Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Kontribusi Bimbingan dan Konseling dalam Mengembangkan Kesadaran Beragama Pada Remaja di Abad 21 Edisa Oktonika
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 5, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.196 KB) | DOI: 10.36722/sh.v5i3.389

Abstract

Abstrak - Pada abad ke 21, kenakalan remaja semakin mengkhawatirkan. Saat ini, banyak ditemukan kenakalan remaja yang bukan lagi disebut kenakalan remaja biasa, namun perilaku penyimpangan kenakalan yang dilakukan remaja telah melanggar hukum dan norma yang berlaku di masyarakat. Terjadinya fenomena kenakalan remaja tersebut menjadi bukti dari remaja sekarang telah jauh dari nilai-nilai moral dan kurangnya kesadaran hidup beragama. Kesadaran beragama pada diri remaja merupakan peran yang sangat penting dalam pengembangan moral mereka, karena nilai-nilai moral yang datang dari agama itu stabil dan konstan, kesadaran beragama juga tidak hanya mendasari perilaku yang terlihat, tetapi juga mewarnai sikap, pikiran dan keinginan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kesadaran padada remaja di abad 21. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan, Studi pustakaan merupakan serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 12 Bandung. Populasi pada penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII tahun ajaran 2019/2020. Pengambilan sampel penelitian ini dengan cara purposive sampling yang bertujuan agar sampel yang diambil dapat mewakili populasi sehingga diperoleh informasi yang cukup untuk mengestimasi populasinya. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah melalui dokumentasi, yaitu mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, buku, makalah atau artikel. Analisis data adalah metode analisis isi (Content Analysis). Strategi yang dapat digunakan untuk mengembangkan potensi keberagamaan remaja yaitu metode keteladanan, metode pembiasaan, metode menasehati, metode pengamat dan pengawasan. dengan strategi tersebut diharapkan remaja berkembang kesadaran beragama sesuai fitrah-Nya.Abstract – In the 21st century, juvenile delinquency is increasingly worrying. Nowadays, there are many juvenile delinquents who are no longer called juvenile delinquents, but the behavior of juvenile delinquency has violated the laws and norms prevailing in the society. The phenomenon of juvenile delinquency is evidence that adolescents are now far from moral values and lack of awareness of religious life. Religious awareness in adolescents is a very important role in their moral development because moral values that come from religion are stable and constant, religious awareness also not only underlies visible behavior but also colors attitudes, thoughts, and desires. This study aims to develop awareness in adolescents in the 21st century. The method used in this research is the study of literature, the study of literature is a series of activities relating to the method of data collection. The study was conducted at 12th Junior High School Bandung. The population in this study were students of class VIII in the 2019/2020 school year. A Sampling of this study by means of purposive sampling that aims so that the samples taken can represent the population so that enough information is obtained to estimate the population. The data collection technique in this research is through documentation, which is looking for data about things or variables in the form of notes, books, papers or articles. Data analysis is a content analysis method. Strategies that can be used to develop the potential for adolescent religious diversity are exemplary, habituation, counseling, observer and supervisory methods. With this strategy, it is expected that adolescents develop religious awareness according to nature.Keywords - Guidance and counseling, Religious Consciousness, Adolescent
KECEMASAN BERBICARA DI DEPAN UMUM DI KALANGAN REMAJA SAAT INI Edisa Oktonika
EDU RESEARCH Vol 5 No 1 (2024): EDU RESEARCH
Publisher : IICLS (Indonesian Institute for Corporate Learning and Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47827/jer.v5i1.216

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor penyebab serta gejala yang ditimbulkan dari kecemasan berbicara di depan umum bagi kalangan remaja. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan pendekatan studi pustaka (library research) dan pengumpulan data dengan teknik analisis Literature Review. Dengan mengumpulkan beberapa data dan informasi ilmiah berupa teori-teori, dan juga pendekatan yang telah dipublikasikan dalam berbagai bentuk seperti buku, jurnal, artikel dan sumber-sumber informasi lainnya yang terkait dengan topik penelitian. Kemudian data tersebut dianalisis dengan cara analisis deskriptif. Dari analisis mendetail tersebut, hasil pendekatan ini memberikan pemahaman yang mendalam terhadap fenomena penelitian. Adapun Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini telah membuktikan bahwa pada umumnya kecemasan berbicara di depan kelas bukan disebabkan oleh ketidakmampuan individu, tetapi sering disebabkan oleh adanya gangguan fisik, psikologis dan behavioral. Mengurangi kecemasan berbicara di depan umum pada remaja merupakan penting untuk terus dikembangkan sehingga remaja atau pelajar akan memiliki pretasi belajar yang baik.
PERKEMBANGAN REMAJA DALAM LINGKUNGAN KELUARGA Edisa Oktonika
EDU RESEARCH Vol 5 No 3 (2024): EDU RESEARCH
Publisher : IICLS (Indonesian Institute for Corporate Learning and Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47827/jer.v5i3.499

