Limbah padi merupakan salah satu masalah lingkungan yang krusial di sektor pertanian. Dengan meningkatnya kebutuhan produk pangan dan perhatian terhadap keberlanjutan, pengelolaan limbah padi menjadi penting untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemanfaatan limbah padi yang diolah menjadi biochar dan pupuk organik untuk meningkatkan pertumbuhan padi dalam sistem pertanian sirkular zero waste. Selain mengurangi potensi pencemaran lingkungan, manfaat penggunaan limbah padi ini adalah memberikan input pertanian bernilai tambah yang mampu memperbaiki sifat tanah serta mendukung keberlanjutan produksi pangan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima perlakuan: P0 (kontrol), P1 (20 g biochar/polybag), P2 (20 g biochar + 10 g pupuk organik/polybag), P3 (20 g biochar + 20 g pupuk organik/polybag), dan P4 (20 g pupuk organik/polybag). Pengamatan dilakukan terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, serta kandungan C-organik tanah. Hasil analisis menunjukkan pengaruh sangat nyata pada semua parameter pertumbuhan tanaman, dengan P3 (20 g biochar + 20 g pupuk organik/polybag), dan P4 (20 g pupuk organik/polybag). sebagai perlakuan terbaik, sedangkan P0 memberikan hasil terendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan limbah padi yang diolah menjadi biochar dan pupuk organik mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman padi (Oryza sativa L.), yang tercermin dari peningkatan tinggi tanaman, jumlah daun, dan jumlah anakan dibandingkan perlakuan kontrol (P0). Perlakuan kombinasi biochar dan pupuk organik pada P3 (20 g biochar + 20 g pupuk organik/polybag) memberikan hasil paling optimal dibandingkan perlakuan lainnya. Hal ini diduga karena kombinasi tersebut mampu memperbaiki kondisi media tanam menjadi lebih porus, aeratif, dan kaya unsur hara, sehingga mendukung penyerapan nutrisi dan pertumbuhan tanaman secara lebih baik.