Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DARI POTENSI LOKAL MENUJU BUDIDAYA BERKELANJUTAN: PENYULUHAN PAKAN MANDIRI KEPITING BAKAU BAGI POKDARWIS BAGEK KEMBAR Wastu Ayu Diamahesa; Bagus Dwi Hari Setyono; Muhammad Baiul Hak; Zaenal Abidin; Damai Diniariwisan; Rangga Idris Affandi; Yuliana Asri; Muhammad Sumsanto; Septiana Dwiyanti
Indonesian Journal of Fisheries Community Empowerment Vol 6 No 2 (2026): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v6i2.10794

Abstract

Kepiting bakau merupakan salah satu komoditas perikanan bernilai ekonomi tinggi yang memiliki prospek untuk dikembangkan oleh masyarakat pesisir. Namun, keterbatasan pengetahuan mengenai pakan mandiri dan pemanfaatan bahan baku lokal masih menjadi kendala dalam pengelolaan budidaya yang efisien. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Bagek Kembar, Desa Cendi Manik, Kecamatan Sekotong, mengenai pemanfaatan bahan lokal sebagai alternatif pakan kepiting bakau. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif yang meliputi survei kebutuhan, penyuluhan, diskusi, dan evaluasi menggunakan metode pre-test dan post-test. Materi yang diberikan mencakup konsep pakan mandiri, jenis bahan pakan berbasis hewani yang dapat dimanfaatkan dari lingkungan sekitar, teknik pemberian pakan, serta kaitannya dengan pertumbuhan dan moulting kepiting. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta pada seluruh indikator yang diukur, terutama terkait pemanfaatan limbah olahan laut dan pengalaman membuat pakan berbasis bahan lokal. Penyuluhan juga meningkatkan kesadaran peserta terhadap potensi sumber daya lokal sebagai bahan pakan alternatif yang dapat mendukung efisiensi usaha budidaya. Kegiatan ini menunjukkan bahwa penyuluhan berbasis potensi lokal mampu memperkuat kapasitas masyarakat dalam pengelolaan pakan kepiting bakau serta membuka peluang pengembangan budidaya yang lebih mandiri, produktif, dan berkelanjutan di kawasan pesisir.
PENINGKATAN KAPASITAS POKDARWIS BAGEK KEMBAR SEKOTONG MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN PAKAN KEPITING BAKAU BERBASIS BAHAN LOKAL Wastu Ayu Diamahesa; Yesica Marcelina Romauli Sinaga; Muhammad Sumsanto; Yuliana Asri; Rangga Idris Affandi; Damai Diniariwisan; Zaenal Abidin; Muhammad Baiul Hak; Bagus Dwi Hari Setyono; Sahrul Alim
Indonesian Journal of Fisheries Community Empowerment Vol 6 No 2 (2026): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v6i2.10815

Abstract

Kepiting bakau (Scylla spp.) merupakan komoditas perikanan pesisir bernilai ekonomi tinggi yang berpotensi dikembangkan oleh masyarakat melalui kegiatan budidaya. Salah satu kendala dalam pengembangan budidaya kepiting bakau adalah ketersediaan pakan yang efisien, aplikatif, dan sesuai dengan kondisi mitra. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan POKDARWIS Bagek Kembar dalam pembuatan pakan kepiting bakau berbasis bahan lokal. Kegiatan dilaksanakan di Kawasan Ekowisata Bagek Kembar, Desa Cendi Manik, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, melalui tahapan identifikasi awal, survei kebutuhan, penyuluhan, praktik pembuatan pakan, serah terima alat, serta evaluasi pemahaman peserta. Pelatihan diikuti oleh 15 orang peserta dengan rentang usia 20 tahun hingga lebih dari 60 tahun. Materi kegiatan mencakup pengenalan bahan pakan lokal, fungsi bahan pengikat atau binder, stabilitas pakan di dalam air, efisiensi biaya produksi, dan hubungan kualitas pakan dengan kebersihan media budidaya. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta pada seluruh butir pernyataan setelah mengikuti pelatihan. Peserta juga menunjukkan keterlibatan aktif selama penyampaian materi, diskusi, dan praktik pembuatan pakan. Kegiatan ini memberikan kontribusi terhadap penguatan kapasitas dasar mitra dalam memanfaatkan bahan lokal sebagai alternatif pakan kepiting bakau. Namun, uji performa pakan terhadap pertumbuhan, kelangsungan hidup, efisiensi pakan, dan kualitas air masih perlu dilakukan pada kegiatan lanjutan.