Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Promosi Kesehatan tentang DAGUSIBU Menggunakan Media Cetak Leaflet di Apotek Alnoor Farma Kapuas Humaira Salwa Syafitri; Zulfa Mahmudah; Normaidah Normaidah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea Vol 4, No 2 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpmp.v4i2.17995

Abstract

Permasalahan penggunaan obat yang tidak tepat masih banyak ditemukan di masyarakat, terutama terkait kesalahan penggunaan, penyimpanan, dan pembuangan obat yang berpotensi menimbulkan risiko terhadap keselamatan pasien. Kegiatan promosi kesehatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pengelolaan obat yang benar melalui edukasi konsep DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang). Metode yang digunakan adalah promosi kesehatan secara langsung dengan menggunakan media cetak leaflet. Evaluasi dilakukan melalui pemberian kuesioner pretest dan posttest kepada 20 responden di Apotek Alnoor Farma Kapuas. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan rata-rata tingkat pengetahuan responden dari 69% sebelum edukasi menjadi 95% setelah edukasi dengan peningkatan sebesar 26%. Hasil ini menunjukkan kecenderungan peningkatan pengetahuan pasien melalui promosi kesehatan berupa edukasi kefarmasian terkait pengelolaan dan penggunaan obat yang aman dan rasional.  Kata Kunci: Pengelolaan Obat, Perilaku Penggunaan Obat, Edukasi Kefarmasian, Keselamatan Pasien, DAGUSIBU The problem of inappropriate drug use is still widely found in the community, especially related to errors in the use, storage, and disposal of drugs, which have the potential to pose risks to patient safety. This health promotion activity aims to increase public knowledge of proper drug management by educating on the DAGUSIBU concept (Get, Use, Store, and Dispose). The method used is direct health promotion using printed leaflets. Evaluation was conducted by administering pretest and posttest questionnaires to 20 respondents at the Alnoor Farma Kapuas Pharmacy. The evaluation results showed an increase in the average level of knowledge among respondents from 69% before education to 95% after education, representing a 26% increase. These results indicate a tendency to increase patient knowledge through health promotion in the form of pharmaceutical education related to the safe and rational management and use of drugs.
Penyuluhan Kesehatan tentang Pencegahan Penyakit Tipes (DemamTifoid) di Puskesmas Cempaka Kota Banjarmasin Zulfa Mahmudah; Nurul Mardiati; Muhammad Juanda
Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea Vol 4, No 2 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpmp.v4i2.18197

Abstract

Demam tifoid merupakan penyakit infeksi yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Kota Banjarmasin, khususnya pada wilayah dengan kondisi sanitasi lingkungan yang kurang optimal. Puskesmas Cempaka Banjarmasin mencatat adanya kasus demam enterik setiap bulan dengan kecenderungan peningkatan pada tahun 2025. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penyebab, gejala, cara penularan, serta upaya pencegahan demam tifoid. Metode yang digunakan adalah penyuluhan kesehatan dengan metode ceramah dan media leaflet. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pretest dan posttest terhadap 10 responden sebelum dan sesudah penyuluhan. Kegiatan dilaksanakan di ruang tunggu Puskesmas Cempaka Kota Banjarmasin sebelum pelayanan kesehatan dimulai. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata- rata pengetahuan responden dari 80% pada pretest menjadi 97% pada posttest atau mengalami peningkatan sebesar 17%. Hasil ini menunjukkan bahwa penyuluhan kesehatan dengan metode ceramah dan media leaflet efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan demam tifoid. Diharapkan peningkatan pengetahuan ini dapat mendorong penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari guna menurunkan risiko penularan demam tifoid.