Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementation of Max-Plus Algebra on Image Steganography with Bicover Fiisyatil Kamilah; Nur Hamid
FARABI: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 9 No 1 (2026): FARABI: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP UNIVA Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/farabi.v9i1.1437

Abstract

This study proposes a steganography method based on the bicover concept by utilizing Max-Plus algebra through matrix multiplication operations without inverse. The proposed method uses two cover images to embed one secret image, namely the first cover image to store the MSB (Most Significant Bit) bit and the second cover image to store the LSB (Least Significant Bit) bit. The test results show that this method is able to reconstruct the secret image completely with good stego image quality. The PSNR value obtained is 31.18 dB in Stego 1 and 31.77 dB in Stego 2, while the MSE value is 49.5457 in Stego 1 and 43.2352 in Stego 2. These results indicate that the visual changes in the container image are relatively small so that the existence of the secret image is difficult to recognize. Thus, the proposed method can be an alternative in improving the security of digital data exchange.
Kemampuan Berpikir Kritis Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Materi Segitiga dan Segiempat : Penelitian Nheiaka Windarta Putra Haryanto; Shofia Hidayah; Fiisyatil Kamilah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2024): JERKIN: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 1 Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i1.5556

Abstract

Berpikir kritis adalah salah satu proses berpikir yang logis dan bertanggung jawab, yang digunakan untuk membantu menyelesaikan suatu masalah. Dalam kegiatan belajar, kemampuan berpikir kritis dianggap penting karena menjadi bagian yang ditekankan dalam Kurikulum 2013 maupun Kurikulum Merdeka. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini dilakukan di MTs Mambaul Ulum dengan melibatkan 22 siswa kelas VII C. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan soal-soal yang berkaitan dengan materi segitiga dan segiempat, dengan mengacu pada indikator FRISCO. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, yaitu jenis penelitian yang bertujuan mengumpulkan informasi tentang suatu fenomena dan menggambarkannya sesuai dengan kondisi sebenarnya. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal tes dan pedoman wawancara. Subjek penelitian terdiri dari enam siswa, yang dipilih masing-masing dua siswa dari kategori kemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada satu pun dari keenam siswa yang mampu menjawab soal dengan benar sesuai dengan indikator FRISCO. Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa pada materi segitiga dan segiempat masih tergolong rendah.
Pendampingan Pembelajaran Matematika bagi Siswa Kelas X B MAN 1 Probolinggo pada Materi Bentuk Akar Ardilatus Sholehah; Dwi Riska Nur Wahyuni; Eka Titik Susiani; Fiisyatil Kamilah; Intan Putri Wardani; Shofia Hidayah
SANISKALA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : FKIP Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jsk.v4i1.16506

Abstract

The Community Service Program (PKM) on Mathematics Tutoring for Grade X B Students of MAN 1 Probolinggo on the Topic of Radical Forms was conducted to enhance students’ understanding of the relationship between exponents and radicals. Preliminary observations revealed that most of the 19 male students in the class faced difficulties in mastering the basic concept of exponents, which affected their comprehension of radical expressions. The program was implemented over six weeks with one session per week using a tutoring-based learning approach. The implementation consisted of five stages: planning, pretest, tutoring sessions, posttest, and evaluation. The results showed an increase in the average score from 46 on the pretest to 80 on the posttest, along with improved motivation and active participation during learning activities. Therefore, this PKM activity proved effective in strengthening students’ conceptual understanding of radicals and can serve as an alternative strategy to address learning difficulties in mathematics at the senior high school level.