Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Doomscrolling dalam Sistem Manufaktur: Dampak pada Kewaspadaan dan Kinerja Operasional Nukhbah Sany; Julia Dewi Ma’rifah
Jurnal Kalibrasi Vol 24 No 1 (2026): Jurnal Kalibrasi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/kalibrasi/v.24-1.3382

Abstract

This study discusses the impact of doomscrolling on vigilance and operational performance within manufacturing systems. In production environments that demand high levels of attention, repeated exposure to negative digital content has the potential to disrupt workers’ cognitive stability and increase the risk of operational errors. The research employed a qualitative approach through a narrative-critical literature review with interdisciplinary integration covering industrial ergonomics, human factors, occupational psychology, and workplace safety. The research stages included literature searches in major scientific databases, selection based on relevance to digital distraction and work performance, and thematic analysis to identify the main mechanisms linking digital behavior with operational performance. The analysis results indicate that doomscrolling contributes to attention fragmentation, increased emotional burden, a higher probability of errors in high-risk tasks, and decreased sustained performance due to attentional residue. These findings suggest that doomscrolling can reduce situational awareness and disrupt the stability of manufacturing production systems. Practically, this study emphasizes the importance of managing digital distractions as part of industrial safety and operations management systems. The study also proposes a managerial checklist framework as a guideline for reducing attention-based error risks in manufacturing environments.
Pengukuran Beban Kerja dengan Metode Full Time Equivalent (FTE) untuk Mengoptimalkan Kinerja Karyawan Departemen PPIC pada PT Segatama Lestari Julia Dewi Ma'rifah; Putri Rahayu
Jurnal Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu Vol 2 No 1 (2024): JIFKA Juni 2024
Publisher : Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67302/jifka.v2i1.16

Abstract

PPIC adalah suatu departemen yang bertugas mempersiapkan proses manufaktur dan mengelola persediaan bahan baku hingga akhirnya diproses oleh departemen produksi menjadi barang jadi. PPIC pada perusahaan manufaktur termasuk ke dalam departemen untuk merencanakan dan mengendalikan proses produksi, sehingga proses tersebut bisa berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditentukan. Pengukuran beban kerja adalah proses untuk menetapkan jumlah jam kerja yang digunakan atau dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan dalam waktu tertentu dengan mempertimbangkan beberapa faktor kegiatan selama bekerja, seperti faktor kelonggaran yaitu pemenuhan kebutuhan pribadi, faktor kelelahan, dan lingkungan kerja. Pengukuran beban kerja juga merupakan sebuah teknik perencanaan untuk menentukan berapa tenaga kerja yang dibutuhkan. Beban kerja yang dilimpahkan pada pekerja terbagi dalam tiga kondisi yaitu, beban kerja normal, beban kerja berlebih, dan beban kerja yang rendah. Sedangkan 4 tenaga kerja PPIC lainnya memiliki beban kerja dengan kategori normal/fit. Pada tenaga kerja dengan nilai FTE underload dapat dievaluasi dengan penambahan beban kerja. Sesuai rencana pemindahan produksi tersebut, maka saat mutase sudah terlaksana untuk beban kerja yang berlebih dapat dilimpahkan kepada tenaga kerja dengan nilai FTE underloadini.