Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Model Pembiayaan Pendidikan Islam Berlapis Melalui Integrasi ZIS dan Wakaf Produktif Fadhli Arsil; Ahmad Suryadi; Kosasih Ali Abu Bakar; Nasuhi Nasuhi
Al-Wasathiyah: Journal of Islamic Studies Vol. 5 No. 1 (2026): Al-Wasathiyah: Journal of Islamic Studies
Publisher : Ikatan Da'i Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56672/601

Abstract

This study aims to reconstruct a sustainable financing model for Islamic educational institutions through the integration of zakat, infaq, sadaqah, and productive waqf. This study is motivated by limited educational financing, Islamic educational institutions’ dependence on routine funding sources, and the substantial potential of ZIS and waqf that has not yet been fully managed in a productive and strategic manner. The study employed a Systematic Integrative Literature Review approach by examining peer-reviewed journal articles published between 2020 and 2026, along with contextual sources from official institutions. The analysis was conducted through descriptive mapping, thematic synthesis, and conceptual model reconstruction. The findings reveal that ZIS and waqf possess different characteristics, functions, and financing horizons, yet they can be strategically integrated without combining their respective contracts and designated purposes. ZIS primarily serves as protective financing to expand educational access and safeguard vulnerable students, while productive waqf functions to establish long-term financing sources through assets, endowment funds, business units, and Sharia-compliant investments. This study proposes a Layered Islamic Education Financing Model consisting of protective financing, developmental financing, and productive financing. These three layers are supported by Sharia compliance, professionalism, transparency, accountability, digitalization, risk management, stakeholder collaboration, and impact measurement. The findings affirm that the financial independence of Islamic educational institutions is determined not merely by the amount of available funding, but also by an integrated, productive, and strategically governed financing system oriented toward educational access, quality, and institutional sustainability.
Desain Organisasi Pendidikan Islam dalam Mengelola Keberagaman SDM Profesional Muhamad Faizin; Baenuri Baenuri; Nasuhi Nasuhi; Ahmad Subagyo
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v5i1.1015

Abstract

Lembaga pendidikan Islam pada era kontemporer menghadapi tantangan kompleks yang berkaitan dengan tuntutan profesionalisme, akuntabilitas publik, serta keberagaman latar belakang profesional sumber daya manusia (SDM). Dalam praktiknya, keberagaman profesional SDM sering kali belum dikelola secara optimal karena desain organisasi yang masih bersifat administratif dan kurang adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis desain organisasi lembaga pendidikan Islam sebagai instrumen strategis dalam mengelola keberagaman profesional SDM secara efektif dan bernilai Islami. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) melalui analisis kritis terhadap literatur manajemen organisasi, manajemen sumber daya manusia, serta kajian manajemen pendidikan Islam. Data dianalisis secara tematik melalui tahapan reduksi, kategorisasi, dan sintesis konseptual. Hasil kajian menunjukkan bahwa desain organisasi yang jelas, adaptif, dan berbasis kompetensi mampu mengoptimalkan keberagaman profesional SDM sebagai modal strategis kelembagaan. Integrasi nilai-nilai Islam, seperti amanah, keadilan, musyawarah, dan ihsan, ke dalam struktur, sistem kerja, dan budaya organisasi terbukti memperkuat profesionalisme SDM, kohesi organisasi, serta kinerja lembaga pendidikan Islam. Penelitian ini menegaskan bahwa keberagaman profesional SDM bukan merupakan hambatan struktural, melainkan potensi strategis yang dapat meningkatkan mutu, daya saing, dan keberlanjutan lembaga pendidikan Islam apabila dikelola melalui desain organisasi yang tepat.