Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

INSERVICE TRAINING: TRANSFORMASI PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR MELALUI PENGUATAN KOMPETENSI GURU ABAD KE-21 DENGAN MAKER PEDAGOGY Tia Citra Bayuni; Aan Yuliyanto; Julia Anis Handayani; Candra Tri Utami; M Solih Malup; Zakiyyah Khairina Hani
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 2 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i2.39526

Abstract

ABSTRAKKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru sekolah dasar dalam menerapkan maker pedagogy melalui praktikum IPA sederhana pada materi rangkaian listrik. Kegiatan dilaksanakan di SDN Wanajaya 05 Cibitung dengan pendekatan pelatihan partisipatif yang meliputi tahapan sosialisasi, seminar dan workshop, pendampingan dan evaluasi,  serta keberlanjutan program. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui survei pasca pelatihan, dan dokumentasi. Jumlah responden dalam kegiatan ini adalah 14 orang guru SDN Wanajaya 05. Hasil menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada pemahaman guru terhadap konsep maker pedagogy, keterampilan dalam melaksanakan praktikum IPA sederhana pada materi rangkaian arus listrik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat  dilaksanakan selama satu hari pada Hari  Sabtu, 18 April 2026.  Berdasarkan hasil survei pasca pelatihan mayoritas guru memberikan respon sangat positif terhadap pelaksanaan pelatihan, terutama pada aspek relevansi materi, kegiatan praktik, dan kebermanfaatan dalam pembelajaran di kelas. Penggunaan bahan sederhana seperti playdough dalam praktikum rangkaian listrik terbukti mampu meningkatkan kreativitas dan pemahaman konsep sains secara kontekstual. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong kolaborasi, refleksi, serta pengembangan profesional guru secara berkelanjutan. Dengan demikian, program ini berkontribusi dalam mentransformasi pembelajaran IPA menjadi lebih aktif, inovatif, dan berorientasi pada penguatan literasi sains serta keterampilan abad ke-21.Kata kunci: Maker Pedagogy; Pelatihan Guru; Praktikum IPA; Sekolah Dasar; Keterampilan Abad 21. ABSTRACTThis community service program aimed to enhance elementary school teachers’ competencies in implementing maker pedagogy through simple science practicum activities on electrical circuit materials. The program was conducted at SDN Wanajaya 05 Cibitung using a participatory training approach consisting of socialization, seminars and workshops, mentoring and evaluation, as well as program sustainability stages. The study employed a quantitative descriptive method, with data collected through post-training surveys and documentation. The participants involved in this activity were 14 teachers from SDN Wanajaya 05.The results indicated a significant improvement in teachers’ understanding of maker pedagogy concepts and their skills in conducting simple science practicum activities on electric circuit topics. The community service activity was carried out in one day on Saturday, April 18, 2026. Based on the post-training survey results, most teachers provided very positive responses toward the training implementation, particularly regarding the relevance of the materials, practical activities, and the usefulness for classroom learning. The use of simple materials such as playdough in electric circuit practicum activities was proven to enhance creativity and contextual understanding of science concepts. In addition, the program encouraged collaboration, reflection, and continuous professional development among teachers. Therefore, this program contributed to transforming science learning into a more active, innovative, and student-centered process oriented toward strengthening scientific literacy and 21st-century skills.Keywords: Maker Pedagog;, Teacher Training; Science Practicum; Elementary School; 21st Century Skills.
INSERVICE TRAINING DIGITAL COMIC UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI CALON GURU SEKOLAH DASAR Tia Citra Bayuni; Awalina Barokah; Aan Yuliyanto; Candra Tri Utami; Julia Anis Handayani; M Solih Malup
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.36354

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi literasi digital dan kreativitas calon guru Sekolah Dasar (SD) melalui pelatihan Digital Comic sebagai media pembelajaran inovatif. Program ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan mahasiswa calon guru dalam merancang media berbasis teknologi dan mengintegrasikan pendekatan TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge) dalam praktik pembelajaran. Pelaksanaan PkM dilakukan dengan model inservice training yang meliputi lima tahap, yaitu sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, serta keberlanjutan melalui pembentukan komunitas kreator. Peserta pelatihan adalah calon guru yang sedang melaksanakan kegiatan Pengenalan Lapangan Persekolah (PLP) sebanyak 12 orang mahasiswa calon guru SD. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam aspek literasi digital, keterampilan desain media, dan kemampuan pedagogik mahasiswa dalam mengembangkan pembelajaran berbasis teknologi. Mahasiswa juga mampu menghasilkan Digital Comic yang menarik, kontekstual, dan sesuai karakteristik siswa sekolah dasar. Terbentuknya Komunitas Kreator Digital Comic menjadi langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan inovasi mahasiswa serta mendukung implementasi kebijakan Kurikulum Merdeka dan capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi nyata terhadap penguatan kompetensi calon guru SD dalam menghadapi tantangan transformasi pendidikan di era digital. Kata kunci: comic digital, calon guru SD, literasi digital, TPACK, pelatihan inservice.  ABSTRACTThis Community Service Program (PkM) aims to enhance the digital literacy competencies and creativity of prospective elementary school teachers through training in Digital Comics as an innovative learning medium. The program is motivated by the limited ability of pre-service teachers to design technology-based instructional media and to integrate the Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) framework into teaching practices. The PkM was implemented using an in-service training model consisting of five stages: socialization, training, technology implementation, mentoring and evaluation, and sustainability through the establishment of a creator community. The participants were 12 prospective elementary school teachers from Universitas Pelita Bangsa who were undertaking the School-Based Teaching Practice Program (Pengenalan Lapangan Persekolah/PLP). The results indicate a significant improvement in participants’ digital literacy, media design skills, and pedagogical competencies in developing technology-enhanced learning. Additionally, the participants successfully produced engaging, contextual Digital Comics aligned with the characteristics of elementary school students. The formation of a Digital Comic Creator Community serves as a strategic step to ensure the sustainability of student innovation while supporting the implementation of the Merdeka Curriculum and the achievement of Higher Education Key Performance Indicators (IKU). Therefore, this program contributes meaningfully to strengthening the competencies of prospective elementary school teachers in addressing the challenges of educational transformation in the digital era. Keywords: digital comic, pre-service elementary teachers, digital literacy, TPACK, inservice training.
The Use of Interactive Multimedia Learning Media to Enhance Concept Understanding for Visual Learners at SDIT Attaqwa Nurul Fahmi Ahmad Fauzi; Bramianto Setiawan; Misbah Misbah; Julia Anis Handayani; Sifa Fauziah
Jurnal Inovasi dan Riset Pendidikan Dasar Vol. 1 No. 2 (2026): Jurnal Inovasi dan Riset Pendidikan Dasar
Publisher : PT. Intelektiva Global Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64421/jirpd.v1i2.109

