Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

THE EFFECT OF PRINCIPALS' COMPETENCIES ON ACCREDITATION IN MADRASAH TSANAWIYAH THROUGHOUT TELLU SIATTINGE DISTRICT BONE REGENCY Siti Aisyah; Muljono Damopolii; Sitti Mania
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 23 No 2 (2020): DECEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2020v23n2i4.

Abstract

Abstract:This study described the effect of principals’ competencies on madrasah/school accreditation in Madrasah Tsanawiyah in Tellu Siattinge District in Bone Regency. Substitution of principals frequently occurred, having an impact on the achievement of accreditation. The principals’ competencies were managing and supervisory. Madrasah accreditation was the process of content standards, competency standards for graduates, standards for educators and educational staff, standards for facilities and infrastructure, financing standards, management standards, and procurement standards. Ex-post facto research was used to find the cause of an event. The population was 88 teachers, as well as the sample. The instrument was a questionnaire that was analyzed using descriptive statistics and inferential statistics by testing the hypothesis with the product-moment test and simple regression analysis.  The results showed that the reality of principals competencies with 86.56 of the average response rate was in the very good category with 66.9%. In the reality of madrasah accreditation, the average of respondents’ responses was 87.57, which was in the very good category with 68.2%. Furthermore, there was a positive and significant effect of principals' competencies on accreditation in Madrasah Tsanawiyah throughout Tellu Siattinge District in Bone Regency. The principals’ competencies of madrasah, which was utilized well by their leadership, provided an increase in madrasah accreditation. It was evidenced by 0.832 of the coefficient and 0.000 of the significance.Abstrak:Penelitian ini mendeskripsikan pengaruh kompetensi kepala madrasah terhadap akreditasi madrasah di Madrasah Tsanawiyah se-Kecamatan Tellu Siattinge Kabupaten Bone. Pergantian kepala madrasah sering terjadi, memberikan dampak terhadap pencapaian akreditasi madrasah. Kompetensi kepala madrasah di antaranya kompetensi manajerial dan kompetensi supervisi, sedangkan akreditasi madrasah dinilai melalui standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pembiayaan, standar pengelolaan serta standar penilaian. Penelitian ex-post facto digunakan dalam menemukan penyebab dari suatu peristiwa. Populasi penelitian adalah 88 guru sekaligus sebagai sampel. Teknik pengumpulan data dengan angket serta dianalisis dengan  statistik deksriptif dan statistik inferensial dengan pengujian hipotesis dengan uji korelasi product moment dan analisis regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Realitas kompetensi kepala madrasah dengan rata-rata tanggapan sebesar 86,56 berada pada kategori sangat baik dengan persentase sebesar 66,9%. Realitas akreditasi madrasah rata-rata tanggapan responden sebesar 87,57 berada pada kategori sangat baik dengan persenta­se sebesar 68,2%. Selanjutnya terdapat pengaruh yang positif dan signifikan kompetensi kepala madrasah terhadap akreditasi madrasah di Madrasah Tsanawiyah se-Kecamatan Tellu Siattinge Kabupaten Bone. Kompetensi kepala madrasah yang dimanfaatkan dengan baik oleh kepala madrasah dalam kepemimpinannya memberikan peningkatan terhadap pencapaian akreditasi madrasah, hal ini terbukti dengan koefisien 0,832 dan siginifikansi 0,000.
Menyorot Relasi Luas Lahan, Harga Jual, Hasil Produksi, dan Biaya Produksi Terhadap Pendapatan Petani Padi siti aisyah; Asriani Yunus
EcceS (Economics, Social, and Development Studies) Vol 6 No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ecc.v6i2.10777

