Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pengaruh Kepemimpinan Supportif terhadap Stres Kerja pada Anggota Polisi Generasi Z Nana Andreana Rachmawati; Evi Kurniasari Purwaningrum; Yoga Achmad Ramadhan
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 1 (2026): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Maret 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v4i1.1537

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan supportif terhadap stres kerja pada anggota polisi generasi Z di Polresta Samarinda. Anggota polisi generasi Z menghadapi tuntutan kerja, tekanan waktu, dan resiko pekerjaan yang tinggi sehingga berpotensi meningkatkan stres kerja. Kepemimpinan supportif terlihat sebagai faktor organisasi yang dapat menurunkan stres kerja melalui pemberian dukungan emosional dan instrumental. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan cara menyebarkan kuesioner. Populasi penelitian berjumlah 345 anggota polisi generasi Z, dengan sampel sebanyak 185 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala kepemimpinan supportif dan skala stres kerja. Analisis data menggunakan regresi linear sederhana dengan bantuan SPSS versi 25. Hasil analisis menunjukkan bahwa kepemimpinan supportif berpengaruh signifikan terhadap stres kerja. Nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,672 dan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,451 menunjukan bahwa kepemimpinan supportif memberikan kontribusi sebesar 45,1% terhadap stres kerja. Nilai signifikansi sebesar p = 0,000 (p < 0,05) menegaskan bahwa pengaruh tersebut signifikansi secara statistik. Semakin tinggi kepemimpinan supportif yang dirasakan, semakin rendah tingkat stres kerja pada anggota polisi generasi Z. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan kepemimpinan supportif dalam menciptakan lingkungan kerja yang kondusif serta menjaga kesejahteraan psikologis anggota polisi.
Pengaruh Kepuasan Kerja terhadap Organizational Citizenship Behavior pada Karyawan Perusahaan Pengelola Sawit Erdin Jhaya Saputra; Evi Kurniasari Purwaningrum; Silvia Eka Mariskha
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2026): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Juni 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v4i2.1611

Abstract

Generasi Z kini menjadi kekuatan penting dalam dunia kerja Indonesia, mencangkup sekitar 22% populasi atau lebih dari 60 juta jiwa. Mereka dikenal adaptif terhadap teknologi dan kreatif secara digital, namun menuntut fleksibilitas, makna kerja, serta keseimbangan hidup tinggi. Karakteristik ini menghadirkan tantangan bagi manajemen sumber daya manusia dalam mengelola kepuasan kerja dan mendorong munculnya Organizational Citizenship Behavior (OCB), yaitu perilaku sukarela yang mendukung efektivitas organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepuasan kerja terhadap Organizational Citizenship Behavior pada karyawan perusahaan pengelola sawit di Muara Wahau. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis regresi sederhana. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini yaitu job descriptive index scale dan the organizational citizenship behavior scale. Subjek dalam penelitian ini adalah karyawan perusahaan pengelola sawit, subjek sebanyak 100 orang. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap organizational citizenship behavior dengan nilai koefisiensi sebesar 0,726 atau 72,6% yang menunjukan hubungan positif dan kuat antara kedua variabel tersebut. Sehingga karyawan perkebunan kelapa sawit perlu mempertahankan kepuasan kerja melalui sikap positif dan tanggung jawab terhadap tugas.
Pengaruh Student engagement Terhadap Burnout academic dan Peran Coping Stress pada Mahasiswa Aktif Organisasi Kampus Kefira Elsarani Kailuhu; Evi Kurniasari Purwaningrum; Siti Khumaidatul Umaroh
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 4 No. 6 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Juni 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v4i6.1621

Abstract

Mahasiswa aktif organisasi kampus rentan mengalami burnout academic akibat tingginya tuntutan akademik dan non-akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh student engagement terhadap burnout academic dengan coping stress sebagai variabel mediator pada mahasiswa aktif organisasi kampus. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausalitas. Sampel penelitian berjumlah 140 mahasiswa aktif organisasi kampus yang dipilih menggunakan teknik disproportionate stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala Maslach Burnout Inventory–Student Survey (MBI-SS), University Student Engagement Inventory (USEI), dan Brief COPE Inventory. Analisis data menggunakan regresi linear sederhana, regresi linear berganda, dan uji Sobel dengan bantuan SPSS 26.0 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa student engagement berpengaruh negatif dan signifikan terhadap burnout academic (p = 0,000; R² = 0,480). Student engagement berpengaruh signifikan terhadap emotion focused coping (p = 0,003), tetapi tidak berpengaruh signifikan terhadap problem focused coping (p = 0,907). Selain itu, emotion focused coping berpengaruh signifikan terhadap burnout academic (p = 0,016), sedangkan problem focused coping tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Namun demikian, berdasarkan hasil uji Sobel diperoleh nilai z = -1,385 dengan p = 0,166 (p > 0,05), sehingga coping stress tidak terbukti memediasi hubungan antara student engagement dan burnout academic. Temuan ini menunjukkan bahwa student engagement merupakan faktor yang berperan langsung dalam menurunkan burnout academic pada mahasiswa aktif organisasi kampus.
Gambaran Psychological Empowerment pada Karyawan Perusahaan Retail di Samarinda Tarisya Tarisya; Evi Kurniasari Purwaningrum; Nuraida Wahyu Sulistyani
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 4 No. 6 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Juni 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v4i6.1661

