Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Konsep self esteem pada wanita dewasa awal yang mengalami perceraian Julia Eva Putri; Neviyarni Suhaili; Marjohan Marjohan; Ifdil Ifdil; Afdal Afdal
Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol 8, No 1 (2022): Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1202221495

Abstract

The existence of conflict in the household is unavoidable, a prolonged conflict can cause rifts in the household and even divorce. The divorce rate in Indonesia is increasing day by day. On average, those who experience this divorce are early adult women aged 20-40 years. Divorce experienced by women in early adulthood can have negative psychological effects such as feelings of worthlessness (low self-esteem). If not handled properly, of course this will become a new problem such as stress, depression, feeling unaccepted and other negative feelings.
Urgensi Akuntabilitas dan Pengawasan; sebagai Solusi Masalah Pelayanan Bimbingan dan Konseling di Sekolah Julia Eva Putri; Nevi Yarni; Riska Ahmad
JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia) Vol 7, No 1 (2022): JPGI
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/021876jpgi0005

Abstract

Akuntabilitas dan supervisi merupakan rangkaian kegiatan manajemen, dalam pengelolaannya dengan supervisi konselor sekolah akan dibantu untuk menjawab semua kegiatan konseling. Konselor sekolah sangat diperlukan untuk menyelenggarakan program yang sesuai dengan kebutuhan siswa atau masyarakat. Adanya program yang sistematis, memerlukan syarat tertentu untuk dapat dipertanggungjawabkan, sedangkan syarat untuk dapat dipertanggungjawabkan memerlukan standar sebagai ukuran keberhasilan atau prestasi yang dicapai oleh konselor sekolah. Pelaksanaan Akuntabilitas dan supervisi yang baik akan membawa implikasi positif bagi konselor (sebagai pemberi layanan) dan institusional (tempat konselor bekerja). Hal ini tercermin dari pengelolaan organisasi dan manajemen yang lebih sehat dan kompetitif. <w:LsdException Locked="false" Priori
PENYESUAIAN DIRI SISWA PADA MODEL PEMBELAJARAN BLENDED LEARNING PADA MASA NEW NORMAL COVID – 19 Julia Eva Putri
EDU RESEARCH Vol 2 No 4 (2021): EDU RESEARCH
Publisher : Indonesian Institute for Corporate Learning and Studies (IICLS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (741.515 KB) | DOI: 10.47827/jer.v2i4.58

Abstract

Peristiwa penyebaran covid 19 yang merupakan eksponensial secara global yang menimbulkan dampak pada semua aspek kehidupan manusia, termasuk di dalam aspek pendidikan.Menuju masa new normal aktivitas sosial mulai diperbolehkan dengan catatan tetap mengikuti protokol kesehatan. Begitu juga dengan dunia pendidikan, metode belajar sebelumnya dilaksanakan secara daring bertransisi kepada model pembelajaran blended learning. Penelitian ini bertujuan melihat bagaimana penyesuaian diri siswa saat mengikuti model pembelajaran blended learning. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan subjek 60 siswa di SMKN 2 Kerinci. Penelitian ini menggunakan instrumen angket dan telah lolos uji valid. Hasil penelitian mengungkapkan kondisi penyesuaian diri siswa terhadap model pembelajaran blended learning pada kategori cukup baik.
Analisis Konsep Diri Siswa di SMAN 4 Kerinci Julia Eva Putri
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 4 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.368 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.7678594

Abstract

The student's self-concept is the way how students see themselves which is related to physical, social, emotional, moral, and cognitive. This can be influenced by the social environment such as the family, community and school environment. Self-concept determines student behavior, therefore a positive self-concept is needed by students to develop their potential optimally. The technique in this study was descriptive quantitative with a sample of 83 people at SMAN 4 Kerinci. The results of the study show that students' self-concept is in a fairly good category, this needs to be maintained and can be improved through guidance and counseling services in schools
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK USIA SEKOLAH DASAR Romiya Heliza; Silvia Meirisa; Julia Eva Putri
EDU RESEARCH Vol 4 No 4 (2023): EDU RESEARCH
Publisher : IICLS (Indonesian Institute for Corporate Learning and Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47827/jer.v4i4.126

