Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Upaya Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan Mewarnai dengan Bahan Alam di TK Negeri Pembina 01 Kampar Irma Yuliani; Moh Fauziddin; Yenda Puspita; Musnar Indra Daulay; Melvi Lesmana Alim
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.677

Abstract

Kemampuan motorik halus anak kelompok B3 di TK Negeri Pembina 01 Kampar masih rendah, ditandai dengan kesulitan anak dalam mengontrol gerakan tangan dan tekanan saat mewarnai, mewarnai sesuai batas gambar, serta menyelesaikan kegiatan mewarnai hingga selesai. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan mewarnai dengan bahan alam. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan masing-masing siklus terdiri atas dua pertemuan. Subjek penelitian berjumlah 17 anak yang terdiri dari 9 anak laki-laki dan 8 anak perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan motorik halus anak mengalami peningkatan pada setiap siklus. Pada kondisi awal, anak yang mencapai kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) sebesar 17,65% dan belum terdapat anak yang mencapai kategori Berkembang Sangat Baik (BSB). Setelah tindakan diberikan, pada Siklus II Pertemuan II persentase anak yang mencapai kategori BSH meningkat menjadi 47,06% dan kategori BSB menjadi 43,14%. Secara keseluruhan, persentase anak yang mencapai kategori BSH dan BSB mencapai 90,20%, sehingga indikator keberhasilan penelitian telah tercapai. Dengan demikian, kegiatan mewarnai dengan bahan alam efektif dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak kelompok B3 di TK Negeri Pembina 01 Kampar.
Meningkatkan Kemampuan Mengenal Huruf Melalui Metode Bernyanyi di TK Islam Harapan Bunda Sukaramai Fitri Yati; Joni Joni; Melvi Lesmana Alim; Yenda Puspita; Musnar Indra Daulay
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.694

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan mengenal huruf anak sehingga memerlukan adanya penggunaan metode dan media untuk meningkatkan kemampuan anak dalam meningkatkan kemampuan mengenal huruf yaitu dengan media kincir angka. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak usia 5-6 tahun dalam kegiatan meningkatkan kemampuan mengenal huruf melalui metode bernyanyi di TK Islam Harapan Bunda Sukaramai. Jenis penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek dalam penelitian adalah 10 orang anak kelompok B. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam kemampuan kognitif anak setelah mengikuti kegiatan pembelajaran dengan menggunakan metode bernyanyi dan dari pratindakan hingga siklus II. Pada pratindakan, sebagian besar anak masih berada pada kriteria Belum Berkembang dengan persentase 40% dan Mulai Berkembang dengan persentase 60%, namun setelah tindakan siklus I terjadi peningkatan dengan persentase 20% pada kriteria Berkembang Sesuai Harapan dan siklus II dengan persentase 90% pada kriteria Berkembang Sangat Baik. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan metode bernyanyi dapat meningkatkan kemampuan mengenal huruf pada anak TK Islam Harapan Bunda Sukaramai.
Meningkatkan Kemampuan Berhitung Melalui Kegiatan Bermain Pohon Angka di TK Islam Harapan Bunda Sukaramai Cahayati Cahayati; Yenda Puspita; Joni Joni
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.695

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berhitung anak di TK Islam Harapan Bunda Sukaramai. Hasil observasi awal menunjukkan sebagian besar anak masih kesulitan mengenal lambang bilangan, mengurutkan angka, serta sering melakukan kekeliruan, misalnya membedakan angka 6 dan 9. Penyebab utama kondisi tersebut antara lain kurangnya variasi metode pembelajaran, rendahnya motivasi anak, dan keterbatasan media yang digunakan guru. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, peneliti menerapkan kegiatan bermain pohon angka sebagai solusi pembelajaran kreatif yang menyenangkan. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 12 anak kelompok B usia 5–6 tahun. Instrumen penelitian berupa lembar observasi aktivitas guru dan anak, serta dokumentasi foto kegiatan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan berhitung anak pada setiap siklus. Pada pra tindakan, sebagian besar anak berada pada kategori belum berkembang dan mulai berkembang. Setelah tindakan siklus I, capaian meningkat ke kategori mulai berkembang dan berkembang sesuai harapan. Pada siklus II, kemampuan anak semakin meningkat hingga mencapai kategori berkembang sangat baik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kegiatan bermain pohon angka efektif meningkatkan kemampuan berhitung anak usia dini sekaligus menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif, menarik, dan bermakna.
Penggunaan Balok Cuisenaire untuk Meningkatkan Kemampuan Mengenal Lambang Bilangan pada Anak di TK As-Sholihin Salo Rahmi Ramadhani; Yenda Puspita; Melvi Lesmana Alim
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.751

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan mengenal lambang bilangan pada anak usia 4–5 tahun di TK As-Sholihin Salo. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan anak melalui penerapan media balok Cuisenaire. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 22 anak usia 4–5 tahun di TK As-Sholihin Salo. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan penerapan balok Cuisenaire mampu meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan anak secara signifikan. Persentase anak yang berada pada kategori Berkembang Sangat Baik (BSB) pada tahap pra tindakan sebesar 2%, meningkat menjadi 68% pada Siklus I, dan mencapai 93% pada Siklus II. Persentase anak pada kategori Belum Berkembang (BB) yang semula sebesar 52% menurun menjadi 1% pada Siklus I dan tidak ditemukan lagi pada Siklus II. Peningkatan kemampuan tersebut terjadi karena balok Cuisenaire memberikan pengalaman belajar yang konkret, visual, manipulatif, dan menyenangkan sehingga anak lebih mudah memahami konsep bilangan. Penerapan balok Cuisenaire terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan pada anak usia 4–5 tahun di TK As-Sholihin Salo.
Upaya Meningkatkan Keterampilan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan Menjiplak Daun-daunan pada Anak Kelompok B Usia 5-6 Tahun di TK Pembina 02 XIII Koto Kampar Zahro Widad Nabila; Yenda Puspita; Amin Yusi Nur sai’da; Moh Fauziddin; Joni Joni
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.665

