Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Regulations on Measured Fishing in Indonesia from the Perspective of UNCLOS 1982 and UNFSA 1995, Examined of the Precautionary Approach Atika Thahira; Hendra Arjuna; Qorina Aprilia Olga; Yesi Yasmin
Journal of Law, Politic and Humanities Vol. 6 No. 4 (2026): (JLPH) Journal of Law, Politic and Humanities
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jlph.v6i4.3492

Abstract

Indonesia's recently enacted Measured Fishing (PIT) policy represents an important development in national fisheries governance, transitioning from administrative licensing toward catch limit based management. This article evaluates the policy's compliance with international obligations established under UNCLOS 1982 and UNFSA 1995, using normative legal analysis. The research confirms that Measured Fishing implements the allowable catch concept and incorporates science-based management through quota systems calculated from fish stock assessments. Nevertheless, critical gaps remain. Government Regulation No. 11 of 2023 does not explicitly adopt the precautionary approach required by UNFSA, particularly regarding the management of scientific uncertainty and the establishment of precautionary reference points. The regulation assumes data availability but lacks guidance for situations involving insufficient or unreliable information. To achieve full international compliance, this article recommends: (1) explicitly integrating the precautionary principle into national fisheries legislation; (2) establishing target and limit reference points as specified in UNFSA Annex II; (3) strengthening scientific stock assessment mechanisms; and (4) enhancing vessel monitoring and enforcement systems. By implementing these recommendations, Indonesia can transform Measured Fishing into a comprehensive precautionary fisheries management regime that ensures both legal compliance and ecological sustainability.
Pemanfaatan Ikan Tamban sebagai Bahan Baku Pembuatan Kaldu Bubuk sebagai Upaya Diversifikasi Produk Pangan di Desa Berakit Muhamad Arsy Saktiansyah Datia; Andi Wulandara Zenya; Erma Erviana Simanungkalit; Andre Saputra; Ananda Dwi Ramadhani; Yesi Yasmin; Assyfa Futri Ananta; Muhammad Sugeng Satrio; Restu Daniel Ompusunggu; Imam Patqurrohman; Fortia Magfira
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i4.5558

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh potensi sumber daya perikanan lokal yang belum dimanfaatkan secara optimal di wilayah pesisir. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan warga melalui pelatihan diversifikasi pangan berbahan dasar ikan tamban menjadi produk kaldu bubuk yang bernilai ekonomis tinggi. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang diselenggarakan di Balai Desa Berakit, mencakup tahapan penyiapan material, perebusan bersama bumbu, pencampuran adonan, uji cita rasa, pengeringan bertahap, hingga pembentukan serbuk serta pengemasan produk akhir yang higienis. Temuan kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat, berhasil mempraktikkan seluruh tahapan produksi secara mandiri dan menghasilkan inovasi pangan yang praktis serta bernilai tambah. Secara keseluruhan, pelatihan diversifikasi pangan berbasis ikan tamban ini terbukti efektif meningkatkan keterampilan teknis serta mendorong kemandirian ekonomi warga pesisir. Sebagai langkah strategis keberlanjutan, pengabdian mendatang disarankan untuk memfokuskan pendampingan pada perolehan legalitas produk resmi serta perluasan jangkauan pemasaran melalui platform digital lokal.