Nenden Sundari
Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pola Kegiatan Ayah Perokok terhadap Stimulasi Motorik Kasar Anak Usia 4-6 Tahun Anderi Putri Ramadhani; Deri Hendriawan; Nenden Sundari
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8411

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pola kegiatan ayah perokok yang berpotensi memengaruhi stimulasi motorik kasar anak usia 4–6 tahun dalam aktivitas sehari-hari. Tujuan utama penelitian ini adalah menggambarkan pola kegiatan ayah perokok terhadap stimulasi motorik kasar anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang melibatkan tiga ayah perokok dan tiga anak usia dini sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan triangulasi teknik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa intensitas, waktu, dan kebiasaan merokok ayah memengaruhi kuantitas serta kualitas stimulasi motorik kasar yang diterima anak. Ayah dengan intensitas merokok rendah cenderung lebih aktif memberikan stimulasi fisik dibandingkan ayah dengan intensitas merokok tinggi. Disimpulkan bahwa pola kegiatan ayah perokok berkaitan dengan kualitas stimulasi motorik kasar anak usia 4–6 tahun.
Hubungan Paparan Short-Form Video dengan Kemampuan Regulasi Emosi Anak Usia Dini: Studi Kasus di Keluarga Denissa Syairahma; Nenden Sundari; Roby Naufal Arzaqi
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.2319

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji hubungan antara paparan short-form video dengan kemampuan regulasi emosi anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan satu anak perempuan berusia 5–6 tahun (inisial EN) beserta orang tuanya yang bertempat tinggal di Kelurahan Kebon Sirih, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam semi-terstruktur, dan kajian dokumentasi selama dua bulan (Maret–April 2026). Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang mencakup tahap reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek menggunakan short-form video selama ±5 jam per hari dengan frekuensi 5–8 kali akses, jauh melebihi rekomendasi IDAI. Tingginya paparan berkaitan dengan rendahnya kemampuan regulasi emosi, ditandai oleh: (1) kesulitan kontrol impuls dalam mengekspresikan keinginan; (2) respons emosional berlebihan berupa melempar benda saat akses dihentikan; dan (3) ketergantungan pada co-regulation orang tua untuk menenangkan diri. Meskipun demikian, anak masih memiliki potensi regulasi emosi dengan dukungan lingkungan yang konsisten. Penelitian merekomendasikan pembatasan durasi screen time, pendampingan aktif orang tua, dan penerapan pola pengasuhan yang terstruktur dalam pengelolaan media digital anak usia dini.
Penggunaan Executive Function Skills Anak Usia Dini dalam Permainan Tradisional Engklek : Studi Deskriptif Aida Aqliya Dzakkiyah; Nenden Sundari; Esya Anesty Mashudi
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i1.8039

Abstract

Executive Function Skills (EFS) merupakan kemampuan kognitif tingkat tinggi yang meliputi working memory, cognitive flexibility, dan inhibition yang berperan penting dalam regulasi diri anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan executive function skills anak usia dini melalui permainan tradisional engklek. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif terhadap 11 anak kelompok B TK YWKA Kota Serang dan 2 orang guru. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan engklek mampu menstimulasi executive function skills anak, ditunjukkan melalui kemampuan mengingat urutan permainan, menyesuaikan diri terhadap perubahan aturan, serta mengendalikan impuls dan emosi selama bermain. Dengan demikian, permainan tradisional engklek dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang efektif, menyenangkan, dan kontekstual dalam mendukung perkembangan kognitif dan sosial-emosional anak usia dini.
Perilaku Prososial Anak Usia Dini: Pengaruh Keterlibatan Ayah pada Aspek Responsibility Dini Putri Pratiwi; Deri Hendriawan; Nenden Sundari; Iik Nurulpaik
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 4 (2026): in Progress
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8612

Abstract

Keterlibatan ayah merupakan salah satu aspek pengasuhan yang berhubungan dengan perkembangan perilaku prososial anak usia dini. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh keterlibatan ayah terhadap perkembangan perilaku prososial anak usia dini dengan mengidentifikasi dimensi keterlibatan ayah yang paling dominan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional yang melibatkan 55 ayah dan 55 anak usia 4–6 tahun di Kabupaten Tangerang. Data dikumpulkan melalui kuesioner keterlibatan ayah dan lembar observasi perilaku prososial dengan skala Likert 1–4. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi responsibility merupakan aspek keterlibatan ayah dengan capaian tertinggi (90,9%), sedangkan aspek kooperatif menunjukkan capaian tertinggi perilaku prososial anak (81,4%). Keterlibatan ayah berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku prososial anak (r = 0,464; R² = 0,215; p < 0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa keterlibatan ayah, khususnya pada dimensi responsibility, berkontribusi terhadap perkembangan perilaku prososial anak usia dini.
Trust Beyond Confident: Bagaimana Pola Asuh Authoritative Mempengaruhi Kepercayaan Diri Anak Usia Dini Indira Sofy Anggraini; Nenden Sundari; Esya Anesty Mashudi
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v6i2.1603

