Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan awal pengembangan model pembelajaran berdiferensiasi berbasis kearifan lokal Mattoana untuk meningkatkan kemampuan komunikasi dan kreativitas sains peserta didik. Studi pendahuluan ini dilatarbelakangi oleh tuntutan pembelajaran abad ke-21, kebutuhan implementasi pembelajaran yang responsif terhadap keragaman peserta didik, serta pentingnya integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran biologi agar pembelajaran lebih kontekstual dan bermakna. Dalam artikel ini, Mattoana dipahami sebagai praktik budaya masyarakat Bugis-Makassar di Sulawesi Selatan dalam menyambut dan menjamu tamu di rumah, baik tamu yang datang karena suatu kepentingan maupun tamu yang diundang secara khusus. Nilai-nilai Mattoana meliputi kerjasama, penghormatan, kreativitas, tanggung jawab, kepedulian, sikap ramah dan pemecahan masalah. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif sebagai analisis kebutuhan awal. Subjek penelitian adalah 100 peserta didik kelas XI SMA Negeri 11 Pangkep pada semester ganjil tahun pelajaran 2024/2025. Data dikumpulkan melalui tes uraian yang terdiri atas soal kemampuan komunikasi dan soal kreativitas sains. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa frekuensi dan persentase berdasarkan kategori sangat baik, baik, cukup, kurang, dan sangat kurang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi peserta didik dominan berada pada kategori cukup 40%, kategori baik 30%, kurang sebesar 27%, dan sangat kurang sebesar 3%, tanpa peserta didik pada kategori sangat baik. Kreativitas sains peserta didik juga dominan berada pada kategori cukup sebesar 44%, kategori baik 30% kurang sebesar 21%, dan sangat kurang 5% tanpa peserta didik pada kategori sangat baik. Temuan ini mengindikasikan pentingnya mengembangkan model pembelajaran berdiferensiasi berbasis kearifan lokal Mattoana yang mampu mengakomodasi perbedaan kesiapan, minat, dan profil belajar peserta didik, sekaligus mendorong komunikasi ilmiah dan kreativitas sains melalui konteks budaya menyambut dan menjamu tamu yang dekat dengan kehidupan sosial peserta didik.