Umbul Nangsri yang terletak di desa Lebak pada kawasan Karst Gunung Sewu di Kecamatan Pracimantoro Kabupaten Wonogiri memiliki potensi yang belum dikembangkan. Kawasan Karst Gunung Sewu sendiri telah ditetapkan sebagai Global Geopark oleh UNESCO sejak tahun 2015. Gunung Sewu diakui dunia memiliki artefak harmoni antara warisan geologi (geodiversity), keanekaragaman hayati (biodiversity), dan keragaman budaya (cultural diversity). Umbul Nangsri di kawasan Gunung Sewu merupakan sebuah telaga alami yang mata airnya tidak pernah berkurang bahkan di musim kemarau sekalipun. Keberadaan Umbul Nangsri di Desa Lebak merupakan potensi geologi dari karst Gunung Sewu serta kelestarian lingkungan hayati yang menjaga keberlanjutan sumber air hingga saat ini. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah upaya pendampingan masyarakat dalam melestarikan sumber daya alam hayati di desa Lebak secara berkelanjutan. Upaya dengan perencanaan pengembangan potensi Umbul Nangsri, agar keberadaannya mampu menjaga kelestarian lingkungan dan mensejahterakan masyarakat. Realisasi pendampingan dalam wujud penyusunan rencana induk pengembangan kawasan Umbul Nangsri.Metode penelitian dan pengabdian yang dilakukan dengan observasi dan pendampingan masyarakat di lapangan. Fenomena pada pengelolaan lingkungan, serta kehidupan sosial-budaya masyarakat desa Lebak dianalisis bersama dan disepakati solusi bagi kelestarian lingkungan dan pengembangan kesejahteraan masyarakat desa. Hasil dari kegiatan riset – pengabdian ini adalah rencana induk pengembangan Umbul Nangsri sebagai hasil kompromi antara pengambil kebijakan dan masyarakat desa. Umbul Nangri dikembangkan dengan fokus perencanaan pada konservasi lingkungan dan kawasan karst, pengembangan sosial-budaya masyarakat desa serta peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.Kata kunci : Umbul Nangsri; Pracimantoro; wisata budaya; ekowisata