Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pupuk Organik Cair dari Limbah Padi Berbasis Zero Waste untuk Meningkatkan Meningkatkan Produksi Tanaman Gusnawaty H.S; Hamirul Hadini; Sri Wahyuni Basoka; Esti Agesta Nurmaida
Lebah Vol. 19 No. 5 (2026): May: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/lebah.v19i5.550

Abstract

Kegiatan ini bertujuan mengevaluasi penerapan konsep zero waste melalui pemanfaatan limbah pertanian padi menjadi pupuk organik cair (POC) dalam mendukung peningkatan kapasitas masyarakat dan keberlanjutan sistem pertanian. Kegiatan dilaksanakan di Desa Sindangkasih dengan pendekatan partisipatif yang meliputi tahapan sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan dalam pembuatan serta aplikasi POC berbahan jerami, dedak, dan sekam padi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi selama pelaksanaan kegiatan. Hasil menunjukkan bahwa kegiatan ini mampu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan limbah pertanian serta keterampilan dalam memproduksi POC secara mandiri. Tingkat partisipasi peserta dalam kegiatan praktik mencapai lebih dari 80%, yang menunjukkan tingginya keterlibatan masyarakat dalam penerapan teknologi yang diperkenalkan. Selain itu, aplikasi POC pada lahan pertanian memberikan indikasi perbaikan kondisi tanah dan pertumbuhan tanaman dibandingkan kondisi awal. Temuan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan limbah pertanian berbasis zero waste menjadi POC merupakan pendekatan yang efektif dan berkelanjutan dalam mengurangi limbah sekaligus mendukung peningkatan kualitas tanah dan produktivitas tanaman. Pendekatan ini juga berpotensi meningkatkan kemandirian masyarakat dalam menerapkan praktik pertanian ramah lingkungan
Review Artikel : Mikroba, Tanaman dan Teknologi sebagai Integrasi Bioteknologi Mikrobial dalam Pertanian Modern Sri Wahyuni Basoka; Eko Aprianto Johan; Nurchalisah Rustan M; Baihaqi Baihaqi
Jurnal Minfo Polgan Vol. 14 No. 1 (2025): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/jmp.v14i1.15137

Abstract

Pertanian modern menghadapi tantangan serius seperti penurunan kesuburan tanah, ketergantungan pada bahan kimia sintetis, dan dampak perubahan iklim terhadap produktivitas dan ketahanan pangan. Dalam upaya mencari solusi berkelanjutan, bioteknologi mikrobial muncul sebagai pendekatan potensial melalui pemanfaatan mikroorganisme yang bermanfaat dalam sistem pertanian. Mikroba seperti bakteri penambat nitrogen, pelarut fosfat, dan fungi mikoriza berperan dalam meningkatkan efisiensi pemupukan, pertumbuhan tanaman, dan kesuburan tanah. Penelitian menunjukkan bahwa kombinasi pupuk kimia dan mikroba tertentu dapat mengurangi kebutuhan input sintetis tanpa menurunkan hasil panen. Selain itu, mikroorganisme seperti Plant Growth Promoting Bacteria (PGPR) berkontribusi pada ketersediaan hara dan kesehatan tanaman. Kemajuan bioteknologi juga mempermudah proses inokulasi serta identifikasi mikroorganisme unggul yang efektif sebagai pupuk hayati. Dengan pendekatan ini, pertanian berpotensi bergerak menuju sistem yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
EDUKASI DAN PENDAMPINGAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK DARI LIMBAH DOMESTIK RUMAH TANGGA DI DESA LAMEURU KECAMATAN RANOMEETO BARAT KABUPATEN KONAWE SELATAN Eko Aprianto Johan; Rustan Ari; Herman Titop; Sri Wahyuni Basoka; Fitriah Amir
GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tunas Pembangunan Surakarta (UTP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/ganesha.v6i2.6336

