Meya Amelia
Universitas Negeri Medan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Model Pendataan Berbasis Nilai Kemanusiaan Untuk Menentukan Penerima Bansos Di Tingkat Kelurahan Dea Anis Lathifah; Parlaungan Gabriel Siahaan; Ricci Oktaviani Pinem; Malona L Siregar; Meya Amelia; Chaterine Isabel Hasian Lumbantoruan; Salsabila Siregar
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.18791

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan model pendataan penerima bantuan sosial (bansos) berbasis nilai kemanusiaan di tingkat kelurahan. Latar belakang masalah berakar pada dominasi pendekatan administratif dan kuantitatif yang belum mampu merepresentasikan kondisi sosial riil masyarakat secara menyeluruh. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian dilaksanakan di Kelurahan Tegal Sari Mandala II, Kota Medan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme penentuan penerima manfaat saat ini masih sangat bergantung pada indikator kaku Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) tanpa adanya pembaruan berkala maupun observasi langsung di lapangan. Dampaknya, penyaluran bantuan rentan mengalami ketidaktepatan sasaran. Kendati keterlibatan perangkat lingkungan dan fungsi pengaduan sudah berjalan, sifatnya masih cenderung pasif. Studi ini menyimpulkan bahwa penguatan nilai kemanusiaan perlu diwujudkan melalui pergeseran model administratif pasif ke arah yang lebih proaktif dan partisipatif. Kelurahan direkomendasikan untuk menginisiasi pemutakhiran berkala, verifikasi faktual terpadu, serta membuka ruang musyawarah warga guna melahirkan distribusi bantuan sosial yang transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.
Janji Bayar Nanti : Tinjauan Hukum Perdata Terhadap Wanprestasi Utang Piutang Di Kalangan Mahasiswa Unimed Agnes Olivia Sitompul; Devina Joy Septina Pakpahan; Eva Nurul Huda; Gloria Tampubolon; Kristin Manalu; Meya Amelia; Natassya Handayani; Rista Novita Sari Perangin-Angin; Sri Hadiningrum
Journal of Citizenship Volume 5, Issue 2, 2026
Publisher : HK Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/joc.v5i2.745

Abstract

Praktik utang piutang sering terjadi di kalangan mahasiswa untuk memenuhi berbagai kebutuhan, namun tidak jarang menimbulkan wanprestasi yang berdampak pada hubungan sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk wanprestasi, faktor penyebabnya, dan tinjauannya berdasarkan hukum perdata. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk wanprestasi yang paling sering terjadi adalah keterlambatan pembayaran, tidak adanya kepastian pelunasan, dan penghindaran komunikasi saat dilakukan penagihan. Faktor penyebabnya meliputi kondisi ekonomi yang belum stabil, gaya hidup konsumtif, rendahnya tanggung jawab pribadi, serta pengaruh layanan paylater dan pinjaman online. Berdasarkan hukum perdata, perjanjian utang piutang secara lisan tetap dianggap sah apabila memenuhi syarat perjanjian, sedangkan pelanggaran terhadap kewajiban yang telah disepakati dapat dikategorikan sebagai wanprestasi. Fenomena ini tidak hanya menimbulkan kerugian materi, tetapi juga menurunkan kepercayaan dan mengganggu hubungan pertemanan antarmahasiswa. Kata Kunci: Wanprestasi, Utang Piutang, Mahasiswa, Hukum Perdata.