Abstract

Petani diperhadapkan dengan berbagai permasalahan, yang terus menggerus pendapatan mereka dari waktu ke waktu. Ketika masa panen telah tiba, hasil produksi padi tidak sesuai dengan apa yang diharapkan para petani. Semakin berkurangnya lahan pertanian yang disebabkan banyaknya alih fungsi lahan, akibat pembangunan perumahan, pendapatan yang diperoleh petani tidak menentu sedangkan pengeluaran mereka semakin meningkat dari hari ke hari. Selain itu, pertumbuhan penduduk yang semakin tinggi dan produksi padi yang dihasilkan tidak menentu, serta melaratnya petani dalam hal pembiayaan pertanian yang membuat petani terlibat hutang.  Persoalan-persoalan itu menjadi, tantangan besar bagi penghidupan petani saat ini. Tujuan          penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar pengaruh luas lahan, harga jual, hasil produksi, dan biaya produksi terhadap tingkat pendapatan petani padi di Kecamatan Majauleng Kabupaten Wajo. Jenis penelitian yaitu kuantitatif explanatory method, dengan menggunakan regresi linear berganda dengan menggunakan bantuan software SPSS 24 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan variabel luas lahan, harga jual, hasil produksi, dan biaya produksi berpengaruh signifikan dan berhubungan positif terhadap pendapatan petani. Dan secara parsial luas lahan dan harga jual, serta hasil produksi berpengaruh signifikan dan berhubungan positif terhadap pendapatan petani. Sedangkan biaya produksi secara parsial berpengaruh positif dan berhubungan negatif terhadap pendapatan petani. Untuk meningkatkan produksi bagi petani, dari pihak pemerintah ataupun swasta harus mengarahkan petani dalam hal pemasaran hasil panen yang diperoleh serta cara penggunaan teknologi dibidang produksi, seperti penggunaan bibit unggul baik itu secara kualitas maupun kuantitas.Kata Kunci: Pendapatan, Luas Lahan, Harga, dan Produksi.
Peran Manajemen Berbasis Sekolah Dalam Meningkatkan Partisipasi Masyarakat di MTS AL-Faaizun Watang Palakka Siti Aisyah
Equilibrium: Jurnal Pendidikan Vol 9, No 1 (2021): EQUILIBRIUM JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.09 KB) | DOI: 10.26618/equilibrium.v9i1.3805

Abstract

Penelitian ini mendekripsikan realitas MBS, partisipasi masyarakat, serta kontribusi  MBS terhadap peningkatan partisipasi masyarakat di MTs Al-Faaizun Watang Palakka Kec. Tanete Riattang Barat Kabupaten Bone. Jenis penelitian deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, guru dan komite sekolah. Dianalisis dengan metode reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan pertama, pelaksanaan MBS dalam fleksibilitas, guru menentukan pembelajaran dan  program madrasah sesuai kebutuhan. Desentralisasi aktivitas pengajaran, pemecahan masalah efesien, strategi pencapaian tujuan, dan pertanggungjawaban. Mandiri dalam pengelolaan SDM, sarana dan prasarana, serta dana. Dimensi inisiatif SDM dalam peningkatan kerjasama, toleransi, dan pelatihan. Kedua, Partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan yaitu kehadiran rapat mencapai 70-80%, pemberian ide, ikut serta pelaksanaan kegiatan madrasah dalam bentuk dana, tenaga, dan materiil, serta melakukan pengawasan dan perbaikan kegiatan. Ketiga MBS telah berkontribusi dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi program pendidikan maka masyarakat ikut serta memiliki madrasah sehingga berupaya mencapai tujuan pendidikan.
INDONESIAN MUSLIM WOMEN VOICES OF DOMESTIC VIOLENCE (A Reflection from Hadis Perspective) Siti Aisyah
JICSA : Journal of Islamic Civilization in Southeast Asian Vol 1 No 2 (2012)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jicsa.v1i2.723

Abstract

This article deals with hadis perspective on Indonesian muslim women voices of domestic violence. It is found that domestic violence do happen in Indonesia. A number of factors contributing to domestic violence are challenging men’s power and authority which include advising men to adhere to religious and cultural values and norms such as abstaining from alcohol, not having affairs, seeking employment, responding to a man’s anger or accusation during an argument. Women’s attempt to guide men or to negotiate with them seem to undermine men and threaten their designated position in the family ascribed by society. Other factors are infidelity in marriage and polygamy, gender division of labour, financial issues and alcohol. Domestic violence is not justifiable even in the Qur’an. 
GENDER DIVISION OF LABOUR AND POLYGAMY Siti Aisyah
Al Qalam Vol 26 No 2 (2009): May - August 2009
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.271 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v26i2.1557

Abstract

The Indonesian patriarchal culture and gender inequality is reflected in state policies, regulations and laws. As a pluralistic country comprising of different ethnic groups with specific cultures and traditions, Indonesia has four formal religions: Islam, Christianity, Hindu and Buddhism. Because of this, Indonesian law reflects cultural and religious diversity, including customary law or Adat law, the Marriage Law of 1974 as well as civil and criminal law. Two serious concerns of Marriage Law of 1974 are in relation to gender division of labour and polygamy which undermine Indonesian Muslim women. This paper discusses such an issue to allow women to get equaliry before the law and highlights its contribution to domestic violence.There are two contradictory stipulations with respect to the Marriage Law of 1974: equality in marriage and gender division of labour within marriage. On the one hand, Article 31 (1) and Article 3 3 clearly state that there is no difference between husband and wife with respect to their basic rights such as love; respect, or fidelity. On the other hand, both of these Articles are contradicted with other articles which differentiate between a husband's and wife's responsibilities. For example, Article 31 (3) and Article 34 stipulate a clear division between the roles of husbands and wives within marriage. This has become a reference point for Indonesian views in determining gender relations in marriage.Marriage Law of 1974 still which supports gender division of labour between wife and husband should be revised by providing a clear statement that these roles are conditional. This means that husbands can be domestic carers including taking care of children if they have no jobs, while wives can be finacial providers or the head of household if they are capable to do so. In this context, gender roles can be exchanged and are not strictly for a certain gender.
Otoritas Istri Perspektif Akademisi Hadis: Analisis Resepsi Exegesis terhadap Hadis Rā‘iyah Nurul Fadhilah Faisal; Siti Aisyah; Darsul S. Puyu; Akbar Akbar
Al-Izzah: Jurnal Hasil-Hasil Penelitian Vol 16, No. 2, November 2021
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/ai.v0i0.3102

