Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

OPTIMALISASI PENGERINGAN KOPI DAN KAKAO MELALUI INTEGRASI TEKNOLOGI ROCKET STOVE - SOLAR DOME BERBASIS BIOMASSA Husnita Komalasari; Destiana Adinda Putri; Indah Nalurita; Muhammad Nizhar Naufali; I Nyoman Switrayana; Ine Karni
SUBSERVE: Community Service and Empowerment Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Prime Identity Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67766/scsej.v4i2.178

Abstract

Desa Selelos, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara memiliki potensi perkebunan kopi dan kakao yang cukup besar, namun proses pengeringan hasil panen masih dilakukan secara tradisional dan sangat bergantung pada kondisi cuaca. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat serta meningkatkan efisiensi pengeringan kopi dan kakao melalui penerapan teknologi Rocket Stove–Solar Dome berbasis biomassa. Mitra kegiatan adalah Kelompok Tani Tumpang Sari. Metode kegiatan dilakukan melalui observasi, sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Teknologi yang diterapkan memanfaatkan kombinasi panas matahari dan sumber panas tambahan dari rocket stove berbahan bakar biomassa seperti tempurung kelapa dan bambu. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dengan rata-rata peningkatan kompetensi sebesar 50%. Selain itu, penggunaan teknologi Rocket Stove–Solar Dome mampu mempercepat waktu pengeringan dari 20–30 hari pada musim hujan menjadi 4–5 hari dengan kadar air akhir sebesar 8%. Teknologi ini memiliki keunggulan dalam menjaga kestabilan suhu pengeringan, mengurangi ketergantungan terhadap cuaca, serta memanfaatkan biomassa lokal yang ramah lingkungan. Dengan demikian, penerapan teknologi Rocket Stove–Solar Dome berpotensi meningkatkan efisiensi pengolahan pascapanen dan produktivitas kelompok tani secara berkelanjutan.
Respons Glikemik dan Total Gula pada Biskuit Mocaf–Pedada yang Diformulasi dengan Bubuk Stevia dan Sirup Fruktosa sebagai Pengganti Sukrosa: Glycemic Response and Total Sugar Content of Mocaf–Pedada Biscuits Formulated with Stevia Powder and Fructose Syrup as Sucrose Replacer Destiana Adinda Putri; Jariyah Jariyah; Rosida Rosida; Maya Regina Subagio
Journal of Food Engineering Vol. 5 No. 3 (2026): July
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jofe.v5i3.7001

Abstract

Peningkatan prevalensi diabetes melitus tipe 2 mendorong pengembangan pangan fungsional rendah indeks glikemik (IG), khususnya pada produk biskuit yang umumnya mengandung sukrosa. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi respons glikemik dan total gula biskuit berbasis MOCAF–pedada dengan substitusi sukrosa menggunakan bubuk stevia dan sirup fruktosa. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dua faktor, yaitu konsentrasi stevia (1,5%; 2%; 2,5% b/b) dan fruktosa (10%; 15%; 20% v/b) dengan dua ulangan. Analisis data dilakukan menggunakan ANOVA dan uji Duncan (DMRT) 5%. Indeks glikemik diuji pada 22 responden menggunakan metode IAUC, sedangkan total gula dianalisis dengan metode Anthrone. Hasil menunjukkan adanya interaksi signifikan (p≤0,05) antara stevia dan fruktosa terhadap total gula, IG, dan beban glikemik, namun tidak berpengaruh signifikan terhadap kadar pati. Perlakuan terbaik diperoleh pada stevia 1,5% dan fruktosa 10% dengan nilai terendah. Produk biskuit yang dihasilkan memiliki IG rendah (22,410–38,521). Penelitian ini menunjukkan bahwa biskuit MOCAF–pedada dengan pemanis alternatif berpotensi sebagai pangan fungsional yang mendukung pengendalian glukosa darah.
Identifikasi Profil Senyawa Volatil Menggunakan Metode GC-MS dan Profil Aroma Menggunakan Metode RATA pada Kopi Robusta Asal Lombok : Identification of Volatile Compound Profiles Using GC-MS and Aroma Profiles Using the RATA Method in Lombok Robusta Coffee Indah Nalurita; Lalu Danu Prima Arzani; Destiana Adinda Putri; Muhammad Nizhar Naufali
Journal of Food Engineering Vol. 5 No. 3 (2026): July
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jofe.v5i3.7077

