This Author published in this journals
All Journal Education Curiosity
M Yunus Abu Bakar
Universitas Islam Negeri Sunan Ampel, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Hakikat Manusia, Ilmu, Pendidikan, Dan Alam Semesta Dalam Perspektif Filsafat Pendidikan Islam Syifak Muhammad Abdul Rosyid; Syafina Aulia Alfarizkyl; Faizatur Rahmawati; M Yunus Abu Bakar
EduCurio: Education Curiosity Vol 4 No 3 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v4i3.2110

Abstract

Artikel ini membahas hakikat manusia, ilmu, pendidikan, dan keteraturan alam semesta dalam perspektif Islam. Manusia dipandang sebagai makhluk multidimensional yang terdiri atas fitrah, jasad, akal, dan ruh, yang ke-semuanya harus dikembangkan melalui pendidikan Islam. Ilmu dalam Islam tidak hanya bersifat empiris, tetapi juga transendental, bersumber dari Allah SWT, dan berfungsi sebagai sarana ibadah. Pendidikan Islam dipahami sebagai proses pengembangan potensi manusia secara komprehensif dan bertahap, dengan tujuan membentuk kepribadian muslim yang berakhlak mulia. Alam semesta dalam Islam dipandang sebagai ciptaan Allah yang teratur, memiliki tujuan, dan menjadi tanda kekuasaan-Nya. Dengan demikian, pendidikan Islam menegaskan integrasi antara iman, ilmu, dan amal dalam membentuk manusia sebagai hamba dan khalifah di muka bumi.
Transformasi Pendidikan Islam di Indonesia: Dari Sistem Pesantren Tradisional menuju Era Modernisasi Yuridan Syauqi; Elma Syifa’; Rifa Nurafila; M Yunus Abu Bakar
EduCurio: Education Curiosity Vol 4 No 3 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v4i3.2111

Abstract

Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia yang berkembang dalam dua model utama: pesantren salafi dan pesantren modern. Keduanya memiliki karakteristik sistem kurikulum, filosofi pendidikan, serta respons terhadap kebijakan pendidikan nasional yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan dinamika kedua sistem pesantren tersebut dalam perspektif kebijakan pendidikan Islam di Indonesia. Menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif berbasis studi literatur dan analisis kebijakan, artikel ini mengkaji secara kritis perbedaan dan persamaan antara keduanya. Hasil kajian menunjukkan bahwa pesantren salafi unggul dalam pelestarian tradisi keilmuan klasik dan penanaman nilai-nilai keagamaan yang kuat, namun kurang responsif terhadap tuntutan sistem pendidikan nasional. Sebaliknya, pesantren modern cenderung lebih adaptif terhadap kurikulum nasional dan kebutuhan zaman, namun berisiko mengalami degradasi identitas keilmuan pesantren. Keduanya memiliki tantangan dalam hal integrasi sistemik dengan kebijakan pendidikan nasional yang berlaku. Oleh karena itu, artikel ini merekomendasikan perlunya model kebijakan pendidikan Islam yang lebih integratif dan kontekstual, yang dapat mengakomodasi kekhasan masing-masing model pesantren dalam kerangka sistem pendidikan nasional. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap arah reformasi pendidikan Islam yang lebih inklusif, adil, dan berkelanjutan.
Dinamika Pendidikan Islam Kontemporer: Menjawab Tantangan Globalisasi dan Sekularisme M Yunus Abu Bakar; Ilda Almaaidah; Salsabila Putri Desinta; Rifa Nur Afila
EduCurio: Education Curiosity Vol 4 No 3 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v4i3.2124

