Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG EFEK SAMPING ALAT KONTRASEPSI KB SUNTIK 3 BULAN PADA KELUARGA DI WILAYAH UPT PUSKESMAS PULO BRAYAN Sirait, Kartini; Sinuraya, Evamona; Suharto, Suharto
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 1 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Januari 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v3i1.2200

Abstract

Keluarga berencana merupakan cara bagi para keluarga untuk berupaya mencegah kehamilan, program KB merupakan salah satu program pemerintah dalam upaya meningkatkan kualitas penduduk. Tujuan penelitian: untuk memberikan pendidikan keperawatan keluarga dengan masalah pendidikan kesehatan tentang alat kontrasepsi efek samping KB suntik tiga bulan pada keluarga di wilayah UPT. Puskesmas Pulo brayan Metode : Penelitian ini bersifat deskriptif dalam rancangan studi kasus mulai dari pengkajian sampai dengan evaluasi. Hasil : Implementasi dilaksanakan selamat tiga hari pada klien satu dan dua mulai dari tanggal 29 s/d 31 Maret 2023 dengan jam yang berbeda beda, pemberian pendidikan kesehatan pada responden satu dan responden dua mendapatkan hasil keluarga mengerti tentang Penyuluhan keluarga berencana sehingga keluarga dapat menunda kehamilan atau mengakhiri kehamilan Kesimpulan : Dari hasil penelitian ini dengan melakukan pendidikan kesehatan tentang alat kontrasepsi KB Suntik tiga bulan pada keluarga
PENERAPAN INISIASI MENYUSUI DINI TERHADAP INVOLUSI UTERI PADA IBU POSTPARTUM DI RUMAH SAKIT TK II PUTRI HIJAU MEDAN Maulina, Nadira; Sinuraya, Evamona; Purwaningsih, Purwaningsih
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 1 No. 12 (2024): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, Desember 2024
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/9jddpj41

Abstract

Inisiasi menyusui dini adalah proses menyusui yang pertama kali dilakukan oleh seorang ibu kepada bayinya. Bayi pada yang baru saja di lahirkan 30 menit pertama harus langsung disusukan pada ibunya, Gerakan refleks untuk menghisap pada bayi baru lahir akan mencapai puncaknya pada waktu berusia 20-30 menit setelah bayi lahir. menghisap putingnya pada awal masa nifas meningkatkan stimulasi sekresi oksitoksin. Refleks saraf mendorong lobus posterior kelenjar pituitary untuk mengeluarkan hormon oksitoksin ketika bayj menghisap putting susu. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui bagaimana gambaran studi kasus Penerapan inisiasi menyusui dini terhadap Involusi Uteri Pada Ibu Post Partum. Metode Penelitian: Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah pasien yang bersedia menjadi responden, terhadap ibu postpartum yang sudah melahirkan 2 hari atau lebih. Hasil dan Pembahasan : setelah dilakukan proses asuhan keperawatan pada ibu postpartum maka didapatkan hasil bahwa dengan pemberian Inisiasi Menyusui Dini dapat mempercepat Involusi Uteri, ibu dapat mengerti tentang cara pemberian Inisiasi Menyusi Dini yang tepat dan intervensi dapat dilanjutkan dirumah. Kesimpulan dan Saran: setelah dilakukan evaluasi keperawatan pada dua ibu postpartum maka klien mampu melakukan tehnik insiasi menyusui dini yang tepat dan meningkatkan keberhasilan dalam menyusui.
IMPLEMENTASI TERAPI NEBULIZER UNTUK MENGENCERKAN SPUTUM PADA ANAK BRONCHPONEUMONIA DI RUMAH SAKIT TK II PUTRI HIJAU MEDAN Firdayani Sianturi; Purwaningsih, Purwaningsih; Sinuraya, Evamona
EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan Vol. 1 No. 4 (2024): EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan, Desember 2024
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/6m1m9z93

Abstract

Latar belakang Implementasi adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh perawat untuk membantu pasien dari masalah status kesehatan yang dihadapi disertai tujuan/kriteria hasil yang diharapkan. Pemberian terapi inhalasi (nebulizer) yaitu tehnik yang dilakukan dengan pemberian uap dengan menggunakan obat Ventolin 1 ampul dan Flexotide 1 ampul. Obat Ventolin adalah obat yang digunakan untuk membantu mengencerkan sekret yang diberikan dengan cara diuap dan Flexotide digunakan untuk mengencerkan sekret yang terdapat dalam bronkus. Tujuan penelitian ini memberikan asuhan keperawatan Medikal Bedah Pada Pasien Bronchopneumonia. Metode penelitian ini adalah penelitian studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan.Penelitian dilakukan pada Februari 2024 pada dua orang pasien Bronchopneumonia.Hasil penelitian didapatkan bahwa kedua pasien mengalami ketidakefektifan bersihan jalan nafas pada Bronchopneumonia. Setelah dilakukan tindakan nebulizer, ketidakefektifan berihan jalan nafas pada kedua pasien pada hari kedua dan ketiga dapat tertasi. Kesimpulan dari intervensi yang dilakukan dengan pemberian terapi nebulizer dapat dikatakan efektif untuk mengurangi atau bahkan mengatasi bersihan jalan napas tidak efektif pada pasien Bronchopneumonia .