSI KESADARAN HUKUM PERKAWINAN MASYARAKAT DESA: INTEGRASI MAQASID AL-SHARI’AH DAN LEGAL EMPOWERMENT Jannus Tambunan; Alimuddin HM
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 4 No. 2 (2025): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies, Desember 2025
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v4i2.1202

Abstract

Problematika hukum perkawinan di masyarakat desa seringkali ditandai oleh praktik perkawinan tidak tercatat, talak informal, serta lemahnya pemenuhan hak nafkah dan hak asuh anak. Fenomena ini mencerminkan adanya jarak antara regulasi hukum dan kesadaran hukum masyarakat. Artikel ini bertujuan untuk mengisi celah riset dengan menganalisis dan merekonstruksi kesadaran hukum perkawinan masyarakat desa melalui integrasi maqasid al-shari‘ah dan legal empowerment. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain sosio-legal, yang memandang hukum sebagai praktik sosial (law in action). Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi sosial, dan analisis dokumen hukum serta keagamaan. Analisis dilakukan secara tematik dan interpretatif dengan menggunakan kerangka legal consciousness untuk memahami cara masyarakat memaknai, merespons, dan mempraktikkan hukum perkawinan dalam kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran hukum masyarakat desa cenderung transisional, dengan dominasi pemahaman hukum yang masih berorientasi pada keabsahan agama. Namun, terdapat pergeseran menuju pemahaman hukum sebagai sarana perlindungan, terutama melalui pemaknaan norma hukum dalam kerangka maqasid al-shari‘ah yang didukung oleh pemberdayaan hukum berbasis komunitas. Temuan ini menyoroti pentingnya integrasi kedua pendekatan untuk merubah pemaknaan hukum perkawinan dari sekadar formalitas normatif menjadi budaya hukum keluarga yang berorientasi pada keadilan dan kemaslahatan. Artikel ini berkontribusi secara teoretis dengan mengembangkan kajian hukum Islam melalui pendekatan sosio-legal yang integratif dan menawarkan model rekonstruksi kesadaran hukum perkawinan yang kontekstual bagi masyarakat desa.