p-Index From 2021 - 2026
0.835
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Karimah Tauhid
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Literatur Review : Modifikasi Pati Enzimatis Menggunakan Ekso-Β-Amilase: Mekanisme Reaksi, Dampak terhadap Sifat Fungsional Pati dan Aplikasinya pada Produk Pangan Melda Putri Rahayu; Ashila Maziyya Fairuz Firdaus; Arlita Nada Putri; Sabila Anisa Rullia; Ani Nuraini; Amanda Artatia Putri; Alisya Ida Nata; Titi Rohmayanti
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 6 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i6.23957

Abstract

Modifikasi pati secara enzimatis berarti memodifikasi struktur internal pati dengan memanfaatkan efek katalitik spesifik amilase untuk meningkatkan beberapa sifat fisikokimia pati dengan mengubah struktur molekul pati. β-amilase adalah enzim ekso yang menunjukkan spesifitas tinggi untuk memutus ikatan 1,4-a-glukosidik pati dari ujung non-pereduksi sehingga menghasilkan maltosa. Artikel ini akan memberikan pemahaman mendalam mengenai reaksi dan dampak terhadap sifat fisikokimia pati serta sifat fungsional pati hasil modifikasi. Desain systematic literature review metode PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses) digunakan pada penelitian ini, yang diklasifikasikan dalam 4 tahapan, yaitu identifikasi, screening, mempertimbangkan kelayakan, dan menganalisis hasil berdasarkan kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Kelompok ekso-β-amilase bekerja dengan cara mengikat ujung nonreduksi dari rantai pati menjadi sebuah kantong pada strukturnya, hal ini berbeda dengan endo-α-amilase yang bekerja membentuk sebuah cekungan. Enzim β-amilase  memperpendek ikatan α-1,4 pada molekul pati rantai lurus dengan memanfaatkan aktivitas tipe ekso sehingga pada akhirnya mengurangi asosiasi antarmolekul dari bagian rantai lurus amilosa, yang dikenal sebagai penyebab utama retrogradasi pati. β-amilase digunakan dalam proses penghancuran dan pembuatan bir karena kemampuannya menghidrolisis pati biji bijian dan menghasilkan maltose. β-amilase dimanfaatkan dalam produksi sirup kaya maltosa. Enzim amilase berperan penting dalam tahap likuifikasi pada pembuatan sirup glukosa.
Literatur Review : Karakteristik Mutu Minuman Serbuk Instan Daun Sirsak (Annona muricata L.) dengan Variasi Penambahan Gula melalui Metode Kristalisasi Sabila Anisa Rullia; Amanda Artatia Putri; Gita Nur Eriani; Wilna Iznilillah
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 7 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i7.23570

Abstract

Tanaman sirsak (Annona muricata L.) memiliki manfaat besar bagi kesehatan, terutama karena kandungan senyawa acetogenin dan flavonoid yang membunuh sel kanker dengan cepat tetapi tidak merusak sel sehat. Mengingat kebutuhan masyarakat akan produk pangan yang praktis, cepat saji, dan tahan lama, studi ini dilakukan untuk mengkaji pengaruh variasi penambahan gula yang berdampak pada kualitas mutu minuman serbuk daun sirsak yang dikristalkan secara instan. Metodologi penelitian mencakup pendekatan studi pustaka dan analisis eksperimental, di mana 500 gram daun sirsak diekstraksi dengan 1500 cc air, kemudian diproses dengan variasi gula (150, 200, 250, dan 300 gr/l) hingga membentuk kristal yang diayak dengan ukuran 100 mesh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi gula berbanding lurus dengan nilai rendemen yang dihasilkan, di mana rendemen tertinggi sebesar 66,68% diperoleh pada proses dengan gula tambahan 300 gram/liter. Sebaliknya, peningkatan kadar gula menyebabkan penurunan kadar air produk akhir (dari 5,217% menjadi 3,503%) karena sifat higroskopis gula yang mempercepat proses penguapan air selama pengeringan. Meskipun penambahan gula memengaruhi karakteristik fisik, Hasil uji statistik menunjukkan bahwa perubahan konsentrasi gula tidak benar-benar mempengaruhi tingkat kelarutan produk (berkisar 68,88% - 70,65%) karena sifat dasar sukrosa yang sangat mudah larut dalam air. Secara umum, perubahan dalam penambahan gula memengaruhi rendemen dan kadar air, tetapi tidak mengubah kelarutan minuman serbuk instan daun sirsak.
Kajian Teknologi Pemisahan dalam Pengolahan Produk Pangan Fermentasi: Perbandingan Metode Filtrasi, Sentrifugasi, dan Flokulasi Ashila Maziyya Fairuz Firdaus; Melda Putri Rahayu; Sabila Anisa Rullia; Arlita Nada Putri; Gita Nur Eriani; Amanda Artatia Putri; Tiara Amanda Lestari; Intan Kusumaningrum
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 7 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i7.24796