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi profil senyawa volatil dan profil aroma kopi robusta asal Lombok menggunakan pendekatan kombinasi Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS) dan Rate All That Apply (RATA). Sampel kopi yang digunakan terdiri atas kopi robusta Komersial, Robusta Rinjani, Robusta Rempek, dan Robusta Batukliang yang berasal dari beberapa sentra produksi kopi di Pulau Lombok. Analisis GC-MS digunakan untuk mengidentifikasi komposisi senyawa volatil, sedangkan analisis RATA dilakukan oleh panelis terlatih yang terdiri atas barista, roaster, dan ahli kopi untuk mengevaluasi intensitas atribut aroma. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan komposisi senyawa volatil antar sampel, dengan dominansi senyawa kafein, Hexadecanoic acid, 9,12-Octadecadienoic acid, dan Caryophyllene oxide pada beberapa sampel tertentu. Profil aroma kopi robusta Lombok didominasi oleh atribut roasted, smoky, chocolatey, dan earthy, dengan variasi intensitas atribut sweet, floral, spicy, fruity, dan acidic antar wilayah asal kopi. Keterkaitan antara profil volatil dan profil aroma menunjukkan bahwa pembentukan aroma kopi dipengaruhi oleh interaksi kompleks antara degradasi lipid, metabolit sekunder tanaman, serta faktor geografis dan proses pascapanen. Penelitian ini menunjukkan bahwa kopi robusta Lombok memiliki keunikan profil aroma dan volatil spesifik wilayah yang berpotensi dikembangkan sebagai identitas sensori khas untuk meningkatkan daya saing kopi robusta Lombok pada pasar kopi spesialti.
Karakteristik Fisik Gelatin dari Kulit Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Hasil Ekstraksi Menggunakan Asam Organik: The Physical Characteristics of Nile Tilapia (Oreochromis niloticus) Fish Skin Gelatin Extracted Organic Acids Kartika Gemma Pravitri; Ni Wayan Putu Meikapasa; Destiana Adinda Putri
Jurnal Teknologi dan Mutu Pangan Vol. 4 No. 2 (2026): JTMP: Jurnal Teknologi dan Mutu Pangan
Publisher : Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/jtmp.v4i2.4797

Abstract

Tilapia skin contains high levels of collagen, making it a suitable raw material for gelatin production. To convert collagen into gelatin, pretreatment is required by soaking the skin in an acid solution. The objective of this study was to determine the physical characteristics of gelatin from tilapia skin using organic acids (lactic acid and acetic acid) and different extraction temperatures (60°C and 70°C). This study used a completely randomized factorial design with treatments using acetic acid at an extraction temperature of 60°C, acetic acid at an extraction temperature of 70°C, lactic acid at an extraction temperature of 60°C, and lactic acid at an extraction temperature of 70°C. The results showed that the best results were obtained from the treatment of lactic acid with an extraction temperature of 70°C, with a yield of 15.69% and a viscosity of 4.1 cPs. Meanwhile, the gel strength ranged from 4.17 to 4.34 gBloom, which means that this tilapia gelatin cannot yet form a gel. As for the color parameter, the highest brightness level was obtained in the lactic acid treatment with an extraction temperature of 60°C. This study concludes that the use of acetic acid and lactic acid, as well as different extraction temperatures, can increase the yield, viscosity, and color intensity of gelatin. Therefore, this study is expected to serve as the basis for the development of a more efficient and environmentally friendly extraction method.
Karakteristik Sensori Cascara Arabika dan Robusta Asal Nusa Tenggara Barat Menggunakan Metode Rate-All-That-Apply dan Product Characterization: Sensory Characteristics of Arabica and Robusta Cascara from West Nusa Tenggara Using the Rate-All-That-Apply Method and Product Characterization Lalu Danu Prima Arzani; Indah Nalurita; Destiana Adinda Putri
Jurnal Teknologi dan Mutu Pangan Vol. 4 No. 2 (2026): JTMP: Jurnal Teknologi dan Mutu Pangan
Publisher : Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/jtmp.v4i2.5941