Abstract

Keluarga terutama orang tua memiliki peran penting dalam membentuk rasa percaya diri anak sejak umur dini. Pola asuh orang tua turut menentukan bagaimana anak memandang diri sendiri, menghargai diri sendiri dan mempercayai kemampuannya sendiri. Tujuan dari studi ini ialah menganalisis pola asuh authoritative pada rasa percaya diri ana berumur 5–6 tahun di TK YWKA Kota Serang. Pendekatan yang digunakan ialah kuantitatif dengan metode korelasional. Penelitian ini subjeknya yakni 56 anak berumur 5-6 tahun beserta orangtua mereka yang dipilih menggunakan teknik sensus data penelitian dikumpulkan melalui pengadministrasian kuesioner untuk orang tua dan observasi terhadap anak. Teknik analis data dengan uji regresi linier sederhana dan uji korelasi rank Spearman. Hasil penelitian mengindikasikan adanya pengaruh positif serta signidikan dari pola asuh authoritative pada kepercayaan diri anak dengan nilai korelasi 0,686.  Sehingga hipotesis studi ini menyatakan “Terdapat pengaruh positif signifikan pola asuh authoritative terhadap kepercayaan diri anak usia 5-6 tahun di TK YWKA Kota Serang” dinyatakan diterima. Penghitungan koefisien determinasi menunjukkan kontribusi sebesar 41,9% dari pola asuh authoritative pada rasa percaya diri anak. Temuan ini menguatkan sejumlah hasil penelitian terdahulu terkait penerapan orang tua melalui pola asuh authoritative sebagai hal yang ideal dan direkomendasikan untuk memfasilitasi anak dalam membentuk kepercayaan dirinya sejak dini.
Penggunaan Komik “Gen Alpha Jago Bisnis” Sebagai Alternatif Pengenalan Nilai-Nilai Kewirausahaan Bagi Anak Usia 5-6 Tahun Nur Aliza; Nenden Sundari; Yulianti Fitriani
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v6i2.1677

Abstract

Pengetahuan tentang kewirausahaan anak usia dini masih menjadi tantangan dalam sistem pendidikan Indoensia, mengingat belum adanya pembelajaran mengenai konsep tersebut dalam kurikulum PAUD. Penelitian ini bertujuan mengkaii penggunaan komik “Gen Alpha Jago Bisnis” sebagai media pembelajaran dalam menumbuhkan nilai-nilai kewirausahaan pada anak usia 5-6 tahun di Taman Bacaan Manca Ceria. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari enam anak usia 5-6 tahun yang mengikuti empat kegiatan pembelajaran seperti sesi bercerita, simulasi jual beli, pengenalan menabung, dan kunjungan bioskop mini. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman dengan fokus pada lima nilai kewirausahaan: rasa ingin tahu, kreativitas, komunikasi, kejujuran, dan kemandirian. Hasil menunjukkan empat dari enam anak mengalami peningkatan signifikan dalam nilai-nilai kewirausahaan terutama rasa ingin tahu, komunikasi, dan kemandirian. Media komik terbukti efektif meningkatkan pemahaman konsep keuangan dasar melalui pendekatan kontekstual dan partisipatif. Hambatan utama meliputi keterbatasan konsentrasi dan variasi karakter individual. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan model pembelajaran berbasis media visual yang inovatif untuk pendidikan kewirausahaan dan literasi keuangan anak usia dini.
Dampak “Journaling Activity” terhadap Kreativitas Anak Usia 5-6 Tahun: Studi Deskriptif Kualitatif Berdasarkan Teori Guilford Indri Ramahwanti; Deri Hendriawan; Nenden Sundari
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 2 (2026): Desember In Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i2.2517

Abstract

Dalam praktik pembelajaran, masih ditemukan anak yang kurang berani mengemukakan ide, belum mampu mengembangkan gagasan secara mandiri, serta cenderung meniru hasil karya teman. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan journaling activity, bentuk-bentuk kreativitas anak usia 5-6 tahun selama mengikuti kegiatan tersebut, serta perubahan kreativitas yang tampak setelah kegiatan dilaksanakan secara rutin di TK IT Raudhatul Jannah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas guru kelompok B dan anak usia 5-6 tahun. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa journaling activity dilaksanakan melalui tahap persiapan, pelaksanaan, dan penutup dengan guru berperan sebagai fasilitator. Kegiatan ini mengembangkan kreativitas anak yang meliputi kemampuan berpikir lancar (fluency), berpikir luwes (flexibility), berpikir orisinal (originality), kemampuan menilai (evaluation), dan kemampuan mengembangkan gagasan secara rinci (elaboration). Selain itu, terlihat peningkatan keberanian mengemukakan ide, variasi karya, kemampuan menjelaskan gagasan, serta kemandirian anak. Temuan penelitian menunjukkan bahwa journaling activity merupakan strategi pembelajaran reflektif yang efektif untuk mengembangkan kreativitas anak usia dini.