Abstract

The integration of educational technology is essential for accommodating students’ cognitive preferences and enhancing conceptual understanding in elementary education. This study examined the effectiveness of interactive multimedia in improving conceptual understanding among visual learners at SDIT Attaqwa Nurul Fahmi. A quantitative quasi-experimental design with a non-equivalent control group was employed. Sixty fifth-grade students identified as visual learners using the VARK questionnaire were equally assigned to experimental and control groups. Data were collected through validated conceptual diagnostic pre- and post-tests. An independent-samples t-test revealed a significant difference in post-test scores (p < .001). N-Gain analysis showed greater improvement in the experimental group (g = 0.66; moderate–high) than in the control group (g = 0.21; low). These findings demonstrate that interactive multimedia effectively enhances conceptual understanding through visual representations and optimized information processing, supporting inclusive, differentiated, and meaningful learning in elementary education.
Pengaruh Pembelajaran STEM Berbasis Education For Sustainable Development (ESD) terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Sekolah Dasar Nadila Dewi; Julia Anis Handayani
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 4 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i4.5044

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah merupakan kompetensi esensial yang perlu dimiliki oleh siswa sekolah dasar untuk menjalani kesehariannya. Akan tetapi, kemampuan tersebut tidak berkembang secara optimal disebabkan oleh proses pembelajaran yang tidak utuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penerapan pembelajaran STEM yang diintegrasikan dengan nilai-nilai Education for Sustainable Development (ESD) terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa kelas V pada materi permasalahan lingkungan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksperimen dengan subjek penelitian terdiri atas 48 siswa kelas V di salah satu sekolah di Kabupaten Bekasi. Instrumen yang digunakan adalah pretest dan posttest kemampuan pemecahan masalah, lembar observasi keterlaksanaan, dan dokumentasi. Analisis data meliputi uji normalitas, uji homogenitas, serta Independent Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,01 (<0,05), yang mengindikasikan bahwa pembelajaran STEM berbasis ESD berpengaruh signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa. Pembelajaran STEM berbasis ESD juga berkontribusi sebesar 36,5% berdasarkan nilai R Square sebesar 0,365. Temuan tersebut diperkuat oleh rata-rata nilai posttest kelas eksperimen sebesar 75,16 yang lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 63,87. Dengan demikian, pada konteks siswa kelas V di sekolah dasar yang diteliti dan materi permasalahan lingkungan, pembelajaran STEM berbasis ESD memberikan pengaruh signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa.
Pengaruh Pembelajaran Mendalam Terintegrasi Education For Sustainable Development (ESD) terhadap Sustainable Consciousness pada Dimensi Pengetahuan Siswa Kelas V Sekolah Dasar Alifya Zhafira; Julia Anis Handayani
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 4 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i4.5055

Abstract

Rendahnya sustainable consciousness siswa sekolah dasar menunjukkan perlunya pembelajaran yang mampu menghubungkan materi dengan isu keberlanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pembelajaran mendalam yang terintegrasi dengan Education for Sustainable Development (ESD) terhadap sustainable consciousness siswa kelas V sekolah dasar serta membandingkan capaian kelas eksperimen dan kelas kontrol. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experimental tipe Nonequivalent Control Group Design. Sampel penelitian terdiri atas 77 siswa di SD Negeri Kalijaya 03 Kabupaten Bekasi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, meliputi 41 siswa kelas eksperimen dan 36 siswa kelas kontrol. Data dikumpulkan melalui tes pilihan ganda yang mengukur dimensi pengetahuan sustainable consciousness dan dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, serta Independent Samples t-test. Hasil analisis menunjukkan bahwa pembelajaran mendalam yang terintegrasi dengan ESD memberikan pengaruh signifikan terhadap sustainable consciousness siswa (Sig. 2-tailed = 0,016; p < 0,05). Rata-rata nilai posttest kelas eksperimen (75,90) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (64,97). Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi pembelajaran mendalam dengan ESD efektif meningkatkan sustainable consciousness siswa, khususnya pada dimensi pengetahuan dalam konteks pelestarian ekosistem air, serta mendukung implementasi pembelajaran berorientasi pembangunan berkelanjutan di sekolah dasar melalui pengalaman belajar yang kontekstual, bermakna, reflektif, dan mendorong kepedulian siswa terhadap lingkungan secara berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari konsisten.