Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peningkatan Keterampilan Praktis Hukum Melalui Pelatihan Penyusunan Gugatan Perdata Bagi Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Halu Oleo Satriani Satriani; Pipit Somefotorono Majid; Besse Sari Angraeni; Mutia Nur Fadhilah Ruslan; Andi Khaedhir Kamri; Risman Setiawan
Indonesia Berdampak: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2026): JULI-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/72c7hd81

Abstract

The ability to draft civil lawsuits constitutes one of the essential practical competencies that must be possessed by law students, particularly those who are preparing to enter legal professions such as advocates, judges, prosecutors, and legal consultants. However, legal education in higher education institutions is often dominated by theoretical approaches, resulting in limited opportunities for students to develop practical litigation skills, especially in drafting civil procedural documents. This community service activity aimed to improve the practical legal skills of students of the Faculty of Law, Universitas Halu Oleo, through training on the preparation of civil lawsuit documents. The activity was conducted in collaboration with the Moot Court Community of the Faculty of Law, Universitas Halu Oleo, using a participatory and practice-based learning approach. The methods employed included lectures, interactive discussions, case analysis, document review, and simulation exercises involving the preparation of civil lawsuits based on case scenarios designed to encourage legal reasoning and analytical skills. The results of the activity demonstrated a significant improvement in participants' understanding of the formal and substantive requirements of civil lawsuits, the structure and systematic drafting of pleadings, and the relationship between legal facts, legal arguments, and legal remedies sought in court. Participants also showed enhanced abilities in identifying legal issues, determining the appropriate parties and legal grounds for litigation, and preparing coherent and executable claims. Furthermore, the activity contributed to strengthening students' confidence in engaging in legal practice and promoted the development of practice-oriented legal education within the Faculty of Law, Universitas Halu Oleo.
Hak Waris Atas Akun Media Sosial yang Dimonetisasi: Analisis Hukum Perdata Kontemporer Besse Sari Angraeni
Catha : Jurnal Penelitian Kreatif dan Inovatif Vol. 3 No. 3 (2026): In-Progress
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/catha.v3i3.200

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah melahirkan aset digital yang memiliki nilai ekonomi, salah satunya akun media sosial yang dimonetisasi. Akun tersebut tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi, tetapi juga dapat menghasilkan pendapatan melalui iklan, sponsor, afiliasi, dan kerja sama komersial lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan hukum akun media sosial yang dimonetisasi sebagai objek warisan dalam perspektif hukum perdata Indonesia serta mengkaji kendala yuridis dalam proses pewarisannya. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akun media sosial yang dimonetisasi memiliki nilai ekonomi sehingga pada prinsipnya dapat dikategorikan sebagai harta warisan berdasarkan Pasal 833 ayat (1) KUHPerdata. Namun, pewarisannya masih menghadapi berbagai kendala, seperti belum adanya pengaturan khusus mengenai aset digital, pembatasan pengalihan akun oleh platform digital, perlindungan data pribadi, kesulitan akses akun, dan aspek hak kekayaan intelektual. Oleh karena itu, diperlukan regulasi yang secara khusus mengatur pewarisan aset digital guna memberikan kepastian hukum dan perlindungan bagi ahli waris di era digital
Pemindahan Sepihak Penumpang Angkutan Antarkota: Tanggung Jawab dan Perlindungan Hukum Besse Sari Angraeni
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 4 (2026): JUNI-JULI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/v9pz9832

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tanggung jawab pengangkut terhadap kerugian yang dialami penumpang akibat pemindahan secara sepihak dalam jasa angkutan antarkota serta mengkaji bentuk perlindungan hukum dan mekanisme ganti kerugian yang dapat diberikan kepada penumpang. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih ditemukannya praktik pemindahan penumpang (oper penumpang) oleh pengangkut tanpa adanya persetujuan dan informasi yang memadai, sehingga berpotensi menimbulkan kerugian baik secara materiil maupun immateriil bagi pengguna jasa angkutan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris dengan mengkaji ketentuan hukum yang berlaku serta penerapannya dalam praktik. Data penelitian diperoleh melalui wawancara dengan pihak pengangkut, penumpang, dan instansi terkait, serta didukung oleh data sekunder berupa peraturan perundang-undangan, buku, dan jurnal ilmiah. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk menggambarkan bentuk tanggung jawab pengangkut dan pelaksanaan perlindungan hukum terhadap penumpang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemindahan penumpang secara sepihak dapat dikategorikan sebagai bentuk wanprestasi apabila menyebabkan tidak terpenuhinya kewajiban pengangkut dalam perjanjian pengangkutan. Pengangkut wajib memberikan pelayanan sesuai kesepakatan serta bertanggung jawab atas kerugian yang dialami penumpang. Perlindungan hukum diberikan melalui upaya preventif berupa pemenuhan standar pelayanan dan pemberian informasi, serta upaya represif berupa kompensasi dan penyelesaian sengketa. Namun, pelaksanaan ganti kerugian masih belum optimal karena rendahnya pemahaman penumpang terhadap haknya sebagai konsumen.