Abstract

Pengelolaan limbah rumah tangga dan sisa hasil perkebunan di Desa Lameuru, Kabupaten Konawe Selatan, masih menjadi tantangan lingkungan yang belum teratasi secara optimal, sementara ketergantungan masyarakat terhadap pupuk kimia sintetis terus meningkat. Pengabdian ini bertujuan memberdayakan kelompok Dasawisma melalui pemanfaatan limbah organik menjadi Pupuk Organik Cair (POC) dan Pupuk Organik Padat (POP). Metode pelaksanaan yang digunakan meliputi sosialisasi interaktif, bimbingan teknis pembuatan pupuk, demonstrasi plot (demplot), serta pendampingan langsung dalam proses fermentasi menggunakan aktivator mikrobial. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas masyarakat yang signifikan, di mana 85% anggota kelompok Dasawisma kini mampu memproduksi POC dan POP secara mandiri. Implementasi produk organik ini berhasil mereduksi penggunaan pupuk kimia sebesar 30% pada tanaman hortikultura di pekarangan warga. Selain itu, terbentuknya struktur kelompok pengolah pupuk yang resmi menjamin keberlanjutan program produksi secara rutin setiap bulannya. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa transformasi limbah menjadi pupuk organik merupakan solusi strategis yang tidak hanya berdampak pada kelestarian ekosistem tanah, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi bagi keluarga melalui penghematan biaya input pertanian. Keberhasilan program ini menegaskan pentingnya pendekatan partisipatif berbasis komunitas dalam mewujudkan kemandirian pangan dan desa ramah lingkungan yang berkelanjutan.
Inovasi Pertanian Sirkular Zero Waste Melalui Pemanfaatan Limbah Padi Menjadi Biochar dan Pupuk Organik Terhadap Pertumbuhan Tanaman Padi (Oryza Sativa L.) Sri Wahyuni Basoka; Rachmi Hariaty Hasan; Andi Awaluddin; Minggu Lestari Ningsih; Eko Aprianto Johan
Agroteknika Vol 9 No 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v9i2.648

Abstract

Limbah padi merupakan salah satu masalah lingkungan yang krusial di sektor pertanian. Dengan meningkatnya kebutuhan produk pangan dan perhatian terhadap keberlanjutan, pengelolaan limbah padi menjadi penting untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemanfaatan limbah padi yang diolah menjadi biochar dan pupuk organik untuk meningkatkan pertumbuhan padi dalam sistem pertanian sirkular zero waste. Selain mengurangi potensi pencemaran lingkungan, manfaat penggunaan limbah padi ini adalah memberikan input pertanian bernilai tambah yang mampu memperbaiki sifat tanah serta mendukung keberlanjutan produksi pangan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima perlakuan: P0 (kontrol), P1 (20 g biochar/polybag), P2 (20 g biochar + 10 g pupuk organik/polybag), P3 (20 g biochar + 20 g pupuk organik/polybag), dan P4 (20 g pupuk organik/polybag). Pengamatan dilakukan terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, serta kandungan C-organik tanah. Hasil analisis menunjukkan pengaruh sangat nyata pada semua parameter pertumbuhan tanaman, dengan P3 (20 g biochar + 20 g pupuk organik/polybag), dan P4 (20 g pupuk organik/polybag). sebagai perlakuan terbaik, sedangkan P0 memberikan hasil terendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan limbah padi yang diolah menjadi biochar dan pupuk organik mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman padi (Oryza sativa L.), yang tercermin dari peningkatan tinggi tanaman, jumlah daun, dan jumlah anakan dibandingkan perlakuan kontrol (P0). Perlakuan kombinasi biochar dan pupuk organik pada P3 (20 g biochar + 20 g pupuk organik/polybag) memberikan hasil paling optimal dibandingkan perlakuan lainnya. Hal ini diduga karena kombinasi tersebut mampu memperbaiki kondisi media tanam menjadi lebih porus, aeratif, dan kaya unsur hara, sehingga mendukung penyerapan nutrisi dan pertumbuhan tanaman secara lebih baik.