AbstrakTemperature Humidity Index (THI) merupakan indeks yang digunakan untuk mengukur kenyamanan udara. THI yang tinggi dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan bahkan gangguan kesehatan. Pemantauan THI secara berkala perlu dilakukan untuk mengetahui kondisi udara dan mengambil tindakan yang diperlukan. Dalam penelitian ini, dilakukan analisis THI secara time-series menggunakan sistem monitoring berbasis IoT di Kelurahan Sumber, Kota Surakarta, Jawa Tengah. Sistem monitoring terdiri dari sensor suhu dan kelembaban udara yang dipasang di beberapa titik di Kelurahan Sumber. Data sensor kemudian dikirim ke cloud untuk diolah dan dianalisis. Hasil analisis menunjukkan bahwa THI di Kelurahan Sumber memiliki pola yang bervariasi sepanjang hari, THI tertinggi terjadi pada hari Minggu pada tanggal 15 Oktober 2023 dengan rata-rata 31,9℃. THI terendah terjadi pada hari Rabu pada tanggal 25 Oktober 2023 dengan rata-rata 29,2℃. Hasilnya menunjukkan variasi suhu dan kelembaban dengan THI dalam rentang 29–31℃. Kondisi ini menggambarkan bahwa sebagian besar waktu tergolong dalam kategori sebagian nyaman atau tidak nyaman.Sehingga penelitian ini menunjukkan bahwa sistem monitoring berbasis IoT dapat digunakan untuk pemantauan THI secara time-series. Hasil analisis THI dapat digunakan untuk mengetahui kondisi udara dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk menjaga kenyamanan dan kesehatan masyarakat yaitu dengan peningkatan vegetasi untuk mengurangi pemanasan langsung dan menyerap polutan udara, beralih ke transportasi ramah lingkungan, dengan pengelolaan sampah efisien: dapat mempengaruhi suhu mikro lingkungan, serta efisiensi energi fosil. Namun, perlu diingat selain dari partisipasi masyarakat harus ada tindakan bersama dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga, dan masyarakat, untuk menurunkan THI dan meningkatkan kenyamanan lingkungan di Kelurahan Sumber. Kata kunci: THI, IoT, time-series, Kelurahan Sumber, monitoring udara, tingkat kenyamanan ABSTRACTTemperature Humidity Index (THI) is an index used to measure air comfort. This high can cause discomfort and even health problems. Therefore, regular THI monitoring needs to be carried out to determine air conditions and take necessary action. In this research, time-series THI analysis was carried out using an IoT-based monitoring system in Sumber Village, Surakarta City, Central Java. The monitoring system consists of temperature and humidity sensors installed at several points in Sumber Village. The sensor data is then sent to the cloud to be processed and explained. The analysis results show that the THI in Sumber Subdistrict has a varying pattern throughout the day, the highest THI occurred on Sunday, October 15 2023 with an average of 31.9℃. The lowest THI occurred on Wednesday 25 October 2023 with an average of 29.2℃. The results show variations in temperature and humidity with THI in the range 29– 31℃. This condition illustrates that most of the time is classified as partially comfortable or uncomfortable. So this research shows that an IoT-based monitoring system can be used to monitor THI in a time-series manner. The results of the THI analysis can be used to determine air conditions and take necessary actions to maintain public comfort and health, namely by increasing vegetation to reduce direct heating and absorbing air pollutants, switching to environmentally friendly transportation, with efficient waste management: can influence the temperature of the micro environment, as well as fossil energy efficiency. However, it should be remembered that apart from community participation, there must be joint action from various parties, including the government, institutions and the community, to reduce THI and increase environmental comfort in Sumber Village.Keywords: THI, IoT, time-series, Sumber sub-district, air monitoring, comfort level