Mustafa Mustafa
UIN Alauddin Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Digitalisasi dan Transformasi Hukum Islam: Tantangan Peradilan Agama Dalam Era Peradilan Elektronik Mustafa Mustafa; Kurniati Kurniati; misbahuddin misbahuddin
SANGAJI: Jurnal Pemikiran Syariah dan Hukum Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Syariah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/sangaji.v10i1.6839

Abstract

Transformasi peradilan agama melalui digitalisasi merefleksikan perubahan mendasar dalam cara hukum Islam dipahami dan dijalankan. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan sistem peradilan elektronik tidak hanya menggeser aspek teknis-prosedural, tetapi juga menyentuh dimensi struktur, kultur, dan epistemologi hukum. Pergeseran tersebut tampak pada berubahnya otoritas hukum yang tidak lagi sepenuhnya bertumpu pada aktor, melainkan juga pada sistem digital yang membingkai proses peradilan. Di sisi lain, munculnya problematika normatif dan epistemologisterutama dalam pembuktian dan kehadiran para pihak menuntut penafsiran ulang terhadap konsep klasik hukum Islam. Dalam kerangka ini, pendekatan maq??id al-shar?‘ah relevan sebagai landasan reflektif agar transformasi tetap berorientasi pada keadilan dan kemaslahatan. Kekuatan kajian ini terletak pada integrasi dimensi normatif, sosial, dan teknologi dalam satu kerangka analisis yang utuh. Pendekatan tersebut memungkinkan pemahaman yang lebih mendalam terhadap dinamika hukum Islam di tengah perubahan zaman. Selain itu, pengembangan gagasan seperti rekonstruksi epistemologi hukum dan ekosistem fikih digital memberikan kontribusi reflektif terhadap pengayaan diskursus hukum Islam kontemporer, sekaligus menegaskan fleksibilitas dan relevansinya dalam menghadapi kompleksitas modernitas. Namun demikian, kajian ini memiliki keterbatasan, terutama karena dominasi pendekatan normatif yang membuat dimensi empiris belum tergali optimal. Selain itu, perkembangan teknologi yang cepat menantang relevansi analisis. Oleh karena itu, diperlukan kajian lanjutan yang lebih komprehensif dan empiris guna memperkuat temuan serta pengembangan konseptual.
Talak dalam Dinamika Perceraian Modern: Analisis Relevansi Hadis dalam Pembaharuan Praktik Hukum Keluarga Islam Mustafa Mustafa; Siti Aisyah; Abdul Rahman Sakka
Al-Azhar Islamic Law Review VOLUME 7 NOMOR 2, 2025
Publisher : Program Studi Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhshiyyah), Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Azhar Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas tentang talak dalam dinamika perceraian modern dalam analisis hadis. Perceraian dalam masyarakat modern menunjukkan dinamika yang semakin kompleks, ditandai oleh meningkatnya angka talak, perubahan pola relasi suami-istri, penetrasi teknologi digital, serta pergeseran nilai sosial yang memengaruhi stabilitas keluarga. Dalam konteks tersebut, hadis-hadis Nabi tentang talak kembali menjadi rujukan penting untuk menilai apakah norma-norma klasik masih relevan dalam merespons problem kontemporer. Artikel ini bertujuan menganalisis relevansi normatif hadis-hadis talak dengan mengkaji prinsip kehati-hatian (tahdzir), keadilan, perlindungan terhadap pihak yang rentan, dan anjuran rekonsiliasi sebagai nilai-nilai etik yang terkandung dalam sunnah. Melalui metode studi pustaka dengan pendekatan maqāṣid al-syarī‘ah dan hermeneutika kontekstual, penelitian ini menemukan bahwa hadis-hadis talak tidak hanya memberikan landasan normatif, tetapi juga menyediakan kerangka etik yang kompatibel dengan kebutuhan hukum modern. Prinsip-prinsip tersebut dapat diintegrasikan ke dalam regulasi kontemporer seperti kewajiban penyelesaian perceraian melalui pengadilan, mediasi wajib, penegakan hak ekonomi perempuan dan anak, serta penolakan talak digital sepihak. Hasil analisis menunjukkan bahwa pembaruan hukum keluarga Islam bukanlah bentuk penyimpangan dari sunnah, melainkan upaya menghidupkan kembali nilai-nilai hadis dalam bentuk yang lebih adaptif, humanis, dan berkeadilan. Dengan demikian, hadis-hadis talak tetap relevan sebagai fondasi normatif sekaligus inspirasi metodologis dalam merespons dinamika perceraian modern.