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan motorik halus anak kelompok B di TK Negeri Pembina 02 XIII Koto Kampar. Terdapat anak yang belum mampu memegang alat tulis dengan benar, mengikuti pola secara tepat, serta mengoordinasikan gerakan mata dan tangan saat melakukan kegiatan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan motorik halus anak melalui kegiatan menjiplak daun-daunan pada anak kelompok B usia 5–6 tahun di TK Negeri Pembina 02 XIII Koto Kampar. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dimana setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 12 anak, terdiri atas 7 anak perempuan dan 5 anak laki-laki. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan menghitung persentase pencapaian perkembangan kemampuan motorik halus anak pada setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan menjiplak daun-daunan mampu meningkatkan keterampilan motorik halus anak. Persentase ketuntasan pada Siklus I mencapai 75% dengan kategori Berkembang Sangat Baik (BSB), kemudian meningkat pada Siklus II menjadi 91,67%, sehingga telah melampaui indikator keberhasilan yang ditetapkan. Peningkatan terlihat pada kemampuan anak dalam memegang alat tulis dengan benar, mengoordinasikan gerakan mata dan tangan, mengikuti pola daun secara tepat, serta menyelesaikan kegiatan dengan lebih mandiri. Dengan demikian, kegiatan menjiplak daun-daunan terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan motorik halus anak kelompok B usia 5–6 tahun di TK Negeri Pembina 02 XIII Koto Kampar.
Meningkatkan Kemampuan Interpersonal Melalui Media Bermain Kolaboratif Ceria pada Anak Usia 5-6 Tahun Destari Arinda; Yenda Puspita; Joni Joni
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.666

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan interpersonal anak usia 5–6 tahun di TK Mawar Tanjung Rambutan. Kemampuan interpersonal merupakan kemampuan yang penting dikembangkan pada anak usia dini karena berkaitan dengan kemampuan bekerja sama, berbagi, dan berkomunikasi dengan teman sebaya. Oleh karena itu, diperlukan suatu media pembelajaran yang dapat membantu meningkatkan kemampuan interpersonal anak, yaitu melalui media bermain Kolaboratif Ceria. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan interpersonal anak usia 5–6 tahun melalui media bermain Kolaboratif Ceria di TK Mawar Tanjung Rambutan. Jenis penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian berjumlah 11 anak yang terdiri atas 4 anak laki-laki dan 7 anak perempuan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan interpersonal anak setelah mengikuti kegiatan bermain Kolaboratif Ceria dari pratindakan hingga Siklus II. Pada tahap pratindakan, sebagian besar anak masih berada pada kategori Belum Berkembang (BB) sebanyak 7 anak (63,6%) dan kategori Mulai Berkembang (MB) sebanyak 4 anak (36,4%). Setelah dilakukan tindakan pada Siklus I, kemampuan interpersonal anak mulai meningkat dengan 3 anak (27,3%) berada pada kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan 2 anak (18,2%) berada pada kategori Berkembang Sangat Baik (BSB). Pada Siklus II, seluruh anak telah mencapai kategori BSH dan BSB, yaitu 4 anak (36,4%) berada pada kategori BSH dan 7 anak (63,6%) berada pada kategori BSB. Hasil tersebut menunjukkan bahwa indikator keberhasilan penelitian telah tercapai. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa media bermain Kolaboratif Ceria efektif dalam meningkatkan kemampuan interpersonal anak usia 5–6 tahun di TK Mawar Tanjung Rambutan.
Upaya Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan Mewarnai dengan Bahan Alam di TK Negeri Pembina 01 Kampar Irma Yuliani; Moh Fauziddin; Yenda Puspita; Musnar Indra Daulay; Melvi Lesmana Alim
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.677

Abstract

Kemampuan motorik halus anak kelompok B3 di TK Negeri Pembina 01 Kampar masih rendah, ditandai dengan kesulitan anak dalam mengontrol gerakan tangan dan tekanan saat mewarnai, mewarnai sesuai batas gambar, serta menyelesaikan kegiatan mewarnai hingga selesai. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan mewarnai dengan bahan alam. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan masing-masing siklus terdiri atas dua pertemuan. Subjek penelitian berjumlah 17 anak yang terdiri dari 9 anak laki-laki dan 8 anak perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan motorik halus anak mengalami peningkatan pada setiap siklus. Pada kondisi awal, anak yang mencapai kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) sebesar 17,65% dan belum terdapat anak yang mencapai kategori Berkembang Sangat Baik (BSB). Setelah tindakan diberikan, pada Siklus II Pertemuan II persentase anak yang mencapai kategori BSH meningkat menjadi 47,06% dan kategori BSB menjadi 43,14%. Secara keseluruhan, persentase anak yang mencapai kategori BSH dan BSB mencapai 90,20%, sehingga indikator keberhasilan penelitian telah tercapai. Dengan demikian, kegiatan mewarnai dengan bahan alam efektif dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak kelompok B3 di TK Negeri Pembina 01 Kampar.