Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PEMBERIAN ASI DAN MP-ASI PADA BALITA STUNTING USIA 24-59 BULAN Neng Fitri; Didah Didah; Puspa Sari; Sri Astuti; Sefita Aryuti Nirmala
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 7, No 1 (2021): Volume 7,Nomor 1,Januari 2021
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v7i1.3096

Abstract

ABSTRACT DESCRIPTION OF MOTHER'S KNOWLEDGE SUPPLYING ASI AND MP-ASI FOR STUNTING CHILDREN AGE 24-59 MONTHS. Background: Stunting is the impaired growth and development that children experience from poor nutrition, repeated infection, and inadequate psychosocial stimulation. Stunting cause barriers to growth and development in children. One of the factors associated with stunting is food intake. National prevalence data shows that of 34 provinces in Indonesia there are 20 provinces with 100 districts with stunting prevalence above the average national prevalence. Sumedang has a stunting prevalence of 41.08% and is included in the 100 districts that have the highest stunting rate in Indonesia which is the focus of the government of 10 villages in Sumedang, including Cijeruk Village.Purpose: This research aim to  determine the description of maternal knowledge about the history of breastfeeding and breastfeeding in stunting toddlers aged 24-59 months, in the village of Cijeruk, Pamovery District, Sumedang Regency.Methods: This research used to descriptive method with cross sectional approach. Sampling in this study using total sampling. The sample size in this study were 56 toddlers aged 24-59 months of Stunting in Cijeruk Village. Knowledge data was divided into 2 groups, namely knowledge about breastfeeding and supplementary feeding. Data was obtained through a questionnaire filled in by the mother. Results: The results of this research is showed that the mother's knowledge about breastfeeding in stunting toddlers had good knowledge (16,0%),sufficient knowledge (75%), lack of knowledge (8,94%) the mother's knowledge about giving MPASI to stunting toddlers had good knowledge (30,35%) sufficient knowledge (60.71%) lack knowledge (8,94%). Conclusion: The mother's knowledge of breastfeeding and complementary foods in stunting toddlers has sufficient knowledge.Suggestion It is hoped that more strengthening counseling in complementary feeding of breastfeeding should emphasize more on adequate nutrition and protein intake by utilizing existing natural resources and strengthening the importance of growth and development checks and nutritional counseling for pregnant women so that postpartum provide exclusive breastfeeding for up to 6 months.  Keywords:  Knowledge,mother, Breastfeeding, Complementary Foods, Toddler, Stunting. Latar Belakang: Data prevalensi nasional menunjukan bahwa dari 34 provinsi di Indonesia terdapat 20 Provinsi 100 Kabupaten dengan prevalensi stunting di atas rata-rata prevalensi nasional. Sumedang memiliki prevalensi stunting sebesar 41,08% dan termasuk dalam 100 kabupaten yang memiliki angka stunting tertinggi di Indonesia yang menjadi fokus pemerintah 10 Desa di Sumedang,  Termasuk Desa Cijeruk sebanyak 22,2%. Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang dialami anak-anak dari gizi buruk, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak memadai. Stunting dapat menyebabkan hambatan pertumbuhan dan perkembangan pada balita. Salah satu faktor yang berkaitan dengan stunting adalah asupan makanan berupa pemberian ASI dan pemberian MP-ASI mulai dari menentukan,memilih,mengolah sampai dengan menyajikan menu gizi sehari-hari sesuai dengan kebutuhan dan usianya. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk  mengetahui gambaran pengetahuan ibu tentang pemberian ASI dan MPASI pada balita stunting usia 24-59 bulan, di Desa Cijeruk Kecamatan Pamulihan Kabupaten Sumedang.Metode: Penelitian ini menggunakan metode Deskriptif dengan pendekatan Cross sectional. Teknik Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan total sampling. Besar sampel dalam penelitian ini sebanyak 56 orang balita usia 24-59 bulan Stunting di Desa Cijeruk Yang telah memenuhi kriteria inklusi.Instrumen  Pengumpulan data menggunakan kuesioner, data dianalisis menggunakan univariat dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Data pengetahuan dibedakan menjadi 2, yaitu pengetahuan pemberian ASI dan pengetahuan pemberian MP-ASI. Data diperoleh melalui kuesioner yang diisi sendiri oleh ibu.Hasil: bahwa pengetahuan ibu tentang pemberian ASI pada balita stunting memiliki pengetahuan yang baik (16,06%)  cukup (75%)  kurang (8,94%) dan pengetahuan ibu tentang pemberian MPASI pada balita stunting memiliki pengetahuan yang baik (30,35%) cukup (60,71%) kurang (8,94%).Kesimpulan: Pada penelitian ini pengetahuan ibu tentang pemberian ASI dan pengetahuan MP-ASI pada balita stunting mayoritas memiliki kategori pengetahuan cukup.Saran Diharapkan lebih menguatkan konseling dalam pemberian makanan pendamping ASI harus lebih ditekankan lagi dalam asupan nutrisi dan protein yang cukup dengan mamanfaatkan sumber daya alam yang ada dan penguatan pentingnya pemeriksaan tumbuh kembang dan konseling gizi ibu hamil agar pascapersalinan memberikan ASI Ekslusif  hingga 6 bulan. Kata Kunci: Pengetahuan, Ibu, ASI, MPASI, Balita, Stunting.
Pengetahuan dan Sikap Orang Tua Terkait Tuberkulosis Anak di RSUD Bhakti Dharma Husada Kota Surabaya Septiani Sri Kusuma Astuti; Windy Rakhmawati; Sri Hendrawati; Nenden Nur Asriyani Maryam
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 6 (2023): Volume 5 Nomor 6 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i6.8784