Abstract

Penelitian ini mengkaji efektivitas tiga teknologi pemisahan dalam pengolahan produk pangan fermentasi, yaitu filtrasi, sentrifugasi, dan flokulasi. Tujuan utama adalah membandingkan efektivitas dan keunggulan masing-masing metode berdasarkan aspek efisiensi pemisahan, kualitas produk akhir, dan kondisi proses yang diterapkan. Pendekatan yang digunakan adalah studi pustaka dengan pengumpulan data sekunder dari berbagai artikel ilmiah selama sepuluh tahun terakhir. Filtrasi membran merupakan metode yang efektif untuk memperoleh produk jernih tanpa merusak komponen bioaktif, meskipun rentan terhadap fouling membrane dan tidak cocok untuk mikroorganisme berukuran sangat kecil. Sentrifugasi menawarkan keunggulan dalam kecepatan dan kualitas pemisahan, terutama untuk memisahkan biomassa dari cairan, namun membutuhkan biaya operasional tinggi dan peralatan khusus. Flokulasi merupakan alternatif ekonomis dan efisien untuk volume besar, tetapi memerlukan kontrol ketat terhadap kondisi proses dan bahan kimia. Pemilihan teknologi yang tepat harus disesuaikan dengan karakteristik produk, skala produksi, dan efisiensi biaya untuk meningkatkan kualitas dan keberlanjutan dalam pengolahan pangan fermentasi.
Pengolahan Limbah Kulit Buah Nanas (Ananas Comosus) menjadi Minuman Probiotik Tepache Melda Putri Rahayu; Sabila Anisa Rullia; Arlita Nada Putri; Ashila Maziyya Fairuz Firdaus; Gita Nur Eriani; Amanda Artatia Putri; Intan Kusumaningrum; Tiara Amanda Lestari
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 8 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i8.25425

Abstract

Nanas (Ananas comosus) merupakan salah satu jenis buah yang umum dibudidayakan dan dikembangkan di Indonesia, yang dapat tumbuh dengan baik di lingkungan tropis negara ini. Salah satu hasil sampingan yang dihasilkan dalam jumlah banyak dari pengolahan buah nanas adalah kulitnya, meskipun bagian ini masih mengandung beragam senyawa bioaktif dan nutrisi yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan fungsional. Senyawa bioaktif yang terdapat dalam kulit nanas sangat bervariasi dan melimpah, termasuk flavonoid, bromelin, tanin, oksalat, dan pitat. Bromelin, yang merupakan enzim pengurai protein, berfungsi untuk memecah molekul protein dan menghambat pertumbuhan mikroba dengan cara memutus ikatan protein di dalam bakteri. Tahapan yang dilakukan meliputi fermentasi kulit nanas dengan penambahan gula dan air selama tiga hari (72 jam), diikuti dengan pengamatan organoleptik terhadap warna, rasa, aroma, dan pembentukan buih. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa selama proses fermentasi, karakteristik larutan berubah dari jernih menjadi kuning keruh, dengan rasa yang beralih dari manis menjadi manis asam, muncul aroma khas fermentasi, dan terlihat adanya buih serta sedikit karbonasi. Perubahan ini terjadi akibat aktivitas mikroorganisme, terutama bakteri asam laktat, yang mengubah gula menjadi asam laktat, etanol, karbon dioksida, serta menghasilkan energi. Dengan demikian, kulit nanas memiliki potensi untuk digunakan sebagai bahan baku untuk minuman probiotik yang bernilai tambah sekaligus membantu mengurangi limbah di sektor agroindustri.
Analisis Penyebab Kegagalan Produk Roti Tawar dan Strategi Pengendaliannya Berdasarkan HACCP Ashila Maziyya Fairuz Firdaus; Melda Putri Rahayu; Arlita Nada Putri; Amanda Artatia Putri; Sabila Anisa Rullia; Intan Kusumaningrum
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 8 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i8.25496

Abstract

Investigasi ini diorientasikan untuk mengidentifikasi determinan kerusakan pada komoditas roti tawar sekaligus memformulasikan rancangan mitigasi berbasis kerangka kerja Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) demi memelihara aspek keamanan serta standardisasi mutu produk. Pendekatan yang diaplikasikan ialah studi kepustakaan (literature review) dengan metodologi penjaringan data melalui penelusuran artikel pada sejumlah basis data digital, seperti Google Scholar dan ScienceDirect, menggunakan kombinasi kata kunci spesifik. Sumber rujukan yang diperoleh dikurasi berdasarkan keterkaitan topik, otoritas penerbit, tata laksana proses sejak pengelolaan bahan kering hingga pengepakan, serta disinkronisasikan dengan regulasi mutu pangan untuk merumuskan batas kritis yang valid.Informasi yang terhimpun kemudian ditelaah secara deskriptif dengan mengkaji aplikasi HACCP pada setiap tahapan fabrikasi roti tawar, mendeteksi paparan polutan biologis, kimia, maupun fisik, serta memetakan akar penyebab defek produk. Hasil evaluasi mengonfirmasi terdapat 4 fase operasional yang dikategorikan sebagai Titik Kendali Kritis (CCP), meliputi pemanggangan (risiko spora bakteri), pendinginan (risiko kontaminan fisik debu), pemotongan (risiko kontaminasi silang mikroba), dan pengemasan (risiko cemaran E. coli). Sintesis dari penemuan-penemuan terdahulu ini berhasil menyusun draf matriks HACCP yang responsif, mencakup langkah penanganan deviasi serta metode verifikasi berkala yang dapat diimplementasikan oleh manufaktur roti skala besar maupun Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).