Abstract

Cascara, a by-product of coffee processing, can be developed into value-added products and possesses unique sensory characteristics. However, quantitative studies on cascara’s sensory attributes remain limited. This study aimed to map the sensory characteristics of Arabica and Robusta cascara from various locations in West Nusa Tenggara (NTB) using the Rate All That Apply (RATA) method and the Product Characterization (PC) method. Sensory attribute descriptors were established through Focus Group Discussion with trained panelists, followed by consumer testing of eight attributes with 100 participants. The RATA results indicated that Robusta cascara from the Rinjani and Tambora varieties exhibited a high intensity of sour taste, Arabica cascara from the Tambora variety showed strong bitterness, while Arabica cascara from the Rinjani variety showed strong sweetness along with green and earthy aromas. Product Characterization (PC) analysis confirmed that the sensory profile of Arabica cascara from the Rinjani variety was dominated by sweetness and green aroma, whereas Arabica Tambora emphasized bitter and earthy notes. Robusta Rinjani cascara tended to be balanced without extreme attributes, in contrast to Robusta Tambora, which was more acidic and dry. The integration of RATA and PC methods has proven for mapping cascara sensory profiles comprehensively and systematically.
Kualitas Mikrobiologi dan Karakteristik Sensori Sambal Petis pada Pedagang Gorengan di Kecamatan Tambaksari, Surabaya, Indonesia Aulia Islamiati Yusuf Pangan; Sri Winarti; Destiana Adinda Putri; Anna Abdilla; Rosyid Wardianto; Maulia Widi
Pro Food Vol. 12 No. 1 (2026): Pro Food (Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan)
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/profood.v12i1.639

Abstract

Sambal petis is a traditional Indonesian condiment that is frequently consumed with fried snacks. Nevertheless, the risk of microbial contamination may be elevated by an insufficient level of sanitation during the preparation and handling processes. This study aimed to assess sanitation practices, microbiological quality, and sensory characteristics of sambal petis from 26 fried-snack vendors in Tambaksari, Surabaya, Indonesia. Microbiological quality was assessed based on compliance with applicable microbiological standards, while sensory attributes were analyzed using one-way ANOVA followed by Tukey’s HSD test (p < 0.05). In general, sanitation during processing and equipment was moderate (mean score = 2), while food presentation and vending facilities sanitation were poor (mean score = 3). The total microbial count ranged from 5.17 to 6.25 log CFU/g, exceeding the maximum limit specified in SNI 2718:2013 of 3.69 log cfu/g. Furthermore, E. coli was identified in 50% of the samples, while Salmonella sp. Was identified in 46% of the samples. These results correspond to the observed hygiene behaviors, indicating that microbial contamination may be an implication of inadequate sanitation. Sensory evaluation indicated no significant differences for color, whereas texture and aroma varied significantly among samples. These findings emphasize the importance of effective hygiene, sanitation, and microbiological control measures throughout the food handling chain.
Evaluasi Karakteristik Fisik Roti Tawar Berbasis Tepung Komposit Kacang Komak (Lablab purpureus L. Sweet) : Evaluation of the Physical Characteristics of White Bread Made from Komak Bean (Lablab purpureus L. Sweet) Composite Flour Kartika Gemma Pravitri; Destiana Adinda Putri; Putri Satika Dewi; Irawati Nur Indah Sari
Journal of Food Engineering Vol. 5 No. 2 (2026): April
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jofe.v5i2.6981

Abstract

Roti merupakan produk bakery yang banyak dikonsumsi, namun masih bergantung pada tepung terigu impor sehingga diperlukan alternatif berbasis bahan lokal seperti kacang komak (Lablab purpureus L. Sweet) yang kaya protein dan serat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemanfaatan tepung kacang komak termodifikasi sebagai substitusi tepung terigu serta pengaruhnya terhadap karakteristik fisik roti tawar. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pendekatan perbandingan dua faktor yaitu Jenis sampel, dan jenis tepung yaitu 100% tepung terigu dan tepung terigu dengan substitusi tepung kacang komak termodifikasi sebesar 10%. Tepung kacang komak dibuat melalui tahapan perendaman, pengukusan, pendinginan, pengeringan, dan penghalusan. Parameter yang dianalisis meliputi warna, dimensi, berat, volume, volume spesifik, densitas, serta baking loss. Hasil menunjukkan bahwa substitusi tepung komak tidak berpengaruh signifikan terhadap karakteristik roti tawar dengan nilai L* (63,94), a* (-2,67), berat (136,80g), dimensi (panjang 150mm), dan baking loss (8,92%), namun berpengaruh signifikan terhadap nilai b*, volume, volume spesifik, dan densitas. Roti komposit memiliki volume dan volume spesifik lebih rendah serta densitas lebih tinggi dibandingkan roti terigu, yang menunjukkan struktur lebih padat akibat penurunan kemampuan retensi gas karena berkurangnya gluten. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa jika dilihat dari nilai baking loss, tepung kacang komak termodifikasi berpotensi sebagai bahan substitusi dalam pengembangan tepung komposit berbasis legum lokal, meskipun perlu optimasi formulasi untuk meningkatkan kualitas fisik roti.