Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Pembentukan Sludge Granular dari Lumpur Anaerobik Pengolahan Limbah di Effluent Treatment Plant PT XYZ Rhenny Ratnawati; Dewi Agustin; Shinfi Wazna Auvaria; Vera Arida
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 25 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v25i2.395

Abstract

Limbah cair dari proses produksi minyak sawit mengandung bahan organik yang tinggi sehingga pengolahan yang tepat untuk menghilangkan bahan organik adalah dengan proses anaerobik. Di PT XYZ pada proses anaerobik digunakan beberapa jenis reaktor, diantaranya Upflow Anaerobic Sludge Blanket (UASB), Expanded Granular Sludge Blanket (EGSB), Internal Circulation (IC) Tank, dan Super Internal Circulation Tank. Bakteri yang digunakan umumnya berbentuk granular yang lebih cepat mengendap, tetapi pada kondisi lapangan bakteri yang digunakan untuk UASB adalah sludge powdering dimana cenderung washing out. Hal tersebut dapat menurunkan efisiensi pengolahan air limbah. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pembentukan sludge granular dari sludge powdering pada reaktor UASB. Metode yang digunakan adalah eksperimental menggunakan reaktor dari gelas beker dengan pengoperasian selama 6 minggu. Digunakan prinsip koagulasi flokulasi dengan penambahan urea 0,3 gr/L/hr sebagai nutrisi bagi bakteri dan FeCl3 sebagai bahan pengikat. Tahapan penelitian ini diantaranya pengambilan sampel, operasi reaktor, pengamatan, dan pemberian perlakuan kemudian analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reaktor UASB tidak terbentuk sludge granular, karena sludge yang dihasilkan berbentuk flok halus. Penambahan bahan FeCl3 dan urea membuat nilai pH reaktor naik turun dan cenderung basa mengakibatkan terciptanya kondisi yang tidak optimal bagi aktivitas bakteri pembentuk granular. Sehingga belum didapatkan sludge granular dari percobaan menggunakan sludge powdering UASB dengan reaktor gelas beker.
Pengolahan Tanah Tercemar Logam Tembaga Menggunakan Tanaman Lidah Mertua (Sansevieria Trifasciata) Rhenny Ratnawati; Eva Agustina
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencemaran logam berat pada media tanah merupakan salah satu masalah lingkungan yang dapat menurunkan kualitas lahan dan mengganggu keseimbangan ekosistem. Logam tembaga (Cu) merupakan salah satu kontaminan yang umum ditemukan dan berpotensi toksik pada konsentrasi tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan tanaman lidah mertua (Sansevieria trifasciata) dalam menurunkan konsentrasi Cu pada tanah melalui metode fitoremediasi. Metode penelitian meliputi proses aklimatisasi tanaman selama satu minggu, dilanjutkan uji range finding test (RFT) untuk menentukan konsentrasi Cu yang masih dapat ditoleransi tanaman. Tanah sebanyak 2 kg dicampur dengan larutan Cu hingga mencapai konsentrasi awal 6.250 mg/kg. Tanaman kemudian ditanam pada media tersebut dan proses fitoremediasi berlangsung selama empat minggu. Pengambilan sampel tanah dan tanaman dilakukan pada minggu ke-4, kemudian dianalisis menggunakan Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS) untuk mengetahui kadar Cu. Hasil analisis menunjukkan bahwa tanaman lidah mertua mampu menurunkan konsentrasi Cu secara signifikan, dari 10.019,7 mg/kg menjadi 1.022 mg/kg. Efektivitas penyisihan mencapai 89,99%, menunjukkan bahwa mekanisme fitoremediasi melalui proses akumulasi logam dan dukungan aktivitas mikroorganisme pada rizosfer berjalan optimal. Dengan demikian, tanaman lidah mertua berpotensi besar digunakan sebagai agen fitoremediasi dalam menurunkan pencemaran logam Cu pada tanah. Penelitian ini memberikan gambaran bahwa fitoremediasi merupakan metode yang efektif, murah, dan ramah lingkungan untuk perbaikan kualitas tanah tercemar.
EVALUASI KUALITATIF OPERASIONAL DAN PEMELIHARAAN INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) DI RUMAH SAKIT X Danang Juniztyo Sularto; Widya Nilandita; Shinfi Wazna Auvaria; Rhenny Ratnawati
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 9, No 2 (2025): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v9i2.22469

Abstract

Rumah sakit menghasilkan limbah padat, cair, dan gas yang berpotensi mengandung mikroorganisme penyebab penyakit, bersifat infeksius, serta mengandung bahan kimia berbahaya maupun zat radioaktif dalam kadar kecil yang berdampak negatif terhadap kesehatan manusia dan lingkungan. Pengolahan limbah berperan penting dalam mengurangi sifat berbahaya serta memastikan kualitasnya sesuai standar sebelum dibuang ke lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi sistem operasional serta pemeliharaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Rumah Sakit X, berdasarkan Buku 3 Pedoman SOP UPTD Pengelola Air Limbah Domestik Tahun 2018 dan Peraturan Gubernur Jawa Timur No. 72 Tahun 2013. Metode yang digunakan adalah dengan cara melakukan observasi, wawancara dengan pengawas operator dan juga melakukan dokumentasi unit pengolahan di IPAL. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sistem pengolahan limbah telah berjalan sesuai prosedur, di mana efisiensi penyisihan parameter pencemar untuk kadar BOD, COD, TSS, dan mikroorganisme patogen memenuhi baku mutu. Pengelolaan IPAL secara rutin dan pencatatan parameter harian juga telah dilakukan dengan baik. Kesimpulannya, hasil evaluasi menunjukkan bahwa tingkat kesesuaian operasional IPAL terhadap Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 72 Tahun 2013 mencapai 100%. Berdasarkan dengan Buku 3 SOP Aset Operasi UPTD, tingkat kesesuaian operasional tercatat sebesar 93,3% dengan 28 dari 30 parameter terpenuhi, sedangkan tingkat kesesuaian pemeliharaan sebesar 89,65% dengan 26 dari 29 parameter terpenuhi.