Abstract

Some circles use the wife’s status as an excuse to treat women as second-class citizens. The Prophet’s hadith requiring the wife to be completely subservient to her husband, such as the hadith presupposing the requirement to prostrate to her husband, is one of the frequently misinterpreted explanations. The misreading of the hadith jeopardizes the Prophet’s mission as raḥmatan li al-‘ālamīn (mercy to entire universe). The purpose of this research is to look at the hadith regarding rā‘iyah, which is a hadith that suggests features of wife leadership in order to confirm the wife's authority in the home. This study examines how hadith experts interpret the hadith about rā‘iyah. Academics’ comprehension and application of hadith demonstrate patriarchal culture’s impact, with cultural-realistic readings still dominating. Academics’ ideal comprehension of the hadith appears to have failed to mitigate the influence of the surrounding culture. This study’s conceptual implication is that the rā‘iyah hadith refutes the idea that the wife is a second-class citizen who is submissive to the husband. A fundamental that must be fostered in Muslim households is the concept of equal responsibility for family success. This article discovers that a person’s ideal understanding of hadith is not always based on actual understanding because reality and culture might influence a person’s ideal understanding of hadith. As a result, an individual’s understanding cannot be utilized as an absolute argument that matches Islamic teachings’ goals.
Interaksi Pria dan Wanita dalam Organisasi Lembaga Dakwah Kampus Al-Jami’ Perspektif Empat Mazhab Irham Karamullah; Siti Aisyah Kara
Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab dan Hukum Januari
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/shautuna.v2i1.16287

Abstract

ABSTRAKPokok masalah penelitian ini terkait Interaksi pria dan wanita dalam Organisasi Lembaga Dakwah Kampus Al-Jami’ Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian lapangan (field research) yang berangkat dari pengamatan dan penemuan fakta sosial yan dikaji menggunakan pendekatan perbandingan (comperative approach) dalam hal ini yang dimaksud adalah Empat Mazhab. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : 1) Interaksi pria dan wanita dalam Organisasi Lembaga Dakwah Kampus Al-Jami’ Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar kurang ketat. Kurang ketat tersebut dalam arti berada pada kategori mutawwassit atau pertengahan. Dengan kata lain dalam pelaksanaannya mereka sangatlah terbuka  dan tidaklah sangat ketat atau menutup dari komunikasi sosial. Namun tidak berarti sangat bebas pula, sebab tentu mereka mengedapankan nilai-nilai yang telah diatur dalam Islam. 2) Pandangan empat Mazhab terkait interaksi pria dan wanita dalam Organisasi LDK Al-Jami’, lembaga tersebut lebih condong kepada Imam Asyafi’i sebab memiliki angggota yang mayoritas bermazhab Syafi’i dan juga berlindung dalam Naungan Kampus dan Negara yang menerapkan Mazhab Syafi’i. Pandangan mazhab Syafi’i juga termasuk kategori muwassit dalam menentukan hukum di banding dengan yang lain. Adapun implikasi dari penelitian ini diantaranya: 1) Interaksi pria dan wanita dalam organisasi tersebut sudah tepat karena antara yang sebenarnya diterapkan dan seharusnya yang diterapkan dalam Organisasi tersebut sudahlah tepat sebab seharusnya Lembaga tersebut menurut peneliti mengikuti aturan pemahaman Kampus Negeri yang menaunginya yakni mayoritas bermazhab Syafi’i. 2) Ketika terjadi perbedaan Pemahaman antara anggota maka sebaiknya anggota tersebut diberikan pemahaman melalui tarbiyyah terkait dengan Interaksi pria dan wanita dalam Organisasi Lembaga Dakwah Kampus, sehingga anggota tersebut yang bertentangan mampu memahami dan menyesuaikan diri ketika berkegiatan.Kata kunci: Interaksi, Lembaga Dakwah Kampus, Mazhab
Perbandingan Delik Pidana Menurut Aliran Monistis, Dualistis Dan Mazhab Fikih Muh Nur Arisakti Atpasila; Siti Aisyah
Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab dan Hukum MEI
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/shautuna.v2i2.20571