Abstract

ABSTRACT Children have higher potential for contracting tuberculosis due to their immature immunology. Knowledge and attitudes of parents towards childhood tuberculosis are important as an effort to optimally prevent and treat childhood TB. This study aims to describe parents’ knowledge and attitudes towards childhood TB during COVID-19 Pandemic in RSUD Bhakti Dharma Husada Surabaya. A retrospective descriptive quantitative study design was used. Purposive sampling was used with total 38 parents of childhood TB (aged 1-14 years old), Surabaya local citizen, and visited RSUD Bhakti Dharma Husada from January 2020 to July 2022 recruited as study participant. Descriptive statistics were used to analyzed data. Results showed 55.2% of respondents had good knowledge of childhood TB and considered TB as a very serious disease (76.3%). Respondent stated that they believe their children has the same potential to contract tuberculosis (92,1%) yet still felt shocked (65.8%), scared (50%), sad and hopeless ( 47.3%) when knowing their child diagnosis. Study showed less significant percentage of good and poor knowledge about tuberculosis. However, respondents already have good attitudes towards tuberculosis that can have a positive impact on child treatment. Health promotion and counseling by health workers is influential to control the infection. Keywords: Attitude, Children, Knowledge, Tuberculosis  ABSTRAK Anak-anak berpotensi lebih tinggi tertular tuberkulosis berkaitan dengan imunologinya yang belum matang. Pengetahuan dan sikap, dan perilaku pencarian pengobatan orang tua penting sebagai upaya pencegahan dan pengobatan TB anak secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap orang tua terhadap TB anak di RSUD Bhakti Dharma Husada Surabaya. Penelitian ini merupakan studi deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif. Teknik sampling yang digunakan adalah Purposive Sampling. Populasi pada penelitian ini adalah 38 orang tua pasien TB anak (usia 0 – 14 tahun) yang berobat di poli anak RSUD Bhakti Dharma Husada pada rentang Januari 2020-Juli 2022, serta berdomisili di Kota Surabaya. Analisis data pada penelitian ini menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan 55,2% responden memiliki pengetahuan yang baik tentang TB anak dan menganggap TB sebagai penyakit yang sangat serius (76,3%). 92,1% responden menyatakan percaya bahwa anaknya memiliki potensi yang sama untuk tertular tuberkulosis. Responden menyatakan merasa kaget (65,8%), takut (50%), sedih dan putus asa (47,3%) saat mengetahui diagnosis anaknya. Studi menunjukkan persentase pengetahuan baik dan buruk tentang tuberkulosis kurang signifikan. Namun responden sudah memiliki sikap yang baik terhadap penyakit tuberkulosis sehingga dapat berdampak positif terhadap pengobatan anak. Promosi kesehatan dan konseling oleh petugas kesehatan diperlukan sebagai langkah pengendalian infeksi. Kata Kunci: Anak, Pengetahuan, Perilaku, Tuberkulosis 
Pengaruh motivasi terhadap perilaku knowledge sharing pegawai di Badan Pusat Statistik wilayah Sulawesi Tengah Sri Astuti; Tine Silvana Rachmawati; Agus Rusmana
Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol 19 No 1 (2023): June
Publisher : Perpustakaan Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bip.v19i1.5828