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan anak yang signifikan terjadi saat usia sekolah dasar. Anak usia sekolah dasar adalah anak yang berusia 3-6 tahun, dimana pertumbuhan dan perkembangan anak terdapat peningkatan. Peran orang tua terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak dapat membantu anak dalam mencapai pertumbuhan dan perkembangan pada anak sesuai tingkatan usianya dengan normal tanpa ada penyimpangan. Peran utama pola asuh orang tua adalah mempertahankan kehidupan anak, meningkatkan kesehatan anak, serta memfasilitasi anak untuk mengembangkan tahapan perkembangannya. Tujuan dari penelitian ini untuk menentukan apakah ada hubungan antara pola asuh orang tua dengan pertumbuhan dan perkembangan anak. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional Pengumpulan data menggunakan kuesioner pola asuh orang tua, pengukuran pertumbuhan dan kuesionr perkembangan. Jumlah sampel 41 responden anak usia prsekolah dengan metode total sampling. Hasil analisis univariat karakteristik pola asuh otoriter dengan 6 responden (14.6%), Permisif dengan 16 responden (29.3%), demokratis sedang 23 responden (56.1%). Hasil analisis bivariat dengan uji spearman didapatkan nilai pola asuh dan BB/U (ρ= 0 ; r=0), pola asuh dan TB/U(ρ=0.273 ; r=0.251), pola asuh dan BB/TB (ρ= 0.333 ; r=0.222), ola asuh dan IMT/U (ρ=0.830 ; r=-0.051). Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara hubungan pola asuh orang tua terhadap pertumbuhan dan perkembangan ana usia sekolah dasar
PENGUJIAN VALIDITAS KONSTRUK DAN RELIABILITAS SKALA KECERDASAN EMOSIONAL PADA DEWASA AWAL Julia Eva Putri
EDU RESEARCH Vol 5 No 1 (2024): EDU RESEARCH
Publisher : IICLS (Indonesian Institute for Corporate Learning and Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47827/jer.v5i1.218

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji validitas serta reliabilitas skala kecerdasan emosional menggunakan analisis data dengan metode Correlation Product Moment. Skala ini dirancang untuk mengukur lima dimensi utama kecerdasan emosional: penilaian terhadap emosi sendiri, penilaian emosi orang lain, pengaturan emosi diri sendiri, pengaturan emosi orang lain, pemanfaatan emosi Responden penelitian ini adalah 41 mahasiswa dewasa awal yang dipilih secara acak. Uji validitas dilakukan dengan menggunakan metode Correlation Product Moment, yang menunjukkan hasil validitas yang sangat signifikan dengan nilai signifikansi sebesar 0,000. Hal ini mengindikasikan bahwa skala yang dikembangkan memiliki korelasi yang tinggi dengan konstruk teoretis kecerdasan emosional. Uji reliabilitas dilakukan menggunakan koefisien alpha Cronbach, yang menghasilkan nilai reliabilitas sebesar 0,900. Nilai ini menunjukkan bahwa skala memiliki konsistensi internal yang sangat baik dan dapat diandalkan untuk mengukur kecerdasan emosional. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa skala kecerdasan emosional yang dikembangkan tidak hanya valid secara teoretis tetapi juga reliabel untuk digunakan dalam penelitian dan praktik. Dengan demikian, skala ini dapat menjadi alat yang efektif untuk mengukur dan memahami kecerdasan emosional dalam berbagai setting, termasuk pendidikan, pekerjaan, dan penelitian psikologis.
Faktor terauputik konseling realitas dalam proses konseling kelompok Julia Eva Putri; Neviyarni Suhaili; Yeni Karneli; Netrawati Netrawati
Journal of Counseling, Education and Society Vol. 4 No. 1 (2023): Journal of Counseling, Education and Society
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/08jces129400