Abstract

Perkembangan remaja yang sehat dan optimal sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, namun lingkungan keluarga memegang peranan yang sangat krusial. Oleh karena itu, pemahaman yang komprehensif mengenai perkembangan remaja dalam konteks lingkungan keluarga menjadi sangat penting. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan pendekatan SLR (Systematic Literature Review) atau biasa disebut metode penelitian tinjauan pustaka yang sistematis. Dengan mengumpulkan beberapa data dan informasi ilmiah yang telah dipublikasikan dalam berbagai bentuk seperti buku, jurnal, artikel dan sumber-sumber informasi lainnya yang terkait dengan topik penelitian. Kemudian data tersebut dianalisis dengan cara analisis deskriptif. Dari analisis mendetail tersebut, hasil pendekatan ini memberikan pemahaman yang mendalam terhadap fenomena penelitian. Adapun Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini telah membuktikan bahwa keberfungsian keluarga merupakan elemen yang paling penting untuk menanamkan nilai, norma, dan tujuan-tujuan dalam sebuah masyarakat kedalam diri remaja, karena kehadiran keluarga merupakan pondasi utama dalam pembentukkan karakter remaja dan faktor keluarga juga secara menyakinkan dapat mempengaruhi tumbuh kembang remaja.
Penguatan Soft Skills Karier untuk Meningkatkan Daya Saing Lulusan di SMKN 4 Sungai Penuh Andam Yulianti; Rismar Julia Utami; Ariska Srinikasari; Silvia Meirisa; Satya Anggi Permana; Febriady Huta Uruk; Ali Ramatni; Edisa Oktonika
CEMARA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol 4 No 1 (2026): CEMARA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Indragiri (UNISI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61672/cemara.v4i1.3593

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan soft skills karier siswa SMKN 4 Sungai Penuh guna mendukung kesiapan kerja dan daya saing lulusan di era industri 4.0. Permasalahan utama yang dihadapi siswa meliputi rendahnya kemampuan komunikasi, kerja sama tim, pengelolaan emosi, serta kemampuan adaptasi terhadap dunia kerja. Program ini dilaksanakan melalui pendekatan layanan Bimbingan dan Konseling berbasis pengembangan karier dengan metode pelatihan, diskusi kelompok, simulasi, role play, refleksi diri, dan studi kasus. Subjek kegiatan adalah siswa kelas XII SMKN 4 Sungai Penuh. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, angket, refleksi diri, dan diskusi evaluatif kelompok, sedangkan analisis data menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai pentingnya soft skills karier, meningkatnya kepercayaan diri, kemampuan komunikasi, kerja sama tim, serta kecerdasan emosional dan resiliensi siswa. Program ini juga dinilai relevan dengan kebutuhan dunia kerja karena mampu membantu siswa mengembangkan kompetensi interpersonal yang dibutuhkan di lingkungan industri. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kesiapan mental, sosial, dan profesional siswa SMKN 4 Sungai Penuh sehingga lulusan menjadi lebih adaptif, kompetitif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja.
Adaptasi Guru Bimbingan dan Konseling dalam Mengintegrasikan Teknologi pada Layanan BK: Studi Fenomenologi di Sekolah Menengah Edisa Oktonika; Miar Desni Sary; Restipa Putri; Ramadani Ramadani
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 11, No 2 (2026): Inpress
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sh.v11i2.5838

Abstract

Digital technology integration has transformed the professional practices of school counselors. However, studies exploring how counselors experience this adaptation, particularly in regions with limited technological infrastructure, remain scarce. This study explores the lived experiences of school counselors in adapting to digital technology integration in secondary school counseling services. A qualitative approach using Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) was employed through semi-structured interviews with school counselors from three secondary schools in Kerinci Regency and Sungai Penuh City, Jambi Province, Indonesia. Data were analyzed following the six stages of IPA. Four themes emerged: (1) the transition from conventional counseling to blended counseling; (2) self-directed learning as the primary strategy for developing digital competence; (3) structural barriers, including limited infrastructure, facilities, and institutional support; and (4) ethical dilemmas concerning client confidentiality and professional boundaries in digital communication. The findings identify adaptive resilience without institutional scaffolding, describing school counselors' capacity to adapt independently despite limited systemic support. This concept extends existing digital counseling models by emphasizing adaptive resilience beyond technology readiness. Successful technology integration requires the synergy of individual competence, continuous professional development, institutional support, and contextually appropriate digital counseling ethics.Keywords - Digital Counselling, Digital Ethics, Interpretative Phenomenological Analysis, Professional Adaptation, School Counsellor.