Abstract

Introduction. The insufficient level of understanding of statistical indicators is indicated by the low level of knowledge sharing culture among BPS employees in the Central Sulawesi region. In this case, BPS needs to encourage the employees to participate in knowledge sharing activities. Individual's willingness to share knowledge can be influenced by several factors, one of them is motivation. The main objective of this paper is to understand the influence of motivation to employee’s knowledge sharing activities in BPS. A conceptual model is designed based on the Theory of Reasoned Action (TRA). Data Collection Methods. A quantitative-explanatory research method was applied including literature study, data collection, and data analysis. Data Analysis. The study used the structural equation modeling-partial least squares (SEM-PLS) analysis method with a sample of 174 samples. Results and Discussion. Motivation has a positive-significant effect (p-value <0.05) on attitudes (β = 0.713) and employee intentions (β = 0.218). This has implications for employee knowledge sharing behavior (β = 0.758). Motivation and attitude can predict the intention by 42.7%, meanwhile, the intention can predict behavior by 57.5%. Conclusion. To predict the knowledge-sharing behavior of employees, a sufficient motivation is needed to develop positive attitudes and strong intentions in each employee.
Penerapan Spiritual Emotional Freedom Technique dalam Menurunkan Tingkat Depresi, Kecemasan, dan Ansietas pada Pasien HIV Stadium 4: Case Report Septiani Sri Kusuma Astuti; Dyah Setyorini; Hana Rizmadewi Agustina
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 12 (2024): Volume 6 Nomor 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i12.15381

Abstract

ABSTRACT HIV/AIDS is a disease that is included in the category of terminal disease and is a source of stress for its sufferers (PLWHA). Women with HIV facing lots of stressors that make them more vulnerable to the psychological impacts of HIV infection. To reduce the negative impact of stressors on PLWHA, SEFT is used to help patients reduce their level of depression, anxiety, or stress. The aim of this case report is to describe psychological problems and the benefits of SEFT therapy as an intervention for patients with HIV.  This is a case report research design. The sample in this study were PLWHA who were hospitalized at RSUD Sumedang. Data collection was carried out by interviews, observation, and documentation studies. SEFT therapy carried out by nurses in conjunction with pharmacological intervention in hospitals has a tendency to help reduce the patient's depression and anxiety scale from very severe to severe and the depression scale from moderate to normal mood category. SEFT therapy which combines the body's energy system and spirituality in this study can be used as a complement of pharmacological interventions in patients with HIV in reducing their levels of depression, anxiety and stress. Keywords: Anxiety, Depression, HIV/AIDS, SEFT, Stress.  ABSTRAK HIV/AIDS merupakan salah satu penyakit yang termasuk dalam kategori mematikan dan menjadi sumber stres bagi penderitanya (ODHA). Perempuan dengan HIV menghadapi banyak stresor yang membuatnya lebih rentan terhadap dampak psikologis infeksi HIV. Untuk mengurangi dampak negatif stresor pada ODHA tersebut, SEFT digunakan untuk membantu pasien menurunkan tingkat depresi, ansietas, dan stresnya. Tujuan laporan kasus ini adalah mendeskripsikan permasalahan psikologis dan manfaat terapi SEFT sebagai salah satu implementasi pada pasien penderita HIV.  Metode penulisan yang digunakan pada artikel ini adalah rancangan penelitian case report. Sampel pada penelitian ini ODHA yang menjalani rawat inap di RSUD Sumedang. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Terapi SEFT yang dilakukan oleh perawat seiringan dengan intervensi farmakologis di rumah sakit memiliki kecenderungan dalam membantu menurunkan skala depresi dan kecemasan pasien dari sangat berat menjadi berat dan skala depresi dari sedang menjadi kategori mood wajar. Terapi SEFT yang menggabungkan sistem energi tubuh dan spiritualitas pada penelitian ini dapat digunakan untuk melengkapi intervensi farmakologis pada pasien dengan HIV dalam menurunkan tingkat depresi, kecemasan, dan stres yang dialami. Kata Kunci: Depresi, HIV/AIDS, Kecemasan, SEFT, Stres