Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hubungan Penggunaan Media Busy Board dengan Kemampuan Berpikir Kritis Anak Usia Dini Rahmi Wardah Ningsih; Niken Farida; Hilma Mithalia Shalihat; Zhilla Rahim; Sri Wahyuni
BUHUTS AL ATHFAL: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/alathfal.v6i1.19954

Abstract

Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu keterampilan abad ke-21 yang perlu dikembangkan sejak usia dini, namun pengembangannya masih menghadapi kendala berupa penggunaan media pembelajaran yang kurang variatif dan pembelajaran yang masih berpusat pada guru. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penggunaan media busy board terhadap kemampuan berpikir kritis anak usia dini usia 5–6 tahun. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experimental research dan desain One Group Pretest–Posttest Design. Sampel penelitian diperoleh melalui teknik purposive sampling pada tiga lembaga TK/RA di Desa Sidodadi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar observasi kemampuan berpikir kritis anak yang mencakup kemampuan mengamati, menganalisis, membuat hipotesis, menyimpulkan, dan mengomunikasikan ide. Data dianalisis menggunakan uji normalitas dan paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis anak meningkat setelah penggunaan media busy board, ditandai dengan meningkatnya kategori Berkembang Sangat Baik (BSB) dan menurunnya kategori Mulai Berkembang (MB). Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi 0,000 0,05 yang menunjukkan bahwa media busy board berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis anak usia dini. Dengan demikian, media busy board dapat menjadi alternatif media pembelajaran inovatif untuk menstimulasi kemampuan berpikir kritis anak usia dini melalui aktivitas belajar yang interaktif dan eksploratif.
Hubungan Penggunaan Media Busy Board dengan Kemampuan Berpikir Kritis Anak Usia Dini Rahmi Wardah Ningsih; Niken Farida; Hilma Mithalia Shalihat; Zhilla Rahim; Sri Wahyuni
BUHUTS AL ATHFAL: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/alathfal.v6i1.19954

Abstract

Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu keterampilan abad ke-21 yang perlu dikembangkan sejak usia dini, namun pengembangannya masih menghadapi kendala berupa penggunaan media pembelajaran yang kurang variatif dan pembelajaran yang masih berpusat pada guru. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penggunaan media busy board terhadap kemampuan berpikir kritis anak usia dini usia 5–6 tahun. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experimental research dan desain One Group Pretest–Posttest Design. Sampel penelitian diperoleh melalui teknik purposive sampling pada tiga lembaga TK/RA di Desa Sidodadi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar observasi kemampuan berpikir kritis anak yang mencakup kemampuan mengamati, menganalisis, membuat hipotesis, menyimpulkan, dan mengomunikasikan ide. Data dianalisis menggunakan uji normalitas dan paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis anak meningkat setelah penggunaan media busy board, ditandai dengan meningkatnya kategori Berkembang Sangat Baik (BSB) dan menurunnya kategori Mulai Berkembang (MB). Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi 0,000 0,05 yang menunjukkan bahwa media busy board berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis anak usia dini. Dengan demikian, media busy board dapat menjadi alternatif media pembelajaran inovatif untuk menstimulasi kemampuan berpikir kritis anak usia dini melalui aktivitas belajar yang interaktif dan eksploratif.
FATHERLESS DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENGASUHAN ANAK USIA DINI: PERSPEKTIF PERKEMBANGAN HOLISTIK Zhilla Rahim; Rahmatul Ulya; Winda Aminah Hasibuan; Sri Wahyuni
Nunchi : Islamic Parenting Journal Vol 4, No 1 (2026): Nunchi: Islamic Parenting Journal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ipj.v4i1.25866

Abstract

Fenomena fatherless atau ketidakhadiran sosok ayah dalam pengasuhan telah menjadi isu krusial yang mengancam tumbuh kembang anak di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur (literature review) dengan mengumpulkan, menyaring, dan menganalisis data sekunder dari artikel ilmiah nasional maupun internasional serta laporan resmi lembaga terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa absennya peran ayah memicu hambatan kognitif berupa lemahnya logika dasar, kerapuhan regulasi emosi, serta peningkatan risiko obesitas akibat kurangnya aktivitas motorik dinamis. Di bawah kacamata teori ekologi perkembangan, tantangan ini semakin kompleks di area urban karena melonggarnya sistem pendukung komunal (alloparenting). Oleh karena itu, diperlukan rekonstruksi lingkungan belajar di lembaga PAUD melalui penyediaan permainan fisik adaptif serta penguatan jaringan sosial masyarakat untuk memitigasi defisit stimulasi, guna menjamin pemenuhan hak tumbuh kembang anak secara optimal.
REFLEKSI REMAJA AKHIR TERHADAP PENGALAMAN MASA KANAK-KANAK AKHIR USIA 6–12 TAHUN DALAM TAHAP PERKEMBANGAN INDUSTRI VS INFERIORITAS Maulida Shanti Yusuf; Zhilla Rahim; Dewi Yunisari; Dina Amalia
Nunchi : Islamic Parenting Journal Vol 4, No 1 (2026): Nunchi: Islamic Parenting Journal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ipj.v4i1.25867

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali refleksi enam remaja akhir (usia 18–19 tahun) terhadap pengalaman masa kanak-kanak akhir mereka (usia 6–12 tahun), dalam konteks tahap perkembangan psikososial Industry vs. Inferiority menurut teori Erik Erikson. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam, penelitian ini mengungkap bahwa pengalaman mendapatkan dukungan, pengakuan, serta pencapaian pada masa kanak-kanak memiliki keterkaitan yang erat dengan tingkat kepercayaan diri dan persepsi terhadap kompetensi pribadi di akhir masa remaja. Sebaliknya, pengalaman kegagalan yang berulang serta kritik tanpa dukungan konstruktif berkontribusi pada terbentuknya rasa rendah diri yang terus memengaruhi pandangan individu terhadap diri mereka sendiri. Temuan ini menyoroti pentingnya peran lingkungan, termasuk orang tua, guru, dan teman sebaya, dalam membentuk konsep diri dan rasa kompetensi sejak usia dini. Lingkungan yang suportif dapat menumbuhkan rasa percaya diri dan mendorong perkembangan psikologis yang sehat, sementara lingkungan yang kurang mendukung berpotensi membentuk pola ketidakpercayaan diri yang persisten. Meski demikian, dukungan sosial yang hadir di kemudian hari dapat berperan sebagai faktor protektif yang membantu memulihkan dan memperkuat kembali rasa percaya diri individu.