Abstract

Psychological empowerment merupakan kondisi psikologis yang mencerminkan persepsi individu mengenai makna pekerjaan, kompetensi, otonomi dalam bekerja, serta pengaruh yang dimiliki terhadap lingkungan kerja. Tingginya psychological empowerment dapat mendorong karyawan untuk bekerja secara lebih optimal, proaktif, dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran psychological empowerment pada karyawan perusahaan retail di Samarinda. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan melibatkan 126 karyawan PT Ramayana Samarinda Square sebagai responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala Psychological empowerment yang mengacu pada teori Spreitzer (1995) yang terdiri atas empat dimensi, yaitu Meaning, Competence , self-determination, dan impact. Hasil uji reliabilitas menunjukkan bahwa instrumen memiliki konsistensi internal yang baik dengan nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,850. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif berupa nilai rata-rata, standar deviasi, skor minimum, dan skor maksimum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa psychological empowerment karyawan berada pada kategori sedang hingga tinggi dengan nilai rata-rata sebesar 40,21, standar deviasi sebesar 3,17, skor minimum 18, dan skor maksimum 48. Temuan ini mengindikasikan bahwa sebagian besar karyawan memiliki persepsi yang positif terhadap kemampuan diri, makna pekerjaan, otonomi kerja, dan kontribusi yang diberikan kepada organisasi. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi perusahaan dalam mempertahankan dan meningkatkan psychological empowerment karyawan guna mendukung efektivitas kerja dan pencapaian tujuan organisasi.
Pengaruh Iklim Keselamatan Kerja terhadap Work Engagement Karyawan PDAM Tirta Kencana Samarinda Arga Prahasta; Evi Kurniasari Purwaningrum; Silvia Eka Mariskha
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 4 No. 6 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Juni 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v4i6.1707

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya risiko keselamatan kerja di era industri modern serta pentingnya keterikatan kerja dalam meningkatkan kinerja organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh iklim keselamatan kerja terhadap Work Engagement karyawan PDAM Tirta Kencana Samarinda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 72 karyawan yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner NOSACQ-50 dan UWES, serta dianalisis menggunakan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklim keselamatan kerja berada pada kategori baik dan Work Engagement pada kategori sedang, namun tidak terdapat pengaruh signifikan antara kedua variabel (p>0,05; R²=0,017). Temuan ini menunjukkan bahwa keterikatan kerja tidak hanya dipengaruhi oleh faktor keselamatan kerja, tetapi juga faktor lain seperti kepuasan kerja dan dukungan organisasi. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya integrasi aspek keselamatan dan faktor psikologis dalam meningkatkan keterlibatan karyawan.
Pengaruh Work-Life Balance Terhadap Burnout Kerja Karyawan Retail Generasi Z Di Kota Samarinda Yoseva Silviana; Evi Kurniasari Purwaningrum; Yoga Achmad Ramadhan
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 4 No. 7 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Juli 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v4i7.1785

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh work-life balance terhadap burnout kerja pada karyawan generasi Z di sektor retail Kota Samarinda. Karyawan generasi Z yang bekerja di sektor retail menghadapi tuntutan kerja yang tinggi, sistem kerja berbasis shift, target penjualan, serta keterbatasan waktu pemulihan, sehingga berpotensi mengalami burnout. Burnout merupakan kondisi psikologis akibat stres kerja berkepanjangan yang ditandai dengan kelelahan emosional, depersonalisasi, dan penurunan pencapaian pribadi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analisis regresi linear sederhana. Sampel penelitian berjumlah 104 karyawan generasi Z yang bekerja di retail Kota Samarinda, berusia 18–28 tahun, dan memiliki masa kerja minimal enam bulan. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan Maslach Burnout Inventory (MBI) untuk mengukur burnout dan Work-Life Balance Scale yang dikembangkan oleh Fisher, Bulger, dan Smith (2009) untuk mengukur work-life balance. Hasil penelitian menunjukkan bahwa work-life balance berpengaruh negatif dan signifikan terhadap burnout kerja (p = 0,000 < 0,05). Nilai koefisien korelasi sebesar R = 0,802 menunjukkan hubungan yang kuat antara kedua variabel. Nilai koefisien determinasi (R² = 0,644) menunjukkan bahwa work-life balance memberikan kontribusi sebesar 64,4% terhadap variasi burnout, sedangkan 35,6% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Temuan ini menegaskan bahwa semakin tinggi tingkat work-life balance yang dimiliki karyawan generasi Z, maka semakin rendah tingkat burnout yang dialami. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris mengenai pentingnya penerapan kebijakan organisasi yang mendukung keseimbangan kerja dan kehidupan pribadi guna meningkatkan kesejahteraan karyawan serta menekan risiko burnout di sektor retail.