Abstract

One theory that can be applied in group counseling is Reality Therapy with an emphasis on connections and interpersonal relationships, which is very suitable for various types of group counseling. Reality therapy is a system that focuses on current behavior, this counseling serves to help counselees face reality and meet basic needs without harming themselves or other individuals. Group counseling with a reality therapy approach, the most important thing is to foster responsibility (responsibility) and awareness of the client. Humans are basically creatures who are responsible for their behavior and fulfillment of their needs. The emphasis on what group members do is key to reality counseling as a counseling group.
Peranan konselor dalam konseling keluarga untuk meningkatkan keharmonisan keluarga Julia Eva Putri; Mudjiran Mudjiran; Herman Nirwana; Yeni Karneli
Journal of Counseling, Education and Society Vol. 3 No. 1 (2022): Journal of Counseling, Education and Society
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/08jces189000

Abstract

Kehidupan berkeluarga merupakan perjalanan yang dibentuk oleh dua insan yang terikat dalam pernikahan. Dalam perjalanan kehidupan tersebut akan selalu ada masalah yang menghampiri baik itu bersumber dari dalam ataupun dari luar diri individu yang menjalaninya. Berbagai permasalahan permasalahan keluarga tersebut dapat di selesaikan melalui konseling keluarga. Konseling keluarga efektif untuk mengatasi masalah dalam keluarga. Konseling keluarga dapat membantu anggota keluarga mendapatkan keharmonisan dalam keluarga karena dalam proses konseling, konseli akan berupaya mengetahui, mengenali, memperhatikan, menerima dan berusaha untuk mempertahankan keluarganya. Konseling keluarga dapat membantu mencegah dan mengatasi masalah dalam keluarga sehingga konseli dapat mempertahankan keharmonisan keluarganya.
Kematangan Emosi Pasangan yang Menikah di Usia Muda Julia Eva Putri; Taufik Taufik
JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) Vol. 2 No. 2 (2017): JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)
Publisher : IICET (Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/3003214000

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena banyaknya pasangan yang menikah di usia muda berakhir dengan perceraian, salah satu penyebab perceraian tersebut dipengaruhi oleh tingkat kematangan emosi pasangan yang menikah di usia muda. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kematangan emosi pasangan yang menikah di usia muda di Kecamatan Siulak Kabupaten Kerinci. Penelitian ini berbentuk deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah pasangan yang menikah di usia muda pada tahun 2014 di Kecamatan Siulak Kabupaten Kerinci sebanyak 35 pasangan. Instrumen yang digunakan yaitu instrumen berskala likert. Data diolah dengan teknik statistik menentukan nilai mean, standar deviasi, range, skor dan presentase. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa 1) Tingkat kematangan emosi pasangan yang menikah di usia muda berkaitan dengan aspek kontrol diri berada pada kategori cukup 2) Tingkat kematangan emosi pasangan yang menikah di usia muda berkaitan dengan aspek memahami diri sendiri berada pada kategori cukup 3) Tingkat kematangan emosi pasangan yang menikah di usia muda berkaitan dengan aspek kemampuan menggunakan fungsi krisis mental berada pada kategori baik. 
Pengujian validitas konstruk dan relibialitas skala religiusitas pada dewasa awal Julia Eva Putri
JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) Vol. 10 No. 1 (2025): JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)
Publisher : IICET (Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/30036115000

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji validitas dan reliabilitas instrumen pengukuran religiusitas pada individu dewasa awal. Sampel penelitian terdiri dari 150 partisipan dewasa awal yang dipilih secara purposif di Kabupaten Kerinci-Sungai Penuh. Validitas instrumen diuji melalui analisis faktor eksploratori (EFA), sementara reliabilitas dinilai menggunakan koefisien alpha Cronbach. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh indikator memiliki nilai factor loading di atas 0,50 dan struktur faktor yang terbentuk sesuai dengan teori, dengan total variance explained sebesar 65%. Nilai koefisien alpha Cronbach sebesar 0,88 mengindikasikan reliabilitas yang tinggi. Dengan demikian, instrumen ini dinyatakan layak untuk digunakan dalam mengukur tingkat religiusitas pada populasi dewasa awal secara akurat dan konsisten.