Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Student engagement Terhadap Burnout academic dan Peran Coping Stress pada Mahasiswa Aktif Organisasi Kampus Kefira Elsarani Kailuhu; Evi Kurniasari Purwaningrum; Siti Khumaidatul Umaroh
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 4 No. 6 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Juni 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v4i6.1621

Abstract

Mahasiswa aktif organisasi kampus rentan mengalami burnout academic akibat tingginya tuntutan akademik dan non-akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh student engagement terhadap burnout academic dengan coping stress sebagai variabel mediator pada mahasiswa aktif organisasi kampus. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausalitas. Sampel penelitian berjumlah 140 mahasiswa aktif organisasi kampus yang dipilih menggunakan teknik disproportionate stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala Maslach Burnout Inventory–Student Survey (MBI-SS), University Student Engagement Inventory (USEI), dan Brief COPE Inventory. Analisis data menggunakan regresi linear sederhana, regresi linear berganda, dan uji Sobel dengan bantuan SPSS 26.0 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa student engagement berpengaruh negatif dan signifikan terhadap burnout academic (p = 0,000; R² = 0,480). Student engagement berpengaruh signifikan terhadap emotion focused coping (p = 0,003), tetapi tidak berpengaruh signifikan terhadap problem focused coping (p = 0,907). Selain itu, emotion focused coping berpengaruh signifikan terhadap burnout academic (p = 0,016), sedangkan problem focused coping tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Namun demikian, berdasarkan hasil uji Sobel diperoleh nilai z = -1,385 dengan p = 0,166 (p > 0,05), sehingga coping stress tidak terbukti memediasi hubungan antara student engagement dan burnout academic. Temuan ini menunjukkan bahwa student engagement merupakan faktor yang berperan langsung dalam menurunkan burnout academic pada mahasiswa aktif organisasi kampus.
Pengaruh Intensitas Penggunaan Smartphone terhadap Interaksi Sosial Mahasiswa di Kalangan Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda Selina Deslia; Yoga Achmad Ramadhan; Siti Khumaidatul Umaroh
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 1 (2026): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Maret 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v4i1.1505

Abstract

Perkembangan teknologi smartphone telah menimbulkan kekhawatiran terhadap dampak kualitas interaksi sosial, khususnya di kalangan mahasiswa. Penelitian ini menganalisis pengaruh intensitas penggunaan smartphone terhadap interaksi sosial di kalangan mahasiswa fakultas psikologi Untag Samarinda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa fakultas psikologi angkatan 2022-2024 yang berjumlah 168 orang, dan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah populasi jenuh. Pengumpulan data dilakukan menggunakan dua instrumen skala, yaitu skala intensitas penggunaan smartphone dan skala interaksi sosial. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan uji korelasi spearman's rho. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,112 dengan nilai signifikansi sebesar 0,149. Hasil tersebut menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara intensitas penggunaan smartphone dengan interaksi sosial mahasiswa. Dengan demikian, hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini ditolak.
Gambaran Regulasi Emosi pada Remaja Pengguna Game Real Time Strategy Muhammad Thesar Alfadillah; Diana Imawati; Siti Khumaidatul Umaroh
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 1 (2026): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Maret 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v4i1.1536

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran regulasi emosi pada remaja pengguna game real time strategy di SMK Negeri 4 Samarinda. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Instrumen penelitian menggunakan skala regulasi emosi Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) yang terdiri atas dua aspek, yaitu cognitive reappraisal dan expressive suppression. Subjek penelitian adalah siswa kelas X dan XI SMK Negeri 4 Samarinda. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan nilai mean empirik sebesar 38,14 dengan standar deviasi 6,91 yang berada pada kategori tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa remaja pengguna game real time strategy memiliki kemampuan regulasi emosi yang baik. Selain itu, aspek cognitive reappraisal berada pada kategori lebih tinggi dibandingkan expressive suppression.
Pengaruh Psychological Capital terhadap Work Engagement dengan Workplace Empowerment sebagai Variabel Mediasi pada ASN Instansi X Muhammad Harits Ahdyat; Evi Kurniasari Purwaningrum; Siti Khumaidatul Umaroh
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 3 (2026): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, September 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v4i3.1718

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh psychological capital terhadap work engagement dengan workplace empowerment sebagai variabel mediasi pada ASN Instansi X. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 180 ASN yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Utrecht Work Engagement Scale-9 (UWES-9), Psychological Capital Questionnaire-24 (PCQ-24), dan Conditions of Work Effectiveness Questionnaire-II (CWEQ-II). Analisis data dilakukan menggunakan PROCESS Macro Hayes dengan teknik bootstrapping. Hasil penelitian menunjukkan bahwa psychological capital berpengaruh positif dan signifikan terhadap work engagement (p < 0,001) serta workplace empowerment (p < 0,001). Workplace empowerment juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap work engagement (p < 0,001). Analisis mediasi menunjukkan bahwa workplace empowerment memediasi secara parsial hubungan antara psychological capital dan work engagement dengan koefisien efek tidak langsung sebesar 0,0948. Temuan menunjukkan psychological capital merupakan sumber daya psikologis yang mampu meningkatkan keterikatan kerja ASN baik secara langsung maupun melalui peningkatan workplace empowerment. Penelitian ini memperkuat peran integrasi personal resources dan job resources dalam menjelaskan terbentuknya work engagement pada sektor publik.