Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS KEBUTUHAN AWAL PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI BERBASIS KEARIFAN LOKAL MATTOANA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI DAN KREATIVITAS SAINS PESERTA DIDIK Rostina; Ismail; Andi Asmawati
Jurnal Biogenerasi Vol. 11 No. 2 (2026): April - Juni 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/wmxawn11

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan awal pengembangan model pembelajaran berdiferensiasi berbasis kearifan lokal Mattoana untuk meningkatkan kemampuan komunikasi dan kreativitas sains peserta didik. Studi pendahuluan ini dilatarbelakangi oleh tuntutan pembelajaran abad ke-21, kebutuhan implementasi pembelajaran yang responsif terhadap keragaman peserta didik, serta pentingnya integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran biologi agar pembelajaran lebih kontekstual dan bermakna. Dalam artikel ini, Mattoana dipahami sebagai praktik budaya masyarakat Bugis-Makassar di Sulawesi Selatan dalam menyambut dan menjamu tamu di rumah, baik tamu yang datang karena suatu kepentingan maupun tamu yang diundang secara khusus. Nilai-nilai Mattoana meliputi kerjasama, penghormatan, kreativitas, tanggung jawab, kepedulian, sikap ramah  dan pemecahan masalah. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif sebagai analisis kebutuhan awal. Subjek penelitian adalah 100 peserta didik kelas XI SMA Negeri 11 Pangkep pada semester ganjil tahun pelajaran 2024/2025. Data dikumpulkan melalui tes uraian yang terdiri atas soal kemampuan komunikasi dan soal kreativitas sains. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa frekuensi dan persentase berdasarkan kategori sangat baik, baik, cukup, kurang, dan sangat kurang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi peserta didik dominan berada pada kategori  cukup 40%, kategori baik 30%,  kurang sebesar 27%, dan sangat kurang sebesar 3%, tanpa peserta didik pada kategori sangat baik. Kreativitas sains peserta didik juga dominan berada pada kategori cukup sebesar 44%, kategori baik 30%   kurang sebesar 21%, dan sangat kurang 5% tanpa peserta didik pada kategori sangat baik. Temuan ini mengindikasikan pentingnya mengembangkan model pembelajaran berdiferensiasi berbasis kearifan lokal Mattoana yang mampu mengakomodasi perbedaan kesiapan, minat, dan profil belajar peserta didik, sekaligus mendorong komunikasi ilmiah dan kreativitas sains melalui konteks budaya menyambut dan menjamu tamu yang dekat dengan kehidupan sosial peserta didik.
Smart Finance for Coffeepreneur: Penguatan Literasi Keuangan UMKM Kopi Kahayya Sri Astuti Nasir; Indri Iswardhani; Rostina; Nur Fadilah Ayu Sandira; Nulthazam Sarah
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2026): JULI-AGUSTUS
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/bsfxwz29

Abstract

Desa Wisata Kahayya, Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba merupakan salah satu desa wisata unggulan di Provinsi Sulawesi Selatan yang dikenal sebagai sentra produksi kopi Arabika sekaligus destinasi wisata alam. Pengakuan sebagai 300 Besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) Tahun 2021 menjadi peluang besar bagi masyarakat dalam mengembangkan usaha berbasis pariwisata. Namun demikian, hasil observasi awal menunjukkan bahwa sebagian besar pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kopi masih menghadapi berbagai kendala, antara lain rendahnya literasi keuangan, belum adanya pencatatan keuangan yang sistematis, pencampuran keuangan pribadi dan usaha, serta terbatasnya pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan usaha. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya kemampuan pelaku usaha dalam mengambil keputusan bisnis, mengukur kinerja usaha, serta mengakses sumber pembiayaan formal. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas literasi keuangan pelaku UMKM kopi melalui model Smart Finance for Coffeepreneur, yaitu pendekatan pendampingan yang mengintegrasikan edukasi literasi keuangan, pelatihan pembukuan digital berbasis Microsoft Excel, praktik penyusunan laporan keuangan sederhana, serta pendampingan implementasi pencatatan keuangan usaha. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Learning and Action (PLA) yang meliputi tahap identifikasi kebutuhan, pelatihan, praktik, pendampingan, dan evaluasi menggunakan pre-test serta post-test. Mitra kegiatan adalah pelaku UMKM kopi yang tergabung dalam jejaring Pokdarwis Kahayya Hills. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pengelolaan keuangan usaha, kemampuan melakukan pencatatan transaksi secara sistematis, penyusunan laporan laba rugi sederhana, serta meningkatnya kesadaran untuk memisahkan keuangan pribadi dan usaha. Selain itu, peserta mampu memanfaatkan template pembukuan digital berbasis Microsoft Excel sebagai media pencatatan keuangan yang mudah digunakan. Program Smart Finance for Coffeepreneur menjadi salah satu model pemberdayaan yang dapat direplikasi dalam penguatan kapasitas UMKM desa wisata berbasis komoditas lokal.