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) mendeskripsikan dan menganalisis tentang realitas teori monistis dan dualistis, 2) mengemukakan  hakikat pidana Islam yang secara eksplisit maupun implisit relevan dengan nilai-nilai pada teori monistis dan dualistis. Dalam menjawab permasalahan tersebut dan analisis  data yang bersifat deskriptif, penulis menggunakan pendekatan multidisipliner, yaitu pendekatan normatif-yuridis Penelitian ini tergolong library research dengan jenis penelitian deskripsi kualitatif, dimana data dikumpulkan dengan mengutip, menyadur, dan menganalisis isi (content analysis) terhadap literatur yang representatif dan mempunyai relevansi dengan masalah yang dibahas, kemudian mengulas dan menyimpulkannya. Dasar dari pemidanaan baik menurut teori monistis dan dualistis harus telah terbukti adanya unsur tindak pidana dan unsur pertanggungjawaban pidana (monistis) atau unsur objektif dan unsur subjektif (dualistis). Hakikat teori monistis sebagai teori klasik pidana terimplementasi secara eksplisit dalam rumusan delik pidana, namun masih terdapat kekurangan mengenai rumusan delik pidana menurut teori monistis ketika dihadapkan pada KUHAP. Sehingga kekurangan-kekurangan pada teori monistis di jawab oleh teori dualistis, namun implementasi teori dualistis tidak dapat di lepaskan melalui pemahaman secara  komprehensif tentang teori monistis. Dari hakikat teori monistis dan dualistis tersebut, peneliti hendak menganalisis hakikat dari kedua teori tersebut yang relevan dengan nilai-nilai yang bersifat dinamis dari sifat dasar yang bersumber dari hukum Islam (Al-Quran maupun hadist) yaitu: a. Sifat idealistiknya; b. Religius; c. Kekinian dan; dan d. Sifat kasuistik.Kata Kunci : Perbandingan Delik Pidana Menurut Aliran Monistis, Dualistis dan Mazhab Fikih
Kesaksian Tunggal Perempuan Dalam Hadis Nabi SAW: Urgensi Implementasi Pada Korban Kekerasan Seksual Siti Aisyah; Ibnu Hajar Ansori; Abdillah Mustari
Diroyah : Jurnal Studi Ilmu Hadis Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Prodi Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/diroyah.v7i1.19840

Abstract

Hadith as a source of Islamic teachings is permitted to apply in responding contemporary issues such as sexual violence in which women are generally victimized. Cultural and social values or religious understandings often put women in the secondary position including being witness. Female witness should be two people compared to their male counterparts which are one. There is no room for them to have equal number with men, but hadith is clearly stated that women can be a primary witness which was initially occurred in the breastfeeding case. It is, therefore, the significant question is that why this hadith cannot be applied in sexual violence against women due to the facts that these are serious problems both in the global world and Indonesia. This research is qualitative using textual, intertexts and even contextual analysis in understanding the hadith and connecting to social and cultural context of sexual violence against women. The research shows that although there are clear qur’anic messages with respect to men and women of being witness (Q.S. Al-Baqarah: 282), woman can become a primary witness based on this hadith. The inclusive hadith is not contradictory with the qur’anic message because the conditions are different.
Factors Influencing Maternal Behavior Towards The Accuracy Of Antenatal Care Visits At Bulurokeng Health Center In 2020 Najdwah Emilia; Purnamaniswaty Yunus; Azizah Nurdin; Arlina Wiyata Gama; Siti Aisyah Kara
Jurnal Life Birth Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Life Birth
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Stikes Panrita Husada Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37362/jlb.v7i2.1057

Abstract

Maternal mortality is death caused by all things related to and or aggravated by pregnancy and its handling, while one of the efforts to reduce maternal mortality is to conduct a complete ANC examination and in accordance with established integrated standards. This study aims to determine the factors that influence the accuracy of Antenatal Care visits at the Bulurokeng Health Center, Biringkanaya District, Makassar City, South Sulawesi in 2020. This type of research is using observational design with quantitative survey research methods. The approach taken in this study was Cross Sectional. The population studied was mothers who had conducted ANC examinations at the Bulurokeng health centre for the January - December 2020 visit period, totalling 302 mothers. The sampling technique used was simple random sampling with a total sample of 100 mothers and the results were processed using SPSS with the chi-square test. The study obtained a p-value of 0.001 (<0.05) for the knowledge variable on the accuracy of ANC visits. The p-value is 0.029 (<0.05) for the attitude variable on the accuracy of ANC visits. The p-value is 0.032 (<0.05) for the variable of husband support on the accuracy of ANC visits. The p-value is 0.041 (<0.05) for the affordability variable on the accuracy of ANC visits. The meaning of this value is that there is a relationship between the variables of knowledge, attitude, husband's support, and affordability to the accuracy of ANC visits.