Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Simulation Study of Natural Ventilation in Traditional and Contemporary Javanese Houses in Yogyakarta Iswati, Tri Yuni
RUAS Vol. 9 No. 2 (2011)
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2011.009.02.3

Abstract

Background research is to see how many contemporary houses that much different from the Javanese house, contemporary house is usually attached to each other neighbor's house, do not have a yard, use half a stone wall, while the Javanese house has a large yard, far enough distance between the house and use a single wall stone. Objectives of this paper is to show natural differences in ventilation resulting from the use of materials, and types of homes are these different settings. Methodology used is to use CFD simulations to see how the difference and temperature difference. Using the measurement data base BMKG with winds measured at a height of 10m on the hottest and coldest months. Outcomes are the temperature and wind speed in Java proved to be more comfortable home. Summary The results proved that the traditional Javanese house more comfortable because it uses the hinge side windows, that make it easier for air to flow than the type of window (upper hinge) and one brick wall material further inhibit heat conduction than half brick wall.Keywords: natural ventilation, traditional house, contemporary house
Strategi Penataan Perabotan Rumah Kost Di Desa Karang Malang Yogyakarta Iswati, Tri Yuni; Pradnya.P, Dyah S.
RUAS Vol. 10 No. 2 (2012)
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2012.010.02.1

Abstract

Karang Malang village is one of locations boarding in Yogyakarta. A tenant of the boarding house consisting of the students, employees and traders. Boarding house in the village, there are three types namely: the boarding house of male, the boarding house of female, and the boarding house of both. The location of boarding house there are two types of all, namely: the boarding house separate from the owner of boarding and boarding house who was also the owner of lodging house. The boarding room looks neat and loose. Furnishing, but dirty clothes, private in the form of and shoes always put beside the boarding room.. The existence of the personal belongings of course interrupting the circulation and the atmosphere of communal activities performed in space. Based on this phenomenon the researchers team interested to explored factors caused and provided solutions. This research was done using Naturalistic Qualitative method for 6 months. Sampling was used as the unit of exploration and the analysis consisted of 11 boarding house. For observation, the researcher always explored every data and took information from some sources. The researcher collected data using Purposive Sampling technique, Snowball Sampling technique dan Cross Sectional system. The results of the study showed that renters tended to give priority to home kost personal interests, concern for the pshychology of environment looks weak giving rise to disturbances in the various parties as well as take advantage of any space to put personal furniture.Key words : boarding house, space, communal furnishing, tenants, personal
Identifikasi gap dalam perencanaan klaster wisata berkelanjutan di Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri Purwani, Ofita; Iswati, Tri Yuni; Triratma, Bambang; Winarto, Yosafat; Setyaningsih, Wiwik
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 14, No 2 (2025): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v14i2.104221

Abstract

Artikel ini berfokus pada identifikasi gap dalam perumusan klaster wisata pada perencanaan wisata keberlanjutan di Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri. Pengabdian ini dilatarbelakangi oleh isu kurang optimalnya pemanfaatan potensi sumber daya alam dan manusia dalam usaha meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat, sementara pada saat yang sama, adanya status Global Geopark dari UNESCO yang diberikan pada Gunung Sewu memberikan potensi yang sangat besar untuk dikembangkan untuk kemakmuran masyarakat setempat dalam bentuk pariwisata. Pembentukan klaster-klaster ini dilakukan dengan melihat potensi-potensi setempat yang ada, lalu digolongkan berdasarkan letak geografis dan tema yang bisa dipakai untuk wisata. Selain itu juga harus mempertimbangkan adanya infrastruktur dan jasa transportasi, produksi, dan keuangan yang ada. Untuk melakukan klasterisasi, kami melakukan inventarisasi dan identifikasi gap terhadap sektor-sektor yang ada di Pracimantoro. Hasil dari identifikasi ini menunjukkan bahwa masih terdapat gap pada sektor transportasi dan akomodasi, yang mana ini harus diperhitungkan dalam merencanakan klaster.
Pengembangan Potensi Umbul Nangsri sebagai Kawasan Wisata Berbasis Budaya dan Alam di Desa Lebak, Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri Iswati, Tri Yuni; Winarto, Yosafat; Purwani, Ofita; Yuliani, Sri; Paramita, Dyah Susilowati Pradnya; Hardana, Ana; Setyaningsih, Wiwik; Triratma, Bambang; Nugroho, Purwanto Setyo
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 15, No 1 (2026): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v15i1.110467

Abstract

Umbul Nangsri yang terletak di desa Lebak pada kawasan Karst Gunung Sewu di Kecamatan Pracimantoro Kabupaten Wonogiri memiliki potensi yang belum dikembangkan. Kawasan Karst Gunung Sewu sendiri telah ditetapkan sebagai Global Geopark oleh UNESCO sejak tahun 2015. Gunung Sewu diakui dunia memiliki artefak harmoni antara warisan geologi (geodiversity), keanekaragaman hayati (biodiversity), dan keragaman budaya (cultural diversity). Umbul Nangsri di kawasan Gunung Sewu merupakan sebuah telaga alami yang mata airnya tidak pernah berkurang bahkan di musim kemarau sekalipun. Keberadaan Umbul Nangsri di Desa Lebak merupakan potensi geologi dari karst Gunung Sewu serta kelestarian lingkungan hayati yang menjaga keberlanjutan sumber air hingga saat ini. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah upaya pendampingan masyarakat dalam melestarikan sumber daya alam hayati di desa Lebak secara berkelanjutan. Upaya dengan perencanaan pengembangan potensi Umbul Nangsri, agar keberadaannya mampu menjaga kelestarian lingkungan dan mensejahterakan masyarakat. Realisasi pendampingan dalam wujud penyusunan rencana induk pengembangan kawasan Umbul Nangsri.Metode penelitian dan pengabdian yang dilakukan dengan observasi dan pendampingan masyarakat di lapangan. Fenomena pada pengelolaan lingkungan, serta kehidupan sosial-budaya masyarakat desa Lebak dianalisis bersama dan disepakati solusi bagi kelestarian lingkungan dan pengembangan kesejahteraan masyarakat desa. Hasil dari kegiatan riset – pengabdian ini adalah rencana induk pengembangan Umbul Nangsri sebagai hasil kompromi antara pengambil kebijakan dan masyarakat desa. Umbul Nangri dikembangkan dengan fokus perencanaan pada konservasi lingkungan dan kawasan karst, pengembangan sosial-budaya masyarakat desa serta peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.Kata kunci : Umbul Nangsri; Pracimantoro;  wisata budaya; ekowisata