Abstract

Pendidikan Islam saat ini berada pada persimpangan jalan yang krusial akibat pengaruh masif globalisasi dan arus sekularisme. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis dinamika pendidikan Islam kontemporer dalam merespons tantangan tersebut serta merumuskan strategi adaptif guna mempertahankan relevansi nilai-nilai religius di era modern. Dengan menggunakan metode studi pustaka (literary research), penelitian ini mengidentifikasi bahwa tantangan utama yang dihadapi mencakup dikotomi keilmuan, krisis moralitas, dan tekanan untuk melakukan modernisasi tanpa kehilangan identitas spiritual. Temuan menunjukkan perlunya integrasi kurikulum antara ilmu umum dan ilmu agama (transdisipliner), penguatan literasi digital berbasis etika Islam, dan revitalisasi peran institusi pendidikan sebagai benteng moral. Artikel ini menyimpulkan bahwa pendidikan Islam harus bersifat dinamis dan terbuka terhadap kemajuan teknologi, namun tetap berpegang teguh pada prinsip tauhid untuk mencetak generasi yang kompeten secara global sekaligus berkarakter islami
Relevansi Sejarah Pemikiran Pendidikan Islam: Dari Landasan Filosofis hingga Inovasi Pendidikan Kontemporer Arifah Nur Ainiyah; Dela Auliya Mufidatul Ummah; M Yunus Abu Bakar
EduCurio: Education Curiosity Vol 4 No 3 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v4i3.2158

Abstract

Sejarah pemikiran pendidikan Islam memegang peranan fundamental sebagai dasar filosofis dalam membangun sistem pendidikan yang berlandaskan nilai tauhid, akhlak, serta integrasi keilmuan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis relevansi warisan pemikiran pendidikan Islam dalam merespons tantangan pendidikan masa kini, terutama dalam konteks inovasi dan pembaruan pemikiran. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap berbagai literatur klasik maupun kontemporer dalam bidang pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemikiran tokoh-tokoh pendidikan Islam klasik tidak hanya menjadi peninggalan sejarah, tetapi juga dapat dijadikan sumber inspirasi dalam mengembangkan model pembelajaran yang lebih adaptif, humanis, dan sesuai dengan konteks zaman. Di sisi lain, diperlukan adanya kritik yang bersifat konstruktif terhadap pemikiran yang cenderung tekstual dan kurang berkembang, sehingga dapat direkonstruksi agar selaras dengan perkembangan era modern. Oleh karena itu, penggabungan antara nilai-nilai filosofis historis dengan inovasi pendidikan kontemporer menjadi faktor penting dalam mewujudkan sistem pendidikan Islam yang relevan, dinamis, dan kompetitif di tingkat global.
Integrasi Ilmu dan Tantangan Modernitas: Analisis Perbandingan Pemikiran Pendidikan Muhammad Abduh dan Syeikh M. Nuqaib Al-Attas Ilda Almaaidah; Zidny Isyah Alkamil; M Yunus Abu Bakar
EduCurio: Education Curiosity Vol 4 No 3 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v4i3.2159

Abstract

Artkel ini bertujuan untuk menganalisis secara komparatif pemikiran pendidikan dua tokoh besar Islam, Muhammad Abduh dan Syed Muhammad Naquib al-Attas, dalam merespons tantangan modernitas. Di tengah dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum, kedua tokoh ini menawarkan gagasan integrasi ilmu dengan landasan filosofis yang berbeda. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka dan analisis deskriptif-komparatif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Muhammad Abduh lebih menekankan pada aspek fungsional-rasionalisme untuk mengejar ketertinggalan umat melalui reformasi kurikulum yang inklusif terhadap sains Barat. Sementara itu, al-Attas menekankan pada aspek ontologis melalui konsep "Islamisasi Ilmu Pengetahuan" dan penanaman adab sebagai inti pendidikan. Perbedaan mendasar terletak pada titik tekan mereka: Abduh pada modernisasi institusi dan pola pikir, sedangkan al-Attas pada dekolonisasi intelektual dan metafisika Islam. Implikasi dari kedua pemikiran ini memberikan kerangka kerja bagi praktik pendidikan Islam kontemporer dalam menyeimbangkan antara tuntutan teknologis-global dan penguatan identitas spiritual.