Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

RISIKO ERGONOMI DAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA PEKERJA ADMINISTRASI: TINJAUAN LITERATUR Uus Rusmawan; Agung Cahyono Triwibowo; Sandra Hakiem Afrizal
Jurnal Penelitian Kesmasy Vol. 8 No. 2 (2026): JURNAL PENELITIAN KESMASY
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatan Deli Husada Delitua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36656/jpksy.v8i2.2768

Abstract

With technology and digital transformation, administrative tasks have been severely changed leading to extended periods of sitting with increased risk for musculoskeletal disorders (MSDs). This review presents a systematic inquiry of the ergonomic risks factors and musculoskeletal complaints in administrative staff, including articles published during 2020 to 2025. The review followed the PRISMA and accessed Scopus, PubMed, ScienceDirect, and Web of Science databases. Inclusion criteria 10 studies were included on the basis of inclusion criteria regarding ergonomic risk factors, work posture, and preventive interventions. It is evident that poor worker postures, prolonged static sitting, repetitive movements and lack of ergonomic knowledge are the major factors that lead to MSDs, most commonly involving the neck, shoulders and lower back. Psychosocial factors, such as high strain at work and bullying at the workplace can also increase musculoskeletal pain and delay recovery. The effectiveness of interventions, such as ergonomic training, workstation modifications, job rotation and introduction of assistive technologies like exoskeletons was found to be inconsistent emphasizing the necessity for well-structured ergonomics programs with workers’ involvement. In conclusion, holistic approaches (physical, psychological, organizational) should be considered in order to minimize ergonomic hazards and enhance health, productivity, and well-being of administrative staff.
Kesiapsiagaan Penduduk Bantaran Sungai Ciliwung terhadap Bencana Banjir di Jakarta Agung Cahyono Triwibowo; Lulus Suci Hendrawati; Gama Widyaputra; Edwina Rudyarti; Husen Husen; Sahuri Sahuri; Yunita Sari Purba; Uut Hanafi Rochman; Royani Royani; Yuli Dwi Rahmawati; Mohammad Fahri Ferdiansyah; Dhepita Septiyani; Eka Yulia Solekhah
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 7 No 1 (2026): Juni
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jabi.v7i1.914

Abstract

Wilayah bantaran Sungai Ciliwung, termasuk di Kelurahan Cawang, Jakarta Timur, merupakan salah satu kawasan dengan potensi risiko banjir yang cukup tinggi. Ancaman luapan air sungai dapat menyebabkan kerusakan lingkungan, gangguan aktivitas sosial dan ekonomi, serta risiko keselamatan bagi penduduk. Salah satu komponen utama dalam upaya kesiapsiagaan bencana banjir adalah keberadaan dan pemanfaatan Sistem Peringatan Dini (Early Warning System/EWS). EWS berperan sebagai alat untuk memberikan informasi awal kepada masyarakat mengenai potensi terjadinya bencana, sehingga masyarakat memiliki waktu yang cukup untuk melakukan tindakan pencegahan dan evakuasi secara aman. Namun, keberhasilan penerapan EWS tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan alat, melainkan juga oleh pemahaman masyarakat terhadap fungsi, cara kerja, serta prosedur pemantauan dan tindak lanjut dari sistem tersebut. Telah dilakukan kegiatan sosialisasi EWS dan juga pemahaman tentang siaga banjir kepada masyarakat dan hasil pre tes dan post tes menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat akan siaga banjir di lingkungannya.