Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Tren Konsumsi Ikan di Kalangan Generasi Z dan Milenial sebagai Dasar Pengembangan Program Edukasi Pangan Sehat Venny Agustin; Willy Wijayanti; Ilham Wahyu Pamungkas; Abraham Horisanto; Andi Dahlan; Baihaqi Baihaqi
Jurnal Minfo Polgan Vol. 14 No. 1 (2025): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/jmp.v14i1.14925

Abstract

Ikan merupakan salah satu sumber protein utama yang memiliki kontribusi besar sebagai sumber pangan bagi masyarakat indonesia. Hal ini dikarenakan harga yang murah serta memiliki kandungan gizi yang bermanfaat bagi tubuh. Meskipun ikan memliki banyak manfaat akan tetapi berbanding terbalik dengan minat konsumsi ikan oleh masyarakat terutama Generasi Z dan Milenial yang masih cukup rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat minat konsumsi ikan pada kedua generasi tersebut sehingga dapat menjadi dasar dalam merancang program edukasi pangan sehat yang tepat sasaran. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif dengan menggunakan kuesioner terhadap 104 responden dari Generasi Z dan Milenial. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebanyak 78,8 % responden dari Generasi Z dan Milenial menyukai ikan dengan frekuensi konsumsi aktual masih rendah, yaitu sebesar 52,9% responden yang mengkonsumsi ikan 1–2 kali per minggu. Hasil penelitian juga menunjukan bahwa sebagian besar responden yang menyukai ikan didominasi Generasi Z dengan mayoritas oleh perempuan yang berstatus sebagai pekerja. Faktor penghambat utama konsumsi ikan meliputi aroma amis, kepraktisan pengolahan, dan keterbatasan informasi gizi. Di sisi lain, mayoritas responden memiliki persepsi positif terhadap nilai gizi ikan dan menunjukkan minat tinggi terhadap produk olahan ikan. Media sosial seperti Instagram dan TikTok memiliki potensi besar dalam membentuk persepsi makanan di kalangan generasi muda. Oleh karena itu, strategi edukasi yang interaktif, berbasis visual, dan sesuai dengan gaya hidup digital dinilai efektif dalam meningkatkan literasi gizi dan minat konsumsi ikan.
PREFERENSI IBU BALITA TERHADAP MAKANAN PENDAMPING ASI (MP-ASI) BERBASIS IKAN LOKAL DAN IMPOR DI KOTA PALEMBANG: KAJIAN DESKRIPTIF Venny Agustin; Willy Wijayanti; Ilham Wahyu Pamungkas; Andi Dahlan; Abraham Horisanto; Amperawan
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63071/vhfx5q76

Abstract

Pemenuhan gizi pada masa pertumbuhan anak usia 6–24 bulan merupakan periode krusial yang menentukan perkembangan fisik dan kognitif secara optimal. Ikan lokal di Kota Palembang merupakan sumber protein hewani yang mudah diperoleh, bergizi, dan relatif terjangkau. Namun demikian, sebagian ibu menunjukkan preferensi terhadap ikan impor karena dianggap lebih praktis, higienis, dan memiliki nilai gizi yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan preferensi ibu balita dalam memilih ikan lokal maupun impor sebagai bahan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI), serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pilihan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan pengumpulan data melalui kuesioner daring yang disebarkan kepada ibu balita di Kota Palembang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden (98,3%) menggunakan ikan lokal dalam penyusunan MP-ASI, sementara 68,3% responden juga menggunakan ikan impor. Faktor utama yang mendorong pemilihan ikan lokal meliputi harga yang terjangkau, ketersediaan yang mudah, serta rekomendasi tenaga kesehatan. Adapun pemilihan ikan impor didasarkan pada aspek kepraktisan dan persepsi kemudahan pengolahan. Media sosial menjadi sumber informasi utama yang memengaruhi persepsi dan keputusan ibu dalam memilih bahan pangan. Temuan ini menegaskan pentingnya edukasi gizi berbasis pangan lokal serta pengembangan produk MP-ASI berbahan ikan lokal yang lebih praktis guna meningkatkan status gizi anak dan mendukung ketahanan pangan rumah tangga. 
Akuaponik sebagai Solusi untuk Produksi Pangan Halal yang Berkelanjutan di Lahan Terbatas Septi Hermialingga; Venny Agustin; Ilham Wahyu Pamungkas; Madyasta Anggana Rarassari; Nur Hamizah Binti Maidin; Ervina Natalia Lase; Nyimas Fifi Almeizi Adhyanova; Sarfaraz Anfreli Eshan
Altifani Journal: International Journal of Community Engagement Vol. 6 No. 1 (2026): Altifani Journal: International Journal of Community Engagement
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/altifani.v6i1.1454

Abstract

Aquaponics is an innovative solution that integrates fish farming (aquaculture) and plant cultivation (hydroponics) through land and water efficiency to provide halal food at SMA Islam Al-Amalul Khair, Palembang. This community service activity aims to provide education and training on the implementation of vertical aquaponics as a sustainable food production model in a school environment. The program was implemented using a participatory approach, actively involving partners in every stage, including observation and planning, socialization, technology implementation, and evaluation. The results indicated that installing the units inside the classroom effectively enhanced learning quality, simplified operational monitoring, and minimized the risk of damage from external factors. Final evaluations through interviews and direct observations confirmed high enthusiasm and a significant increase in students' understanding of aquaponics concepts and halal food self-sufficiency. This program is expected to be a strategic step toward achieving independent food security and serving as a sustainable educational medium in an educational setting.